Goesbike - http://www.goesbike.com
Trek sepeda Bangka Belitung, Tour de Babel Island SJN
http://www.goesbike.com/articles/1324/1/Trek-sepeda-Bangka-Belitung-Tour-de-Babel-Island-SJN.html
Henry Pangemanan
Trainer and Communication
 
By Henry Pangemanan
Published on 24 May 2011
 
Trek sepeda Bangka Belitung, jalur sepeda wisata dengan pantai indah. 4 hari perjalanan, budaya etnik sampai menemukan perkampungan penduduk Bali tetap ada disana. 44 peserta dari SJN, 2 dari Singapura, 1 Malaysia dan 1 asal Inggris.Acara diselengarakan oleh Sepeda Jelajah Nusantara untuk acara Tour de Babel Island dari 14, 15, 16 dan 17 Mei 2011.

Sekilas pulang Bangka Belitung Sepeda Wisata


Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik. Total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001.

Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatra Selatan



Provinsi Bangka Belitung mulai terkenal sejak diangkatnya Novel karya Andrea Hirata yang berjudul “Laskar Pelangi” kelayar lebar. Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Kesuksesan dari novel serta film Laskar Pelangi antara lain karena jalinan ceritanya yang begitu menarik, disertai latar belakang alam di pulau Belitung mulai membuka mata banyak orang; bahwa kecantikan pantai Belitung yang digambarkan dalam film ini benar-benar luar biasa dan patut untuk dikunjungi secara langsung.

Hal inilah yang antara lain membuat komunitas Sepeda Jelajah Nusantara membuat rencana untuk mengunjungi Bangka Belitung dengan tema Tour de Babel Island. Acara ini direncanakan berlangsung selama 4 hari full, mulai dari tanggal 14 Mei sampai dengan 17 Mei 2011 dan diberi judul Sepeda Jelajah Nusantara Serie Wisata 1.

Sebagai informasi tambahan, komunitas Sepeda Jelajah Nusantara ini didirikan sejak tahun 2004 lalu, dan mempunyai tujuan mulia yakni memperkenalkan wisata alam Indonesia yang indah dengan bersepeda. Komunitas Sepeda Jelajah Nusantara ini sudah mengadakan 10 serie dan telah mengunjungi daerah seluruh Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumatra dan Sulawesi. Seluruh track yang dijalani sebagian besar adalah track off road mulai klasifikasi ringan, sedang sampai berat.

Yang membedakan antara Seri 1 sampai dengan 10 dan Seri Wisata adalah medan penjelajahan bersepedanya. Khusus serie wisata ini sesuai dengan judulnya maka diperbolehkan membawa seluruh jenis sepeda, baik MTB, Seli, Road Bike. Tentunya panitia sudah memisahkan antara track untuk MTB dengan track untuk

Hari Pertama, Sabtu 14 May 2011
Trek sepeda Bangka Belitung, jalur sepeda wisata dengan pantai indah. 4 hari perjalanan, budaya etnik sampai menemukan perkampungan penduduk Bali tetap ada disana. Total 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, 2 dari Singapura, 1 Malaysia dan 1 asal Inggris. Acara diselengarakan oleh Sepeda Jelajah Nusantara untuk acara Tour de Babel Island dari 14, 15, 16 dan 17 Mei 2011.

Berangkat dari Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta – Jakarta, mulai pukul 04.00 para peserta mulai kumpul dan siap terbang menuju Tanjung Pandan dengan pesawat Sriwijaya Air sebagai salah satu sponsor acara ini. Total tercatat 44 Peserta yang mendaftar dan berangkat mengikuti acara ini.



Peserta yang menggunakan MTB tercatat 44 orang, menggunakan Seli 4 orang dan 1 orang menggunakan Road Bike. Khusus untuk pemberangkatan pagi itu para peserta dibagi menjadi 2 group. Group pertama berangkat pukul 07.00 berjumlah 28 orang, dan group kedua berjumlah 16 orang berangkat pukul 10.00 pagi. Tujuan penerbangan adalah Bandara H. A. S. Hanandjoeddin – Tanjungpandan Pulau Belitong.



Hari pertama ini Group 1 sempat menikmati track off road di seputaran Bandara, dan dilanjutkan perjalanan sampai siang hari ditengah guyuran hujan lebat menuju Lokasi Wisata Tanjung Binga. Sepanjang jalan dikelilingi hutan hujan tropis dengan tumbuhan vegetatif dan beberapa kali melintasi area pasir luas ex pertambangan timah yang sudah ditinggalkan.

