Goesbike - http://www.goesbike.com
Batas maksimum detak jantung untuk kesehatan vs umur
http://www.goesbike.com/articles/1039/1/Batas-maksimum-detak-jantung-untuk-kesehatan-vs-umur.html
Indra Uno
Indra Uno.
Entrepreneur
Cyclist
 
By Indra Uno
Published on 29 June 2019
 
Mengunakan alat sensor detak jantung bagi pesepeda sudah menjadi barang umum. Sensor seperti pengukur heart rate dengan bentuk jam atau langsung di taruh di atas dada pengendara. Tetapi berapa ukuran denyut jantung yang aman bagi pengendara sepeda. Hal ini disesuaikan dengan faktor usia. Ukuran denyut jantung berbeda antara mereka yang masih muda dengan orang tua.

Menjaga batas denyut jantung ketika berolahraga

Sayangi jantung anda karena tidak ada serepnya

Mengunakan alat sensor detak jantung bagi pesepeda sudah menjadi barang umum. Sensor seperti pengukur heart rate dengan bentuk jam atau langsung di taruh di atas dada pengendara. Tetapi berapa ukuran denyut jantung yang aman bagi pengendara sepeda. Hal ini disesuaikan dengan faktor usia. Ukuran denyut jantung berbeda antara mereka yang masih muda dengan orang tua.

Mengukur detak jantung haruslah dalam kondisi prima, anda harus tidur cukup dan tidak sakit. Dalam kondisi yang sehat barulah alat ini dapat menjadi ukuran atau catatan medis anda selama berkendara sepeda. Maksimum denyut jantung yang di ijinkan adalah 220 detak per menit sebagai ukuran teratas

Fungsi dari heart rate atau pengukur denyut jantung hanyalah alat pencatat denyut jantung selama beraktifitas. Tugasnya untuk memberikan peringatan bila denyut jantung melewati batas maksimum yang diatur penguna.
Bagaimana mengetahui batas rata rata denyut jantung maksimum anda

Ada 2 teknik mengukur detak jantung maksimum dengan faktor usia vs berat badan
Semakin berumur maka kecepatan kerja jantung maksimum semakin rendah. Dibawah ini ukuran umum untuk denyut maksimum bagi mereka yang suka berolahraga seperti pengendara sepeda yang berhubungan dengan faktor usia.



Perhitungan diatas adalah hitungan umum untuk mendapatkan angka maksimum denyut jantung sesuai faktor usia dan berat badan.

Untuk hitungan dalam kegiatan, bisa dilihat dibawah ini
Ada ukuran maksimum sesuai batas denyut jantung anda dengan aktivitas yang anda lakukan.
Disarankan untuk mereka yang berolah raga hanya mengunakan rata rata pada garis biru (70-80%) secara kontinue.



Detak Jantung (Jun 2019)

Jika detak jantung atau denyut jantung seseorang konstan diatas 100 kali permenit. Hal tersebut dikenal dengan Takikardia / Tachycardia.
Bila terjadi, seseorang harus berkonsultasi ke dokter. Terutama bila terjadi gejala seperti sesak dana, kelelahan atau sesak napas.

Jantung istirahat tapi menunjukan 100 kali permenit. Itu tandanya ada masalah kata Dokter ahli jantung Jennifer Haythe MD, direktur Columbia Women Heart Center.
Anda mungkin sedang mengalami dehidrasi, memiliki masalah kebugaran fisik yang buruk, atau tertanda masalah serius dari jantung dan paru paru.

Bila seseorang tidak terlalu bugar, detak jantung berada dibawah 60 kali permenit. Disebut Bradikardia / Bradycardia.
Biasanya seseorang mengalami pusing, atau tidak nyaman di bagian dada.
Detak jantung yang lambat juga berdampak hal berbeda kata Haythe.
Kalau seseorang memang bugar, itu baik
Tapi seseorang dengan detak jantung dibawah 60 perrmenit dan merasa tidak sehat. Secepatnya ke dokter dan melakukan rekaman EKG.

Yang mempengaruhi detak jantung

Umur: RHR dapat menurun seiring bertambahnya usia, menurut beberapa penelitian.
Gender: Rata-rata, RHR wanita cenderung dua hingga tujuh ketukan per menit lebih tinggi daripada pria.
Suhu udara: RHR dapat meningkat selama cuaca panas, tetapi biasanya tidak lebih dari 10 bpm.
Emosi: Perasaan stres, kecemasan, atau bahkan kebahagiaan yang kuat dapat meningkatkan RHR Anda.
Posisi tubuh: RHR bisa 3 bpm lebih tinggi ketika duduk dibandingkan berbaring. Demikian pula, RHR cenderung sedikit meningkat saat berdiri.
 Obat: Obat resep seperti antidepresan dan beta blocker dapat menyebabkan RHR Anda lebih tinggi atau lebih rendah daripada jika Anda tidak minum obat.

Normal dan sehat

Angka detak jantung antara orang normal tidak selalu sama dengan orang sehat.

