Mountain Bike News, Mountain Bike Review, Travel and Adventure Goesbike.com Media - http://www.goesbike.com
Rindu Alam Kondangan dengan Teletabis
http://www.goesbike.com/articles/1061/1/Rindu-Alam-Kondangan-dengan-Teletabis/Page1.html
Josef H. Wenas
Josef H. Wenas. On Road, Off Road, what ever. Just do it.  
By Josef H. Wenas
Published on 7 February 2011
 
5 Februari 2011 , PLcybro jalan jalan ke Rindu Alam dan jalur Kondangan. Ada cerita menarik dari perjalanan satu team PLcybro and Friend. Satu group di sebut Teletabis, alias biker yang selalu kedodoran kalau genjot, dan paling lelet. Kerjaannya sebagai Sweeper, karena sudah pasti tertinggal dibelakang. Group Teletabis ini paling banyak terekam di camera, bahkan membuat adengan lucu.

5 Februari 2011 , PLcybro jalan jalan ke Rindu Alam dan jalur Kondangan. Ada cerita menarik dari perjalanan satu team PLcybro and Friend. Satu group di sebut Teletabis, alias biker yang selalu kedodoran kalau genjot, dan paling lelet. Kerjaannya sebagai Sweeper, karena sudah pasti tertinggal dibelakang. Group Teletabis ini paling banyak terekam di camera, bahkan membuat adengan lucu.

Berangkat dari warung mang Ade Puncak, ada 21 pesepeda. Suasana pagi berkabut plus rintik gerimis. Sejak keberangkatan saja group teletabis pasti berada dibelakang. Ibarat sepedaan dengan program diet, gayanya ogah ogahaan, yang penting gelinding suka suka. Setiap biker yang kedodoran pasti mentok dengan gerombolan Teletabis. Awal perjalanan yang jadi bemper dibelakang kang Ebet. Lalu menjadi 4 pesepeda, dan sampai ditengah perjalanan menjadi 9 orang. Total hampir separuh group, cipika cipiki adu lelet di gerombolan Teletabis. Maklum, mereka yang bersepeda dikelas ini bukan mencari stamina. Sekedar berolahraga dan rekreasi dengan bersepeda santai

Bila pesepeda lain sudah bertemu dengan team paling belakang, urusanya bakal enga karuan. Dari foto fotoan, setiap tanjakan ikut TTB, yang pasti irit air minum, sampai kencing dimana saja. Gimana enga irit air dan kencing terus, enga keluar keringat, yang ramai cuma cekakak cekikik. Lihat jalan becek pasti minggir pelan, apalagi turunan panjang langsung pasang standar alias kaki kiri kanan dibuka lebar. Maklum, gerombolan ini masuk kelas 40-50 tahun keatas dan agak overweight, main sepedanya saja senin kamis. Tidak bisa melihat pemandangan bagus, langsung stop jepret sana sini gaya foto model. Tapi inilah suasana yang dicari, bersepeda dengan meminimalkan resiko, menikmati perjalan, happy dan santai.

Group Teletabis kadang suka di omelin sama komandan di depan. Soalnya mereka yang di depan sampai BeTe nungguin. Telatnya dari 5 sampai 15 menit. Saking leletnya, terkadang komandan di depan suka manggil pake HT. Tetap aja enga di gubris "Cak mattin tuh radio, ganggu konsentrasi foto aja", gituuu.  Untung aja kepala yang didepan enga tahu kalau kelompok biker super lelet ini malah sedang happy dibelakang

Dibawah ini sebagian cuplikan video. Dan serunya ada di tengah bagian video paling bawah.

Foto dibawah ini dari seluruh pesepeda PLCybro and Friend





Dibelakang kegitan awal sudah sibuk buang air, karena overload terlalu banyak minum



Giliran nanjak pasti dorong dorongan



Ini di Taman Safari, narsis jalan terus



Kalau jatuh bukan cepat ditolong, malah korbannya terpingkal pingkal sendiri



Salah satu view di Kondangan



Ini videonya, pegang perut pas durasi sudah ditengah



Bersepeda gunung itu bisa menjadi olahraga serius. Tetapi bagi sebagian pesepeda dengan stamina pas saja dapat menjadi ajang rekreasi.
Kalau enga lucu kami mohon maaf, kalau tayangannya lucu boleh di komentarin. Siapa tahu bisa membangkitkan suasana bagi rekan lain, yang memiliki stamina seadanya.