Provinsi Kep.Bangka Belitung memiliki berbagai jenis tumbuhan dan satwa langka yang dilindungi. Terdapat lebih kurang 33 jenis tumbuhan dan satwa dilindungi di seluruh Provinsi Kep. Bangka Belitung. Dari 33 jenis tersebut, beberapa diantaranya yaitu jenis satwa kukang (Nyceticebus coucang), rusa bawean (Axis kuhlii), ikan duyung (Dugong dugon), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), pohon gaharu (Aquilaria malaccensis), pohon ramin (Gonystylus bancanus), anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) dan buaya muara (Crocodillus porosus), termasuk dalam daftar Appendiks I CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) yang menunjukkan bahwa satwa tersebut dalam keadaan terancam punah. Selain itu, terdapat salah satu spesies elang laut (Haliaeetus leucogaster), lumba-lumba, mentilin/monyet mini (Tarcius bancanus), trenggiling (Manis javanica), hewan akar bahar (Antiphates), biawak (Varanus salvator), lutung (Trachypithecus auratus), burung hantu (Otus angelinae), musang congkok (Prionodon linsang), burung betet (Psittacula alexandri), burung beo (Gracula religiosa) dan monyet (Macaca tonkeana) yang masuk dalam daftar Appendix II CITIES




Sayangnya beberapa jenis satwa tersebut tidak dapat kami temui sepanjang perjalanan, kecuali kicauan burung yang dibeberapa tempat.



Perjalanan hari pertama diakhiri di Pantai Tanjung Kelayang, dan acara menyebrang ke Pulau Lengkuas terpaksa dibatalkan karena hari sudah mendekati senja saat rombongan kami tiba disini. Malam diakhiri dengan perjalanan menggunakan bis menuju kota Manggar tempat kami bermalam di Pulau yang indah. Perjalanan puluhan kilometer bersepeda ditambah 2 jam didalam bis membuat seluruh peserta tertidur pulas malam itu, baik yang mendapatkan jatah menginap di hotel, maupun yang bermalam dirumah dinas Bupati Manggar yang menjadi tempat kami beristirahat malam itu.

Hari kedua, Minggu 15 May 2011
Hari kedua ini kami diberikan sambutan langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur beserta Asisten Daerah Belitung Timur sekaligus melepas perjalanan hari kedua di Pulau Belitong ini.





Tujuan hari kedua ini adalah Kampung Bali, satu kampung yang sangat unik ditengah Pulau Belitong ini, karena merupakan satu kampung yang penduduknya sebagaian besar adalah ex transmigrasi asal Pulau Bali. Di Belitong ini mereka berjumlah lebih kurang 140 kepala keluarga, tetapi mereka masih mempertahankan adat istiadat daerah asalnya dengan tetap membuat rumah dengan ciri Bali, membangun pura untuk beribadah, dan tentunya melestarikan tarian-tarian Bali, yang dikuasai dengan baik oleh para kaum muda di Kampung Bali – Belitong ini.



Setelah melepas penat dengan menikmati santapan siang disertai air kelapa muda, kembali kami dibawa oleh Bis yang sudah menanti menuju Pantai Tanjung Tinggi; satu pantai yang sudah mendunia keindahannya dan menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi.



Tiada kata terucap dan hanya keheningan seraya mengucap asma Allah tatkala rombongan kami satu demi persatu turun dari kendaraan dan mulai meyusuri pantai yang indah ini. Sungguh besar kuasa pencipta kita, dan benar-benar manusia serasa tak berarti dihadapan hasil karyanya yang maha agung berupa pantai yang indah ini.



Sementara belum puas berenang, menyelam dan menikmati pemandangan yang demikian indahnya, ternyata waktu terus berlalu dan kami harus menggowes kembali sepeda kami menuju kota Tanjungpandan tempat kami bermalam dihari kedua dipulau Belitong ini.

Suasana mengharukan saat kami bersepeda memasuki kota Tanjungpandan dengan diiringi komunitas sepeda lokal, diantaranya team PLN Tanjungpandan dengan disertai sambutan masyarakat disekeliling jalan tempat kami memasuki kota.







Malam kedua ini diakhiri dengan santap malam bersama dan sambutan kembali oleh Bapak Bupati Belitung, Kepala Dinas Pariwisata dan juga sambutan berupa tarian2 daerah serta penjelasan mengenai potensi wisata Belitong kedepannya. Malam semakin larut dan kamipun terlelap dengan segala kenangan indah Pantai Belitong yang tak mudah untuk pudar.