Seorang pria paruh baya akan memiliki RHR 75 bpm atau lebih tinggi. Akan berdampak dengan resiko 2x lebih tinggi bagi kehidupan dalam 11 tahun mendatang. Dibanding pria yang memiliki RHR 55 atau lebih rendah.

Idealnya ketika jantung istirahat akan berada antara 50 - 70 bpm kata Hyathe. Untuk memeriksa rata rata, dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali.

Perlu diketahui juga, ketika orang berolah raga lalu istirahat. Detak jantung akan meningkat dan turun dengan cepat dalam beberapa menit.

Jadi jangan salah menghitung detak jantung. Bila tinggi 120bpm diartikan anda tidak akan mencapai angka tersebut.
Ketika anda berjalan cepat, bisa saja detak jantung naik diatas 100bpm. Dan dampaknya juga meningkatkan tekanan darah.

Artikel ini bertujuan untuk pendidikan dan informasi yang diberikan sebagai pendapat secara umum dalam kesehatan dan medis.
Pendapat harus di dapat dari dokter atau penyedia layanan kesehatan.



Selanjutnya kalkulator dengan umur

Ukuran detak jantung sesuai standar medis

Mendapatkan ukuran maksimum denyut jantung yang lebih akurat dapat menghubungi pihak medis.
Maksimum heart rate untuk setiap individu berbeda berdasar gender, umur, berat badan, detak jantung pada saat bangun tidur (resting heartbeat) dan beberapa faktor lain.

Contoh saja, saya mencoba memeriksa ke sebuah klinik di Warung Buncit dan membuat janji untuk melakukan tes treadmill. Kebetulan di klinik tersebut tersedia alat test treadmill yang diawasi oleh seorang cardiolog. Tes Treadmill itu adalah tes dimana saya berjalan dengan kecepatan yang makin lama makin cepat diatas ban berjalan. Sembari berjalan di atas alat treadmill, beberapa titik di dada ditempeli oleh kabel2 yang dihubungkan kepada alat ECG (electro cardio graphy) atau alat pencatat aktifitas listrik jantung. Tes dilakukan sampai target heart rate tercapai atau setara dengan 85% dari maksimum heart rate. Saya diberitahu bahwa maksimum heartrate saya adalah 180 bpm (beat per minute) dan karena hasil tesnya baik, cardiologist tersebut memperbolehkan saya untuk berolahraga yang memacu jantung saya berdetak mendekati maksimum heart rate tersebut.

Walaupun ada formula sederhana tentang maksimum heart rate (angka 220 dikurangi umur sekarang), akan tetapi sangat disarankan untuk menjalani test treadmill untuk mendapatkan saran langsung dari ahli atau team medis. Sehingga dapat mengetahui berapa angka yang tepat untuk maksimum heart rate yang di ijinkan.

Kalkulator denyut jantung dan usia, dari Mayo Clinic



Terakhir, lakukan general check up untuk memastikan kondisi kesehatan anda.
Selanjutnya catatan dari rekan lain yang mengalami gangguan pada jantung.

Pengalaman dan kata dokter untuk pesepeda dewasa

Olahraga jantung yang disarankan oleh ahli jantung adalah lari/jogging, bersepeda, berenang.

Ketiga kegiatan olahraga tersebut dapat memacu dan menjaga detak jantung pada level tertentu untuk beberapa lama (cardio regime workout). Berbeda dengan olahraga permainan seperti sepak bola, futsal, tenis, bulutangkis dll yang membuat jantung berdetak cepat pada saat mengejar bola dan kemudian istirahat kembali, lalu kembali cepat kembali begitu mengejar bola dan begitu seterusnya. Bagi yang mempunyai riwayat  atau keturunan penyakit jantung dari keluarga, olahraga permainan kurang cocok.

Catatan mengenai "heart rate monitor" yang dikenakan pada saat berolahraga dapat diatur oleh pemiliknya. Sehingga alarm akan berbunyi bila melampaui angka tertentu. Ini sangat bermanfaat untuk menjaga detak jantung untuk tidak melebihi maksimum heart rate. Alat ini dapat dibeli ditoko2 yang menjual alat2 fitness di mal2 dengan harga mulai dari 300ribu sampai 2 juta rupiah. Bahkan perangkat GPS terbaru menyertakan fitur sensor Heart Rate, sehingga anda dapat mengetahui kondisi denyut jantung selama perjalanan.

Sekedar mengingatkan, alat Heart Rate atau pencatat denyut jantung hanya sebagai catatan. Untuk keamanan, denyut jantung anda harus berada dibawah batas maksimum yang dirumuskan diatas dan mengikuti pemeriksaan medis untuk mendapatkan angka maksimum denyut jantung maksimum.

