Goesbike - http://www.goesbike.com
Jalan jalan ke Hutan Konservasi Bodogol
http://www.goesbike.com/articles/1306/1/Jalan-jalan-ke-Hutan-Konservasi-Bodogol-.html
Henry Pangemanan
Trainer and Communication
 
By Henry Pangemanan
Published on 12 May 2011
 
Main sepeda ke trek Bodogol Lido. Bila hari mendung, jalur ini memang menarik. Dari awal perjalanan menanjak, sampai di kantor Balai Konservasi Bodogol. Selanjutnya turunan penuh sampai menembus perkampungan penduduk. Medan cukup bervariasi, khususnya bila jalur tersebut habis hujan. Pesepeda bisa melihat pemandangan bukit dengan perkebunan penduduk.

Sekilas informasi jalur sepeda Bodogol terbaru
Pusat pendidikan konservasi alam Bodogol (PPKAB) merupakan satu lokasi yang berperan sebagai salah satu tempat untuk memperkenalakan kekayaan alam hutan hujan tropis kepada masyarakat umum dan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). PPKAB sendiri terbentuk atas prakarsa tiga lembaga, yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Conservation International Indonesia (CII), dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI). PPKAB mulai diperkenalkan secara umum kepada masyarakat luas pada tahun 1998. Sebagai peran PPKAB memperkenalkan Kekayaan alam hutan hujan tropis, penyadaran dan pelibatan masyarakan dalam kaitannya dengan perlindungan kawasan hutan menjadi tonggak dalam mempertahankan kawasan ini sebagai kawasan konservasi, pada tahun 2008 konsorsium PPKAB berubah menjadi Konsorsium Konservasi Alam Bodogol dengan beranggotakan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Conservation International Indonesia (CII), dan Yayasan Owa Jawa (YOJ).

Menuju ke Bodogol
  • Dengan menggunakan kendaraan pribadi (disarankan Kijang atau Four Wheel Drive). Melalui jalan tol Jakarta - Bogor - Ciawi, ke arah Sukabumi. Temukan Taman rekreasi – Lido di sisi Jalan Raya Bogor - Sukabumi, km 21, Cicurug. Temukan kantor CI – Lido untuk memperoleh informasi/ bantuan cara mencapai lokasi
  • Dengan menggunakan Kendaraan Operasional PPKA Bodogol (layanan dari PPKA Bodogol). Parkir Kendaraan pribadi dititipkan di Kantor CI - Lido. Staf PPKA Bodogol akan mengantar anda ke lokasi menggunakan four wheel drive dengan biaya sebesar Rp.300.000/ mobil ( max.6 orang/PP)
  • Sebelum masuk hutan Bodogol
  • Ingin bersepeda. Anda bisa parkir di parkiran hotel Lido atau taman rekreasi disamping hotel. Lalu melanjutkan naik keatas melalui jalan conblock. Dikenakan tarif Rp.10.000 x 2.






Bersepeda sampai ke kawasan Bodogol
Bodogol merupakan salah satu tujuan para pesepeda gunung untuk mencoba tracknya yang menarik.
Kombinasi medan yang dilalui mulai dari conblock, aspal hancur, tanah gembur, jalan semen, tanah gambut, batu makadam serta lumpur merupakan kombinasi yang sangat lengkap untuk mengasah ketrampilan para pesepeda disini. Untuk jenis sepeda yang disarankan memang jenis XC (Cross Country) atau AM (All Mountain) mengingat rute yang dilalui secara umum 50% menanjak dan 50% turunan yang cukup curam.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari sabtu tanggal 7 Mei 2011, salah satu komunitas sepeda di Jakarta yang menamakan dirinya Pangudi Luhur Cycling Brotherhood (PL Cybro) mengadakan acara Gowes Bareng Bodogol. Komunitas ini merupakan kelompok alumni PL Jakarta dari seluruh angkatan. Khusus untuk acara ini Gowes bareng dihadiri oleh 26 Gowesers, mulai dari angkatan 1980 sampai 1995. Peserta masih ditambah dengan beberapa gowesers tamu dari alumnus FISIP – UI, dan seorang anggota muda PL Cybro yang baru berusia 14 tahun (Dicky Pratama) dan juga satu Srikandi dari Crankberry yakni , mbak Ina Mahrina yang benar benar membuat semangat para peserta

Foto bareng di parkiran.


