Mendapatkan ukuran maksimum denyut jantung yang lebih akurat dapat menghubungi pihak medis.
Maksimum heart rate untuk setiap individu berbeda berdasar gender, umur, berat badan, detak jantung pada saat bangun tidur (resting heartbeat) dan beberapa faktor lain.

Contoh saja, saya mencoba memeriksa ke sebuah klinik di Warung Buncit dan membuat janji untuk melakukan tes treadmill. Kebetulan di klinik tersebut tersedia alat test treadmill yang diawasi oleh seorang cardiolog. Tes Treadmill itu adalah tes dimana saya berjalan dengan kecepatan yang makin lama makin cepat diatas ban berjalan. Sembari berjalan di atas alat treadmill, beberapa titik di dada ditempeli oleh kabel2 yang dihubungkan kepada alat ECG (electro cardio graphy) atau alat pencatat aktifitas listrik jantung. Tes dilakukan sampai target heart rate tercapai atau setara dengan 85% dari maksimum heart rate. Saya diberitahu bahwa maksimum heartrate saya adalah 180 bpm (beat per minute) dan karena hasil tesnya baik, cardiologist tersebut memperbolehkan saya untuk berolahraga yang memacu jantung saya berdetak mendekati maksimum heart rate tersebut.

Walaupun ada formula sederhana tentang maksimum heart rate (angka 220 dikurangi umur sekarang), akan tetapi sangat disarankan untuk menjalani test treadmill untuk mendapatkan saran langsung dari ahli atau team medis. Sehingga dapat mengetahui berapa angka yang tepat untuk maksimum heart rate yang di ijinkan.

Kalkulator denyut jantung dan usia, dari Mayo Clinic



Terakhir, lakukan general check up untuk memastikan kondisi kesehatan anda.
Selanjutnya catatan dari rekan lain yang mengalami gangguan pada jantung.