Goesbike - http://www.goesbike.com
Tentang ban dalam sepeda, memilih ketebalan ban dalam untuk sepeda gunung
http://www.goesbike.com/articles/1389/1/Tentang-ban-dalam-sepeda-memilih-ketebalan-ban-dalam-untuk-sepeda-gunung.html
Ishak Danuningrat
Ishak Danuningrat.
Likes folding bike and trail bike,
likes food and traveling too.

How about you?
 
By Ishak Danuningrat
Published on 5 July 2011
 
Memilih ketebalan ban dalam sepeda gunung memiliki fungsi dan pemakaian berbeda. Pabrik ban sepeda memberikan beberapa klasifikasi sesuai pemakaian. Umumnya informasi produk sudah diberikan pada box ban, seperti berapa ketebalan kulit ban dalam. Semakin tebal dinding ban dalam, semakin kuat dan tahan terhadap benturan..

Model ban dari produsen, Maxxis dan Panarecer inner tube
Memilih ketebalan ban dalam sepeda gunung memiliki fungsi dan pemakaian berbeda.

Pabrik ban sepeda memberikan beberapa klasifikasi sesuai pemakaian.

Umumnya informasi produk sudah diberikan pada box ban, seperti berapa ketebalan kulit ban dalam

Semakin tebal dinding ban dalam, semakin kuat dan tahan terhadap benturan.

Misalnya pemakaian ban untuk sepeda downhill mengunakan paling tebal, sedangkan ban untuk race mengunakan lapisan lebih tipis.

Sebagian pesepeda sudah mengetahui perbedaan ketebalan ban serta untuk pemakaian apa saja.

Tetapi ada saja pesepeda yang belum mengetahui perbedaan tersebut.

Terkadang memilih ban tipis dan ringan, belum tentu memberikan keuntungan bagi pemakainya. Salah memilih ban dalam akan merepotkan anda sendiri.

Dibawah ini keterangan sebagai contoh standar masing masing produsen ban untuk ukuran 26 inch dengan lebar 1.9 inch keatas.



Maxxis



Tipe Tebal Berat Pemakaian
Flyweight MTB Tube 0.45mm 95g Ditujukan untuk kecepatan, umumnya digunakan untuk race. Kekurangan tidak tahan terhadap benturan dan mudah bocor
Ultralight MTB Tube 0.6mm 110-126g Pemakain untuk race dan lebih tahan dari tipe diatas.
Welter Weight MTB Tube 0.9mm 160-200g Lebih tahan terhadap benturan. Cocok digunakan untuk pemakaian umum
Freeride 1.2mm 295g Dirancang untuk medan berbatu dan tahan benturan sehingga lebih tahan pecah.
Downhill Tube 1.5mm 400+g Sangat kuat karena lebih tebal, dan lebih tahan bila tekanan ban mengunakan tekanan rendah

Maxxis menempatkan bobot ban 160-200g untuk pemakaian biasa. Diatasnya ada 2 model, 2x lebih berat dan lebih tebal untuk ban heavy duty.

Sedangkan versi ringan dibagi dua, teringan dengan 0.95g dan ketebalannya separuh dari model ban medium



Panaracer


Panaracer memiliki 2 model ban saja untuk inner tube sepeda MTB. Umumnya mengunakan bahan Latex yang ringan dan lebih tipis. Latex digunakan sebagai bahan ban dalam sepeda gunung dengan alasan lebih fleksibel dari bahan karet. Konon ban jenis ini sama kuatnya tetapi lebih menguntungkan dengan bobot lebih ringan.

R’AIR

Mengunakan bahan latex ringan

TUBE SIZE WEIGHT VALVE/LENGTH
26 x 1.0-1.25 70g. Presta 32mm
26 x 1.0-1.25 71g. Presta 48mm

SUPER TUBE

Memiliki keunggulan lebih tipis dan ringan, tetapi kuat. Panaracer mengatakan tipe Super Tube dapat dipakai untuk sepeda DH. Beratnya hanya separuh dari model Maxxis.

Panaracer memberikan kekuatan dengan bobot ban diatas 230g untuk ban medium. Lebih berat dari Maxxis bagi ban dengan bahan karet alam

TUBE SIZE WEIGHT VALVE/LENGTH
26 x 1.625-2.10 230g. Presta 32mm
26 x 1.625-2.10 230g. Schreader
26 x 2.1-2.5 360g. Presta 32mm
26 x 2.1-2.5 360g. Schreader


Continental dan Kenda inner tube, tip memilih ban dalam
Continental inner Tube



Continental memilih bahan karet alami. Tidak banyak pilihan untuk tipe medium dan heavy duty. Kecuali bagian ban race, ditempatkan 2 model dengan berat 100-126g.

