Sebuah penelitian kecil UC Berkeley telah menemukan dampak bermain game. Bukan hanya menyenangkan tetapi menyehatkan.
Bidang Optometri dan Neuroscience melaporkan dampak game bisa membantu orang dewasa dari penyakit Amblyopia atau gangguan otak dengan mata malas / Lazy Eyes.

Dari National Eye Institute (NEI), penyakit Amblyopia atau mata malas adalah gangguan yang terjadi pada otak manusia, membuat salah satu mata mendapat gangguan. Setidaknya 3 dari 100 anak anak mengalami gangguan tersebut. Secara umum untuk penyakit tersebut pada anak anak bisa dirawat dengan terapi. Tetapi pada orang dewasa berbeda, pengobatan dengan terapi kurang berdampak dan memiliki opsi lebih sedikit.

Ada satu group kecil sekitar 20 orang peserta diminta bermain game sampai 4 jam. Dengan jedah 2 jam selama 1 bulan lamanya. Kelompok pertama bermain game Medal of Honor: Pacific Assault atau game tembak tembak tipe FPS. Satu group lain bermain game yang lebih mudah dengan SimCity Societies.

Apa yang didapat dari penelitian kecil diatas. Setelah bermain selama 40 jam, mendapatkan 30% ketajaman penglihatan. Bila diterjemahkan dapat meningkatkan 1.5 garis pada grafik dokter mata. Sementara pada anak anak dengan terapi biasa membutuhkan 120 jam dan mendapatkan ketajaman visual 1 garis saja. Dampak lain adalah ketajaman dalam persepsi gambar 3D juga meningkat 50%.

Studi yang pertama kali menyatakan permainan game dapat memperbaiki masalah penyakit Amblyopia, disebutkan oleh Dr Roger Li peneliti utama dari studi dan seorang dokter mata di sekolah Optometri

Untuk membuktikan efektif tidaknya penelitian tersebut atas dampak permainan game dengan penyakit mata malas. Peserta diminta menutup sebelah mata, dan membuka computer untuk surfing internet. Hasilnya berbeda, dan tidak mendapatkan seperti permainan game aksi.