Awal perjalanan dipegang Ketua PLCybro sekaligus Road Captain  Bro Agung. Sekaligus menceritakan kondisi track, safety riding on the track, dan team pendamping dan sweepers dibelakang.
Etappe 1 ini berakhir di Pusat Konservasi alam Bodogol yang kurang lebih berjarak antara 8-10 km dari tempat start. Medan jalan dimulai menanjak, lalu datar melewati jalan kampung, masuk lagi ke perkebunan dengan jalan tanah sampai di pintu depan hutan Bodogol. Dari gerbang kecil tersebut naik lagi keatas melalui jalan cukup besar (1 mobil) ke atas. Pemandangan indah mulai terlihat saat jalan aspal mulai berganti dengan tanah sedikit licin karena semalam sempat hujan.

Single track yang harus dilewati ditengah tanah liat licin, dan dibeberapa tempat harus berpapasan dengan sepeda motor penduduk yang membawa hasil bumi. Diperjalanan sebagai penunjuk jalan, sepeda Agung patah RD. Dan harus turun balik kebawah.

Bro Josef Wenas yang lebih dikenal dengan panggilan Ocep menganti posisi serep menjadi pimpinan regu didepan. Kehormatan dan salut untuk “Fashion Biker”

Foto biker paling muda, anak saya Dicky 14 tahun di dampingi senior biker



Di depan gerbang Bodogol. Mereka yang membawa kendaraan bisa parkir di depan portal. Selanjutnya jalan kaki keatas. Untuk sepeda bisa naik sampai ke kantor hutan konservasi Bodogol


Sampai di kantor hutan konservasi Bodogol.




Ini jalur bahagia setelah meninggalkan kantor hutan konservasi Bodogol
Awal perjalanan , dominasi jalan lebih banyak menanjak. Di Etappe 2 ini yang kami temui adalah turunan, turunan. Hampir 90% sebelum memasuki perkampungan, turunan yang ditemui adalah single track ditengah hutan hujan tropis disekeliling kami. Tunggu dulu, ada yang seru. Satu persatu peserta terbanting karena medan yang dilalui menjadi licin, turunan curam, belokan patah dimana dihadapannya terhalang pohon pinus besar, sampai pipa air licin yang harus dilalui. Jebakan kubangan yang terlihat tidak dalam tetapi mampu melemparkan sepeda bersama pengendaranya

Dirute ini kita menyebut , dari Fashion Biker berubah menjadi Dakocan Biker karena mulai dari ujung helm sampai sepatu, semua terkena lumpur. Beberapa pesepeda harus berhenti dulu membersihkan lumpur yang menempel di sepatu maupun ban dan RD serta FD. Oh iya, yang kami namakan Fashion Biker ini adalah anggota member yang memang selalu tampil Dandy dan berwarna warni, mulai dari baju, celana, sampai sepedanya tentunya.... Alasannya tentu untuk lebih terlihat menyala saat diphoto, dan sesuai dengan moto para Fashion Biker, Kata puitis " Gak photo gak jalan...











Foto setelah keluar single trek, menuju perkampungan





Beberapa peserta yang ikut dalam gowes bareng ini;
Toto, Ait (80), Hafid (82) Dennis, Pras (84), Dodi dan Palgunadi (85), Agung, Ocep, Sihar Sitorus, Henry Caqil, Yanto Camar, Dodi Wijoyo (87) Wawan (88), Sandy, Rubismo Bupat, Bhisma  (90) Omar, Aryo (92) Benny (95).
Gowesers yang gambreng bareng; Team Astiya Puri Bintaro: Uke, Reza, Pak Wid. Dari ex Fisip UI Om Oki, Dari Crankberry mbak Ina Mahrina dan dari SMP Santo Markus Cycling Club Dicky Pratama.