Jauhi olahraga berat bila memiliki riwayat penyakit jantung

Mereka yang sudah berumur diatas 40 tahun, memiliki riwayat resiko penyakit jantung, riwayat keturunan penyakit jantung, darah kental, tekanan darah tinggi, kegemukan. Sebaiknya melakukan general check-up sebelum mengambil keputusan untuk berolah raga berat. Dan meminta saran dokter apa saja yang perlu dilakukan sebelum melakukan olahraga seperti bersepeda.
Setelah mendapatkan kepastiaan dari dokter bahwa kondisi tubuh dan jantung fit, mulai berolah raga secara bertahap. Untuk pemula ada baiknya menhindari olahraga secara intensif dan berat secara tiba tiba, tetapi berlatih secara bertahap. Misalnya berolahraga rutin dalam setiap 2-3x seminggu dengan intensitas ringan terlebih dahulu.

Serangan jantung adalah puncak dari penyakit jantung, jadi bukan begitu saja muncul . Seseorang yang terkena penyakit jantung, akan terkait dengan kebiasaan, gaya hidup, pola makan dan lainnya sampai mendapat vonis mengindap penyakit jantung. 4 dari 5 penderita jantung dapat merasakan, sedangkan 1 tidak merasakan gejala penyakit jantung.
Gejala paling umum adalah nyeri di dada bagian kiri atau cepat lelah walau hanya naik tangga singkat. Penyakit jantung adalah penyakit paling mahal karena disebabkan hal sepele. Seseorang terlihat sehat ketika berolahraga di hari minggu, dan mampu menempuh 30km. Tetapi bisa terkena penyumbatan jantung ketika menanjak dalam waktu 1 jam, karena dehidrasi.

Apa kata dokter bila seseorang yang sehat juga terkena serangan jantung

Dari catatan kami, setidaknya ada 4 catatan kejadian serangan jantung. 2 orang meninggal karena serangan jantung walau baru berusia 50 tahun lebih.
Seseorang memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi rajin jogging. Tetapi terkena serangan jantung ketika sedang bersepeda, kemungkinan kondisi badan tidak fit
Yang lainnya melakukan olahraga intensif selama 3 hari, setelah kembali ke rumah terlihat normal, dan mendapat serangan jantung.
Dua cerita lagi dari usia 45 tahun, seorang baru pertama kali melakukan bersepeda menanjak. Tidak lama, hanya 1 jam lalu kembali pulang. Sorenya mendapat nyeri di dada, dan harus kerumah sakit. Diketahui mendapat penyumpatan. Walau sudah lama berhenti merokok dan vegetarian. Dokter mengatakan beruntung anda diet dan hanya terjadi penyumbatan karena darah kental dan pengumpalan.
Kasus lainnya berusia 45 tahun, perokok ringan dan banyak di kantor. Sempat absen tidak bersepeda beberapa bulan. Tetapi selama 3 hari mengalami nyeri di dada. Dan harus melakukan pemasangan ring.
Cerita diatas hanya sebagian dari riwayat dan kejadian seseorang mendapatkan serangan jantung dan penyumbatan.

Dari catatan tersebut akhirnya diperjelas oleh seorang dokter jantung.

Mengapa mereka yang sehat juga mengalami serangan jantung. Dokter mengatakan, manusia modern cenderung memiliki penimbunan / penumpukan lemak / kolesterol di dinding pembuluh darah. Penyakit jantung memiliki catatan dan histori tersendiri dari pola hidup seseorang.
Memicu jantung diatas kekuatan adalah hal paling berbahaya. Jangankan mereka yang baru mau sehat. Seorang pembalap sepeda atau pemain sepakbola bisa meninggal, karena masalah jantung. Penyebabnya dari banyak hal, seperti kelelahan lalu memaksakan berolahraga.

Dengan olahraga yang baik maka lemak akan perlahan terkikis dan terlepas menjadi butiran sangat kecil dan pelepasan lemak tidak membahayakan, sehingga olahraga akan baik untuk kesehatan.

Penyebab paling umum dari serangan jantung terjadi karena pesepeda memaksakan diri dan memicu jantung lebih kuat. Akibatnya timbunan lemak yang terlepas akan lebih banyak dan ukurannya menjadi lebih besar. Hal ini dapat memicu penyumbatan pada aliran darah. Disitulah kesalahan bila berolahraga terlalu keras, khususnya mereka yang jarang berolahraga dan mendadak melakukan aktivitas lebih berat.
Seharusnya, berolahraga ditingkatkan secara bertahap. Karena timbunan lemak dalam darah akan perlahan terkikis dengan baik.

Satu ukuran yang baik bagi pesepeda adalah kekuatan kaki. Sebuah karunia Tuhan bila seorang pesepeda memiliki kaki yang lemah. Sebagai contoh ketika menanjak, biasanya pesepeda dengan kaki lemah akan tertinggal dan kaki lebih cepat panas. Kelemahan tersebut sebenarnya sangat baik bagi kesehatan si pengendara, karena jantungnya tidak akan pernah dipacu sampai batas maksimal.

Bila anda terlihat lemah ketika bersepeda, percayalah!, itu karunia Tuhan yang selalu memberikan peringatan dini. Agar anda bisa membatasi diri, dan tidak melakukan hal berbahaya bagi diri anda.

Demikian informasi untuk tetap sehat.
Note. informasi diatas diambil dari berbagai nara sumber. Informasi lebih lanjut dapat memeriksa kesehatan dari layanan tim medis