Setelah menyelesaikan makan siang, kembali kami melanjutkan perjalanan. Ternyata setengah hari perjalanan pertama baru separuh jalan dari total jarak 20 km yang harus kami tempuh hari itu... Hanya 20 kilometer..

Ini masih nasib baik,karena tidak diguyur hujan deras. Pengalaman beberapa teman lain, mereka sampai di Ciptagelar jauh melewati maghrib karena medan berlumpur. Jalur semakin sulit ditembus karena karakter lumpur tanah yang menempel di ban sepeda. Walau hari tidak hujan bukan berarti medan yang dilewati lebih ringan, 80% dari perjalanan hari ini dilakukan dengan Tuntun Bike (TTB), Dorong Bike, Tarik Bike dan Gotong Bike...

Hampir seluruh peserta gowes hari ini mendapat bonus “Jatuh Bangun” mulai dari 1 kali sampai beberapa kali. Bahkan sebagian peserta sempat nyeletuk, “Inilah track paling adil untuk para gowesers. Sepeda harga 100 jutaan dengan yang harga 4,5 juta paling selisih sampainya 5 menit saja. Pakai Rem Saint 4 piston vs Rem V-Brake sepedanya Jasson ternyata harus sama-sama dorong, karena turunan terlalu curam dan licin untuk dilewati


Menuju Negri dibalik Awan, Kasepuhan Ciptagelar

Mendekati pukul 3 sore sampai dengan menjelang pukul 4 sore tibalah rombongan kami di Kasepuhan Ciptagelar. Setelah membersihkan diri dan mengganti baju , rombongan bertemu dengan Abah Ugi dan Pak Yoyok sebagai kerabat di Ciptagelar

Menjelang tiba di desa Ciptagelar.



Tiba diKasepuhan Ciptagelar



Rumah gede (rumah besar) Ciptagelar untuk bermalam.



Malam hari Road Captain Om Hendra Munandi dan crew Goesbike bertemu langsung dengan Abah Ugi. Beliau bercerita tentang asal mula dari Kasepuhan ini dan sampai tahap saat ini dimana Kasepuhan Ciptagelar sudah memiliki Radio dan Televisi sendiri yang dinikmati oleh warga Ciptagelar. Hal ini tidak lepas pengurusan Abah Ugi yang memang menggemari elektronika sehingga disalurkan dalam bentuk Televisi dan Radio yang bisa dinikmati warga sekitar.

Desa Ciptagelar sendiri juga mempunyai adat istiadat turun temurun yang masih dilakukan sampai sekarang. Kegiatan budaya tersebut banyak mengundang wisatawan baik lokal maupun manca negara. Terlihat foto yang ada di dinding Imah Gede, foto para wisatawan lokal maupun manca negara yang pernah datang dan tinggal dalam waktu cukup lama di Kasepuhan Ciptagelar. Tidaklah heran jika Ciptagelar ini sangat dikenal dikalangan off roaders, bikers, gowesers maupun para pendaki gunung yang sudah berulangkali datang kesini. Acara malam hari ditutup dengan Kambing Guling plus Soto