  Pemakaian   Ukuran     Berat     Bahan
MTB 26 26x1.75/2.5 47/62-559 155g MTB Butyl
MTB 26 Downhill 26x2.5-2.8 62/70-559 350g MTB butyl
MTB 26 Light 26x1.75/2.5 47/62-559 126g MTB Butyl
MTB 26 Supersonic 26x1.75-2.1 47/54-559 100g MTB Butyl










Kenda



Produsen ban Kenda cukup serius memberikan kemampuan produk ban dalam sepeda. Kenda memiliki 3 model ban dalam, dari ringan, kuat dan sangat kuat. Tipe heavy duty saja sudah menyamai berat ban Maxxis untuk Downhill. Sedangkan Kenda masih menempatkan 1 ban diatasnya yang lebih kuat. Seperti ban tipe DH memiliki berat diatas 500g  dengan ketebalan ban untuk Downhill setebal 2.25mm.



Ban dalam Kenda dibagi dengan beberapa model dengan 1 fitur ban anti bocor
Kenda Kwik Seal memiliki cairan pelindung didalam ban untuk mencegah kebocoran
Kenda Ultra Light dengan tebal 0.6mm
Kenda Torn Resistant dengan tebal 1.2mm
Kenda Heavy Duty dengan tebal 2.25mm.


Product Size Weight_grams Valve Type
Heavy Duty tube 26x2.35/2.75 375+-19 Presta
Heavy Duty tube 26x2.35/2.75 375+-19 Schrader
Downhill tube 26x2.4/2.75 680+-34 Presta
Downhill tube 24x2.4/2.75 595+-30 Schrader
Downhill tube 26x2.4/2.75 680+-34 Schrader
Super Lite tube 26x1.9/2.125 143+-7 Presta
Super Lite tube 26x1.9/2.125 143+-7 Schrader
Super Lite tube 26x1.9/2.125 143+-7 Presta Removable





Tip memilih ban dalam sepeda gunung.

Ketebalan ban, sesuaikan dengan medan lintasan untuk sepeda Kebocoran ban dalam bukan hanya disebabkan benda tajam Ban dengan dinding lebih tebal lebih tahan untuk tekanan rendah Memilih ban ringan, sedang , kuat atau paling kuat Tekanan ban, ban besar dan pilihan dinding ban dalam.

Semakin tebal ban dalam sepeda, semakin tahan terhadap benturan sehingga tidak mudah bocor.

Untuk pemakaian race umumnya mengunakan ban ringan dan tipis karena untuk kecepatan.

Ban dalam yang tipis tidak direkomendasikan untuk pemakaian biasa.

Ban bocor bisa terjadi karena ban dalam bergesekan dengan permukaan ban luar atau bagian velg / rim.

Kebocoran sering terjadi bila ban diberikan tekanan angin terlalu rendah (snakebit).

Dari kedua penyebab diatas, hal terpenting adalah memilih ketebalan ban yang benar.

Ban akan mudah bocor bila dinding ban terlalu tipis, atau tekanan ban terlalu rendah.

Tekanan ban terlalu tinggi dapat merusak ban luar. Benang akan putus dan keluar lalu menusuk ban dalam.

Seperti sepeda downhill dengan lebar ban diatas 2.4 inch, memerlukan tekanan angin lebih rendah dalam meredam benturan

Disini diperlukan ban khusus yang lebih kuat dan dinding ban lebih tebal.

Korelasinya, gunakan dinding ban lebih tebal bila memakai tekanan rendah.

Tergantung kebutuhan anda dan pemakaian.

Bila anda mengunakaan untuk XC, sebaiknya mengunakan ban dalam tipe menengah (standar) atau tipe diatasnya.

Mengunakan ban dalam terlalu ringan dan dinding tipis memberikan resiko ban bocor ketika digunakan sehari hari.

Bagi mereka yang mengunakan ban sepeda gunung dengan ukuran lebih besar, misalnya diatas 2.2 inch. Dan mengandalkan tekanan ban rendah, ada baiknya memilih satu tingkat ketebalan ban yang lebih kekuatan.

Dari keterangan diatas, anda bisa mengetahui bahwa produsen ban memiliki beberapa tipe dan spesifikasi ban dalam berbeda. Produsen membuat perbedaan dalam teknologi , bahan dan pada medan yang dilalui.
Apakah ban dalam dibuat dari karet alami atau bahan latex yang ringan, apakah dinding ban lebih tebal agar lebih kuat, atau mengunakan cairan pelindung ban sehingga tidak mudah bocor. Bila anda sering berkendara sepeda, dan terlalu sering mengalami kebocoran ban. Ada baiknya memperhatikan jenis ban yang anda gunakan.

Keterangan diatas diperuntukan bagi ban non-tubeless

Dari semua yang ditawarkan, dengan mudah kualitas ban dalam sepeda dibagi dalam 3 kelompok Ban ringan untuk race, ketebalan sedang untuk kebutuhan sehari hari, atau ban tebal untuk kekuatan. .
HIndari membeli ban dalam dengan pertimbangan : harga murah, lebih mahal, lebih kecil bila di lipat di tas atau lebih ringan. Kenali produk yang anda beli, dan lihat spesifikasi yang diberikan oleh produsen, kenali teknologi yang ditawarkan, lalu sesuaikan dengan kebutuhan anda. Salah membeli ban dalam dengan dinding tipis tetapi ringan akan menjadi masalah selama perjalanan anda.