Kawasan ini terletak 15 km disebelah barat kota Serang atau 130 km di sebelah barat kota Jakarta, dan dapat dicapai dengan transportasi darat melalui Padarincang. Rawa Danau (dikenal juga dengan nama Ranca Danau) terdiri dari danau air tawar dengan panjang 10 km dan dikelilingi oleh hutan rawa air tawar.
Sebagian besar danau ini ditutupi oleh enceng gondok, kasau air dan tumbuhan air lainnya. Rawa Danau dikelilingi oleh gunung dan hanya memiliki satu saluran pengeluaran air (outlet) yaitu melalui Sungai Cidana. Gunung Tukung Gede yang termasuk di dalam kawasan ini, memiliki tipe habitat hutan hujan dataran rendah dan hutan rawa air tawar.
Hutan rawa air tawar di Rawa Danau merupakan salah satu yang masih tersisa di Jawa, dan meskipun sudah dalam keadaan rusak tapi masih tetap merupakan area terbesar yang masih tersisa di Jawa dan Bali. Sepertiga bagian dari Rawa Danau dipergunakan sebagai daerah persawahan, perkebunan, kolam ikan, serta pemukiman penduduk. Di dalam kawasan ini terdapat 5 desa yaitu Barugbug, Batukumung, Bugel, Citasuk, dan Kalumpang.

Hari Kamis, tanggal 3 February yang bertepatan dengan “Tahun Baru Imlek" tidak disia-siakan oleh Team Esia Gowes untuk mencoba track yang masih jauh dari publikasi umum dan dibuka oleh teman2 dari Seram (Serang All Mountain). Menurut teman-teman dari Seram, komunitas yang mencoba masuk melintasi Rawa Danau ini baru komunitas Trans TV, sekaligus mengambil liputan video berita untuk kawasan konservasi Rawa Danau ini. Jadi Esia Gowes adalah team kedua selain personil Seram yang sudah masuk track menarik ini.

Crew Goesbike yang mendampingi team Esia Gowes tiba tepat pukul 06.30 di Kantor Walikota Serang, tepat dimuka alun-alun Kota Serang yang menjadi titik kumpul paling mudah untuk para gowesers yang datang dari luar kota Serang untuk berkumpul. Tidak lama kemudian satu persatu anggota dari Esia Gowes dan team Seram sebagai “tuan rumah” mulai bermunculan di alun-alun yang sempat dihujani gerimis dipagi itu. Selain itu ada juga perwakilan dari PL Cybro, C4 dan Banten Cycling Club yang turut meramaikan total 17 peserta kali ini.



Setelah berkumpul semua, sepeda mulai loading ke Pick Up yang disediakan team Serang untuk dibawa menuju lokasi Start di sekitar Rawa Danau.

Lokasi Start tepat disisi jalan Raya dari Serang menuju ke Anyer ini langsung disambut dengan pemandangan gunung Parang dengan awan putih berarak yang posisinya lebih rendah dari batas pandangan lokasi start…. Menakjubkan….



Tepat pukul 09.00 pagi kami memulai doa dulu sebelum berangkat dengan didahului oleh Road Captain teman-teman dari Seram. Hanya 10 menit turunan, langsung belok kiri kami masuk ke Single Track dengan kontur lumpur becek menandakan hujan dimalam sebelumnya. Kondisi ini sangat menyulitkan untuk ban profil tipis (dibawah 2,10). Untuk mengatasi licin sehingga kehilangan traksi terpaksa kami harus “mengurangi” tekanan angin di ban depan maupun belakang agar tapak ban lebih menggigit kepermukaan lumpur licin yang siap melemparkan gowesers dari tunggangannya.

Kondisi tanjakan meskipun 10 – 15 derajat, tetapi sangat menyulitkan karena licinnya lumpur tersebut dan kondisi single track sehingga kalau gowesers depan turun dan TTB maka otomatis yang dibelakang akan ikut. Total 1,5 jam kami disiksa dengan tanjakan dan licinnya medan ini sebelum dibayar tuntas dengan track Light Down Hill selama 30 menit…!!!! Yang jelas membedakan track ini dengan track lain adalah dari kondisi pepohonan yang masih menutup track dibeberapa lintasan, sehingga langsung kami tahu bahwa track ini masih sangat jarang dilewati oleh para pesepeda. Perlu upaya extra dan kehati-hatian tinggi kalau tidak mau kepala atau mata terbentur dahan pohon yang melintang ditengah track.