Anda baru memiliki sepeda dengan shock breaker angin, anda perlu memiliki pompa shock. Mengapa diperlukan, karena pompa shock memiliki fungsi untuk mengatur tekanan shock  Bagaimana mengunakan pompa shock, lalu apa saja yang perlu di perhatikan.

Seperti penjelasan diatas, mereka yang baru memiliki sepeda atau baru menganti shock breaker untuk garpu depan atau shock belakang tipe angin. Diharapkan memiliki peralatan pompa shock. Umumnya tekanan angin pada shock breaker sepeda datang dengan ukuran standar. Misalnya fork depan umumnya mengunakan default pabrik 100psi. Bila anda belum mengatur ulang tekanan shock, anda pasti mengira sistem suspensi shock breaker sepeda anda bermasalah, dan terasa kurang empuk atau terlalu empuk. Mengapa demikian, karena tekanan angin shock breaker datang ukuran rata rata atau default dari pabrikan.

Ukuran tersebut belum tentu cocok dengan berat badan si pengendara, bisa terlalu besar bagi sebagian pengendara atau mungkin saja terlalu rendah. Disini dibutuhkan pompa shock, untuk mengatur ulang tekanan udara shock breaker tipe angin.  Bagaimana menambah dan mengurangi tekanan pada shock breaker sehingga pas dan nyaman bagi pengendara.

Penjelasannya ada dibawah ini
Ada perbedaan pompa shock sepeda dengan pompa untuk ban, walaupun keduanya dapat mengisi angin untuk ban tipe pentil Schrader dan shock breaker. Karena lubang pentil shock sepeda untuk mengisi angin dan pentil ban memiliki ukuran yang sama dengan ukuran Schrader , tetapi pompa ban sulit digunakan untuk mengisi angin pada shock sepeda. Dipaksakan bisa saja, tapi tidak akurat sama sekali.

Alasannya dibawah ini :
  • Pompa ban rata rata tangan rata rata memiliki tekanan max 100 psi , sedangkan pompa shock umumnya mampu memasukan angin lebih besar dari 100-200+ psi
  • Pompa shock lebih presisi, karena memiliki pressure release. Fungsi pressure release untuk mengurangi tekanan angin pada shock sesuai kebutuhan. Pompa ban tidak memiliki presure release, bila anda mengisi angin dengan pompa ban. Anda harus melepas/mengeluarkan angin secara manual dengan menekan tuas valve pentil secara perlahan.
  • Pompa shock memiliki indikator tekanan angin atau gauge meter lebih akurat. Perbedaan 5 - 10 psi pada tekanan shock akan berbeda efeknya.
Bentuk pompa shock breaker untuk sepeda seperti gambar dibawah ini. Bentuknya seperti pompa mini dengan silinder kecil. Dibuat dengan silinder kecil, agar tekanan pompa shock mencapai 300 bar. Dengan ukuran silinder kecil maka tekanan angin pada pompa bisa ditekan dengan tangan saja

Ada 4 bagian penting pada pompa shock.
1. Tuas pompa,
2
Pressure gauge (indikator level tekanan),
3 Slang pompa,
4
pressure release (pelepas angin).

Untuk penjelasan fungsinya dan gambar dibawah ini




Pressure Gauge, untuk melihat tekanan angin pada shock breaker. Termasuk catatan bagi si pemilik, seberapa besar tekanan yang biasa dipakai.



Pressure release, alat ini bentuknya seperti knop / tombol (gambar bawah dengan bulatan hitam). Ketika knop ditekan maka akan keluar angin dan indikator meter tekanan akan turun. Fungsinya tentu untuk mengeluarkan angin yang berlebih. Contoh, anda memberikan tekanan sampai 100psi pada shock anda. Tetapi yang dibutuhkan adalah 80psi. Cukup menekan pressure release untuk menurunkan tekanan angin pada shock beberapa kali untuk mengurangi tekanan angin sampai mendekati angka 80 psi.



Selang pompa. Ukurannya sama seperti pentil / valve Schrader pada ban sepeda. Tetapi pemasangan mulut slang pompa harus diputar, mirip seperti memasang baut. Ketika diputar maka bagian paling dalam akan menekan valve / pentil shock breaker. Sampai pada posisi baut pompa semakin kencang, maka tekanan angin pada shock dan pompa akan terhubung dan seimbang.



Harga pompa Shock sepeda dijual lebih mahal dibanding pompa biasa. Karena memiliki kekuatan tekanan tinggi untuk memasukan udara ke fork atau rear shock.