Goesbike - http://www.goesbike.com
Trek sepeda Cimanggis Tapos
http://www.goesbike.com/articles/1410/1/Trek-sepeda-Cimanggis-Tapos.html
- -
Penulis artikel
Dikumpulkan dari berbagai nara sumber dan rekan rekan lain yang ikut menyumbangkan artikel, data, GPS untuk http://Goesbike.com
 
By - -
Published on 17 July 2011
 
Jalur sepeda gunung, dimulai dari  Cimanggis rumah makan Kalimantan ke Tapos. Total jarak sekitar 30 km, rute turun naik di 6 titik. Total 15 pesepeda mencoba trek Cimanggis Tapos.

Track Mountain Bike Cimanggis Tapos
Sabtu 16 Juli 2011 menyelesaikan dengan sukses jalur Komunitas Jalan Tanah sepanjang 30.15km.


 
Start dimulai dari rumah makan Kalimantan. Perjalanan dimulai pada jam 07:33 , terlambat 33 menit dari rencana semula akibat ada beberapa peserta yang terjebak antrian di pintu gerbang tol Cibubur Utama.

Saat saya melintasi gerbang tersebut sekitar jam 0635, antrian mungkin sudah sekitar 350-400m. bukan main, mobil semakin banyak, jalannya tidak bertambah. keluar resto Kalimantan kearah kiri, kami disuguhi jalanan aspal yang cukup untuk 2 mobil saja. Sedikit tanjakan yang tidak berarti karena kecepatan genjot sama sekali tidak terpengaruh. Lalu melewati beberapa jalan menurun yang lumayan. Terbayang dibenak hitung2an seberapa banyak jalan menurun, sebanyak itu pula tanjakannya. Kami dibawa meninggalkan jalan aspal, masuk ke jalan yang lebih sempit dan sudah masuk daerah Tapos. suasana seperti masuk kejalan kampung dengan rumah di kanan kiri jalan, cukup dekat.

Akhirnya kami masuk ke single track juga, melewati lapangan bola. tiba2 masuk jalan setapak dengan rumput alang2 yang tinggi, jalan berkelok ada bagian yang menurun cukup teknikal, dan tentunya tanjakan. Sebetulnya turunan dan tanjakan tersebut biasa saja tapi karena dijalan setapak menjadikan sulit, itulah gunanya MTB bukan..

Ada bagian turunan cukup curam kearah sungai kecil dengan jembatan besi sempit dengan alas kayu dan bambu. Lalu menanjak kembali. Bagian jalan tanahnya cukup membuat kami semua terkesan, lalu, masuk jalan makadam, yang semestinya jalan aspal menurun. Ada bagian gundukan yang bisa membuat sepeda dan penunggangnya melayang sebentar di udara. melewati jembatan, menyebrangi jalan tol jagorawi (lewat kolong), menanjak dan tibalah kami di MTB Jalan Tanah Rest Area.
 
Cukup lama kami beristirahat di rest area ini. bertemu tim sepeda lain. 30 menit lebih kami beristirahat, rasanya sudah tidak tahan ingin segera genjot lagi. Tapi pak Ferry, anggota komunitas Jalan Tanah, masih santai2 saja, duduk di tangga depan rumah penduduk sambil menikmati kreteknya. Saya baru tahu kemudian, beliau sengaja agak berlama-lama, menunggu rombongan yang lebih dulu tiba di rest arean untuk jalan kembali. Sambil memperhitungkan waktu tiba kembali di resto Kalimantan. Dengan cara seperti itu rombongan kami lebih bebas menentukan jalur mana yang akan diambil tanpa harus terganggu oleh rombongan dibelakang.
 
Dari rest area, kami menyusuri jalan aspal rusak lalu masuk ke jalan setapak. Melalui perkebunan, berkelok diantara pepohonan - jika ragu waktu berbelok, handle bar bisa menabrak batang pohon - jalan turun dengan tebing disebelah kanan dan sawah di kiri. Cukup menantang. di jalan ini, 4 orang gaek jatuh...hahahaha... yang paling parah, fotographer kita nyemplung ke sawah. kaki kanan, sampai dada berubah coklat. Yang menyebalkan menurut sang photographer, ada yang teriaj, kamera awas... hahaha. Bukannya menolong malah mau menyelamatkan kameranya dulu.. ada betulnya, kalau kameranya rusak, berarti rekaman perjalanan kami juga hilang.

Setelah pematang sawah, kami menyebrangi jembatan gantung dengan bambu sebagai alasnya. tidak bisa genjot, sepeda harus dituntun dan mesti hati2 karena ada bagian bambu yang keropos, belum lagi jembatan tersebut bergoyang2. setelah jembatan, jalan menanjak sekitar 35 derajat, tuntun sepeda adalah hal yang paling masuk akal. melewati hutan karet, tibalah kami di makam uka uka, yang katanya sering dipakai shooting film, istirahat sambil menunggu rombongan yang tercecer dibelakang.
 
Saat istirahat, kami bertemu kembali dengan rombongan2 pesepeda. menurut pak Ferry, mereka melewati jalur 'mudah', sedangkan kita lewat jalur 'sulit'. 5 menit kemudian, kami melanjutkan perjalanan. melalui kombinasi jalan semen dan tanah. melewati perumahan. Lalu kami diajak menyusuri pinggiran jalan tol Jagorawi. masuk kolong tol.. kembali menyusuri pinggiran, menyebrangi jalan tol lagi, melewati jalan setapak ditepi tembok dengan beberapa tikungan teknikal, ada tanjakan juga. Tentunya bagian jalan yang menurun.

Menyeberangi lagi jalan tol melalui jembatan penyebrangan...jail juga pak Ferry.. melewati sedikit jalan tanah dengan jembatan bambu, tibalah di jalan raya dekat pintul tol Cimanggis. Jalan raya tersebut kurang lebih hanya 1.5 km, tetapi cuaca terik dan air minum yang sudah habis membuat kami merasa tersiksa.
 
Tiba di resto Kalimantan sekitar jam 11.40, semua peserta langsung mengemasi sepedanya, cuci muka dan langsung duduk manis di meja yang telah dipesan sebelumnya. es jeruk kelapa, terasa segar luar biasa. ikan patin bakar di dalam bambunya lezat. sup ikan guramenya wajib dicoba kalau mampir di resto itu. Lainnya menikmati gurame goreng, cah kangkung, sambal goreng pete dengan teri, sambalnya standar seperti di resto lain.

Ini pengalaman yang baik untuk rekan rekan lain, periksa semua peralatan sebelum berangkat.
Saat sebelum start, ada kejadian menggelikan sekaligus membuat prihatin. salah satu calon peserta genjot membawa semua peralatan wajib, helm, sarung tangan, botol air, back pack, sepeda tentunya....tapi tanpa ban depan....hahahahaha.....hiks hiks.... dasar gaek.... datangnya pun terlambat, bayangkan perjuangan yang harus ditempuh karena antrian dan mungkin macet...

Rute ini agak berliku, bagi mereka yang baru pertama kali masuk ke jalur ini bisa meminta bantuan ke komunitas Jalur Tanah.

By Toto Kastawinata.