2 pengendara sepeda listrik mencoba menaklukan gurun Namib sepanjant 2.900 km. Ide awal perjalanan tersebut untuk memperkenalkan sepeda listrik ke masyarakat bahwa sepeda listrik itu handal, murah untuk alat transportasi.
Rupert Nanni dengan eZeebike sebagai pendiri Wai Won Ching melakukan perjalanan sejauh dari Katima Zamezi ke Namibia di Cape Town Afrika selatan.

Perjalanan setiap hari dilakukan membutuhkan 2 baterai di tengah terik udara gurun. Untuk menjaga kondisi sepeda tetap prima, diperlukan ektra minyak rantai saja. Masalah sempat terjadi ketika kontrol elektronik motor sepeda mengalami overhetaing, tetapi cukup dituangkan air diatasnya. Maklum saja, kondisi panas di gurun mencapai 40 derajat C.

Mereka melakukan 14 hari perjalanan dengan rata rata 210km perhari dengan kecepatan 28km perjam. Terjauh pernah ditempuh sejauh 312km.

Rupert mengatakan hal yang menantang adalah jalan yang berdebu di gurun Namib. Saya sudah sering melakukan jelajah dengan sepeda gunung. Tetapi baru kali ini menemukan jalan yang berkelikir dan pasir sampai sulit dilintasi. Saya hanya mengatakan, jalur ini mungkin tidak bisa ditempuh dengan sepeda biasa.
Ekspedisi ini dilakukan untuk mencari dana bagi sebuah yayasan di Belanda yang membantu masyarakat miskin di Afrika untuk memiliki sepeda.

Tentang sepeda yang digunakan dalam petualangan ini. Tipe sepeda listrik eZee dengan ban 28 inch, baterai 37V 10Ah Lit-ion, motor tipe Brushless dengan putaran 250rpm tetapi dirubah menjadi 300rpm.