Hari Ketiga, Senin 16 May 2011
Matahari belumlah keluar dari peraduannya saat kami sudah mulai berkemas untuk segera menuju pelabuhan laut Tanjung Pandan untuk naik Jetfoil mengarungi Selat Gaspar yang memisahkan Pulau Belitong dengan Pulau Bangka. Seluruh peserta mendapat tempat di VIP, dan sepeda kami semua ditempatkan dibagian depan Jetfoil. Lambaian nyiur serta debur ombak lembut serasa berat melepas kami meninggalkan Pulau Belitong menuju Pulau Bangka.





Lama perjalanan 3 jam melintasi Selat Gaspar sempat membuat beberapa peserta tertirup. Sementara sebagian lainnya tidak mau melewatkan waktu berlalu dengan membuat photo dengan latar belakang langit yang membiru dipagi itu.



Tepat pukul 12.00 siang yang terik, jetfoil kami mulai merapat di darmaga Sungai Liat, dan komunitas sepeda lokal Bangkapun sudah siap memandu kami untuk bersepeda ria di Pulau Bangka yang tidak kalah indahnya pula dengan pulau Belitong




Lokasi makan siang hari ketiga ini adalah Pantai Air Anyir, dimana para peserta dengan lahap menghabiskan makanan dan minuman yang sudah tersedia. Panas mentari mulai terasa menyengat siang itu.

Setelah menghabiskan waktu untuk makan, beristirahat dan beribadah, kembali kami menggowes tunggangan kami menuju Pantai Matras yang merupakan tujuan akhir perjalanan hari ketiga ini. Kembali sambutan tarian tradisional serta upacara adat menyambut kedatangan team Sepeda Jelajah Nusantara di Pantai Matras ini. Benar-benar hangat suasana makan ikan bakar, sup ikan disertai band lokal dan kejutan menyenangkan untuk salah seorang peserta yang berulang tahun hari itu, yakni Dr. Yusri.... Semoga berkesan ulang tahun kali ini pak Dokter. Malam itu kami menginap di kota Muntok, 3 jam perjalanan dari Pantai Matras ini


Hari keempat, Selasa 17 May 2011
Tak terasa hari keempat atau hari terakhir petualangan ini tiba sudah. Terasa berat badan ini meninggalkan peraduan masing-masing mengingat kebersamaan dalam 3 hari terakhir yang semakin lama semakin kian erat ternyata harus berakhir juga.

Hari ini kembali panitia membagi peserta menjadi 2 kelompok besar, kelompok pertama MTB menuju Gunung Menumbing dan finish di wisma Ranggam.
Kelompok kedua Road Bike dan Seli menuju lokasi  Batu Balai sebelum menuju ke Wisma Ranggam sebagai lokasi akhir seluruh perjalanan Sepeda Jelajah Nusantara Seri Wisata ini.



Tepat di puncak Gunung Menumbing terdapat rumah bersejarah tempat beberapa pemimpin negara republik Indonesia sempat ditahan oleh penjajah Belanda. Beberapa peninggalan Bung Karno, Haji Agus Salim serta ex Wakil Presiden Mohammad Hatta bisa ditemui dipuncak Gunung Menumbing yang sunyi serta jauh terpencil dari lokasi penduduk sekitar. Tidak terbayangkan bagaimana suasana tempat ini saat para pendiri republik ini diasingkan disini.







Akhirnya perjalanan petualangan ini benar-benar berakhir di Wisma Manggar. Salah satu tempat bersejarah dimana Bung Karno juga pernah ditahan dibangunan ini. Masih terawat dengan baik wisma Manggar termasuk kamar tempat Bung Karno sempat menjadi tahanan.

Penutupan acara dan pelepasan peserta dilakukan oleh Bupati Bangka Barat setelah kami menikmati hidangan makan siang serta tarian dan juga drama perjuangan jaman kolonial dulu.



Benar-benar perjalanan yang tidak terlupakan, ucapan salut untuk seluruh panitia Sepeda Jelajah Nusantara serta seluruh peserta yang saling mendukung dan memberi support selama mengikuti trip ini, termasuk juga tentu para Bupati dan Wakil Bupati di Pulau Belitong dan Pulau Bangka, Kepala Dinas Pariwisata serta komunitas sepeda lokal di Belitong dan Bangka, dan juga kepada masyarakat Belitong dan Bangka yang memberikan sambutan luar biasa hangat kepada seluruh peserta Sepeda Jelajah Nusantara serie Wisata 1 – Bangka & Belitong.

Henry Pangemanan

Bersama peserta dari Malaysia.