Suasana Curug Luhur dan Legenda Gadis Sisir (kontain dewasa)

Image and video hosting by TinyPic

            Setelah bayar karcis gak lama seorang gadis baju putih melintas didepan kita secara cepat sambil meninggalkan aroma melati campur mawar (hua ha ha....., biar lebih seru gue tambahin dikit ceritanya yach), Bal...., nich dia model gadis yang mau pinjam sisir kekita pada saat touring pertama bareng Obeng dan Porki... Matanya melirik tajam kekita dan kemudian menghilang diantara deretan warung dimuka gerbang Curug Luhur. Area Curug Luhur ini cukup luas, dihiasi dengan Air Terjun utama dari ketinggian lebih dari 100 meter dan kemudian terbagi menjadi beberapa sungai kecil dibawahnya. Ada pemandian anak-anak, ada tempat buat berendam tepat dibawah air terjun (gue sama Porki sempet cuci sepeda disini... he he he....) dan ada banyak warung tempat makan dan istirahat ala kadarnya.


Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

            Tepat jam 10.15 kita naik dari air terjun setelah photo-photo narsis, dan memutuskan makan siang (atau sarapan??) di salah satu warung yang paling tinggi dan pandangannya lepas kearah situ. Menu nasi hangat, ampela ayam, tahu goreng, kentang balado menghiasi menu kami disiang itu.

 Image and video hosting by TinyPic

Ini wisata menurut kita memang asli untuk golongan middle-low; karena rombongan yang datang setelah kami asli dari kampung-kampung sekitar atau paling jauh mungkin dari Bogor kota atau Leuwiliang. Dari ngobrol-ngobrol dengan pemilik warung barulah terungkap legenda si Gadis Sisir itu... Penasaran.....???? Ternyata menurut si Ibu warung , rumah-rumah panggung dengan jendela berderet menghadap kegerbang Curug Luhur adalah kamar-kamar yang disewakan jam-jaman. Boleh kamarnya saja dan boleh juga kumplit (ambil isitilah Ibu warung) dengan isinya...... (maksudnya teh, tempat tidur sareng lemarina bu....????)

Ooooooooooooooooooo, itu toch makanya terungkap kenapa ada gadis yang dengan pandangan menggoda mau pinjem sisir ke Rudi Porki beberapa minggu lalu... Ternyata gadis itu penghuni dari kamar-kamar diseberang sono..... Pantesan.... Setelah puas makan pagi bukan dan siang bukan kita putuskan kembali ke IPB lewat jalan berangkat, meskipun ada saran lewat rute lain setelah nanya-nanya yang jaga warung... Tapi daripada kesasar mending lewat nyang udah tau ajalah....., deketnya bahasa orang kampung kan kita tau sendiri...... He he he...... Tapi Ibu warung kaget juga waktu tau kita genjot sepeda dari IPB Bogor lewat Cianangneng....., waduh...., berat amat tanjakannya...., kan enakan naik angkot kesini....????? Hua ha ha ha ha.......... Gue sama Bali sampe keluar aer mata ngelirik Camar sama Edo yang mesam-mesem kayak anak SMP kepergok nyium pacarnya oleh guru sekolah.....

Perjalanan pulang persis 45 menit sampe rumah Porki, dan sampe dipelataran parkir IPB persis jam 12 siang atau 1 jam perjalanan mbrosot dari atas kebawah.... Thanks for Edo, Camar, Bali yang sudah ikut bareng hari sabtu ini..., dan special thanks untuk teman-teman yang selalu memantau baik lewat telpon, sms dan liputan di miling.....



 Note:


Waktu ketemu gadis sisir kali ini gak ada yang takut.........., tapi waktu pertama ketemu gadis sisir sudah jam 7 malem...., tidak ada lampu dan ngajak ngobrolnya dibawah Pohon Beringin besar dipelataran parkiran Curug Luhur...... Pertanyaannya........, siapakah si gadis ditengah kegelapan yang minta pinjem sisir.....???? Kita buktikan dalam episode night right berikut di Curug Luhur

Tips mengendarai sepeda ke Curug Luhur :
  • Bawa sepeda seringan mungkin, copot semua asesoris yang gak perlu.
  • Kalau punya lebih baik pake ban slick, dan sementara ganti dulu ban pacul untuk mengurangi bobot sepeda.
  • Jangan percaya gigi paling enteng pasti akan memudahkan gowes ditanjakan berat. Ukurannya bukan gigi paling enteng, tapi kesesuaian antara power kita dengan ukuran gigi yang dipergunakan. Gue dan Bali sudah mempraktekkan, pake paling enteng malah sepeda naik keatas roda depannya, tetapi begitu agak diperbesar sedikit baru sepeda lebih enak dikendalikan.
  • Bawa air minum dan makanan secukupnya, banyak yang jugal dipinggir jalan kecuali mau naik malam hari.
  • Jangan mau meminjamkan sisir pada orang yang tidak dikenal, kecuali sudah bosan dengan kehidupan kota besar dan mau terus tinggal disekitaran Curug Luhur bersama di Gadis Sisir.....