Goesbike - http://www.goesbike.com
Bali Eco & Educational Cycling Tour
http://www.goesbike.com/articles/1637/1/Bali-Eco-amp-Educational-Cycling-Tour.html
Ishak Danuningrat
Ishak Danuningrat.
Likes folding bike and trail bike,
likes food and traveling too.

How about you?
 
By Ishak Danuningrat
Published on 2 January 2012
 
Liburan di Bali dengan sepeda. Bisa mencoba paket dari Bali Eco & Educational Cycling Tour, peserta akan dijemput , disediakan makan pagi dan siang. Tur dengan sepeda bisa dinikmati semua umur, sambil melihat pemandangan berbeda di pulau Bali dengan kegiatan penduduk setempat.

Bali Eco & Educational Cycling Tour Page 1
Tur Sepeda: BALI ECO & EDUCATIONAL CYCLING TOUR

Baru - baru ini, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2011 yang lalu, salah satu wakil cyclist santai (atau kami menyebutnya teletubies) dari Goesbike.com mencoba paket tur sepeda di Bali.  Paket dari Bali Eco & Educational Cycling Tour (disingkat Bali Eco) menjadi pilihan untuk di coba.

Bali Eco berdiri sejak 1999, memberikan tur unik karena bertujuan memperkenalkan kepada wisatawan untuk mengenal Bali lebih dalam. Bukan hanya pemandangan yang indah yang ditawarkan, tapi memperlihatkan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari di Bali.

Paket tur sepeda yang diberikan oleh Bali Eco termasuk layanan antar jemput dari hotel, makan pagi, tur sepeda yang ditemani oleh tour guide (pemandu wisata), tersedianya air minum yang banyak, melakukan kegiatan di pedesaan dan sawah, dan makan siang.  Tur ini untuk segala umur, dari yang anak kecil hingga lansia yang memang sudah bisa dan terbiasa bersepeda.  Tingkat kesulitan tidak sulit, banyak meluncur turun, dan hanya beberapa kali melewati jalan tanjakan.  Tur dimulai dari daerah gunung Batur, lalu berakhir dari daerah Ubud.  Berikut adalah “time log” untuk beberapa aktifitas (moga-moga timing nya tepat ya, gak melenceng jauh):

08:30   
Minivan dari Bali Eco menjemput kita di hotel.  Kebetulan hotel di mana kita menginap itu berada di daerah Tegalalang, suatu lokasi yang lumayan gak dekat dari Ubud, tapi gak jauh dari hotel Lakeview di daerah Bangli.  Perjalanan kita dimulai dari hotel Lakeview, di mana para peserta disuguhi makanan pagi.  O ya, kita termasuk group yang tidak besar, hanya 8 orang (4 dari Singapura, 2 dari Amerika Serikat dan 2 dari Indonesia)

09:00
Sampai di hotel Lakeview, pemandu wisata memberikan sekilas informasi mengenai Danau Batur dan sekitarnya.  Setelah itu kita dipersilahkan untuk menikmati santapan pagi, atau bahasa kerennya “breakfast” …. Wuiihh, ternyata bubur ketan hitam dan buah mangga nya enak …. Selagi kita “breakfast”, group-group lain yang juga partisipan Bali Eco berdatangan dan turut menikmati “breakfast”.  Menurut perkiraaan, jumlah total peserta untuk hari ini adalah sekitar 60 orang.  Jumlah tersebut belum terlalu banyak, bila ramai akan mencapai lebih dari 100 peserta. Satu cattan yang perlu diperhatikan ketika “breakfast” di hotel Lakeview, ternyata minuman juice dan air mineral di hotel ini harus bayar ekstra, atau diluar paket “breakfast”.  Kopi dan teh termasuk dalam paket “breakfast”.  Dari hotel ini kita bisa melihat pemandangan yang spektakular danau Batur, gunung Batur dan dikejauhan daerah Trunyan … Serasa jadi turis beneran.  Yang berminat ingin tahu hotel Lakeview, bisa lihat di link berikut ini http://lakeviewbali.com/en/



09:40
Setelah puas menikmati “breakfast”, dengan kendaraan minivan kita menuju ke tempat eco tourism yang bernama Buana Amerta Sari (BAS).

09:55
Tibalah kita di tempat eco tourism BAS.  Di situ kita bisa melihat contoh-contoh tanaman, termasuk kakao, cengkeh, kopi dll.  Guide kita, Gustu, ternyata sangat knowleageable akan nama - nama serta bentuk tanaman.  Yang tidak kalah menarik adalah kesempatan kita untuk melihat Luwak, si kucing hutan yang jadi selebriti karena kopi (ingat kopi luwak?).  Kita juga diberikan kesempatan untuk mecoba bagaimana sangrai biji kopi.  Sesi ditutup dengan mencicipi beberapa produk minuman kopi dan coklat hangat.  Kita pun mencoba kopi selebriti, kopi luwak yang harganya not bad, 60,000 rupiah per cangkir.



Next kita start

Bali Eco & Educational Cycling Tour Page 2
10:40
Setelah puas mencoba minum kopi luwak, rombongan dengan mini van bergerak dari BAS menuju starting point untuk mengambil sepeda, helm dan air minum mineral.  Lokasi starting point gak jauh dari BAS.  Jangan lupa memeriksa kondisi sepeda yang akan kita digunakan, khususnya bagian rem.



11:00
Akhirnya, setelah briefing singkat dari pemandu wisata kita yang bernama: Gustu, rombongan berangkat meluncur ke bawah.  Perjalanan ini sangat “scenic” karena melewati pemandangan-pemandangan yang indah, desa-desa dan juga sawah-sawah.  Perkiraan total jarak gowes untuk tur ini adalah 23km.



11:30
Stop pertama di tur sepeda ini adalah di rumah adat Kembang Merta, di mana kita bisa mempelajari beberapa hal termasuk komunitas pedesaaan, sistem penomoran kompleks perumahan, dan penganyaman tikar atau gedek.  Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanannya.  Cuaca agak diwarnai dengan gerimis, maka para peserta rombongan menggunakan raincoat yang disediakan oleh Bali Eco.



12:08
Berikutnya, kita berhenti di satu stop point yang berbentuk pohon beringin, di daerah yang disebut Padpadan.  Di pohon itu, kita diberitahu fungsi serta status pohon beringin terhadap masyarakat setempat.  Para peserta pun diberikan bekal buah pisang untuk menambah energy.  Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanannya.  Cuaca sudah tidak bergerimis lagi, sehingga kita bisa melepaskan raincoat.



12:40
Rombongan tiba di sawah di daerah desa Suwat.  Para peserta diizinkan untuk dapat mencoba memisahkan padi dari tangkainya di tengah sawah.  Ternyata memang tidak mudah ya bekerja sebagai petani, salut untuk mereka.  Setelah puas bermain dengan padi dan foto - foto, rombongan melanjutkan perjalanannya.



13:10
Tibalah rombongan di last stop di satu pintu air yang bernama Petemon.  Menariknya sebelum mencapai titik ini, peserta disajikan sedikit uphill dan kemudian downhill yang lumayan tajam.  Hati-hati dengan penggunaan rem di saat turun, karena sudah pernah ada kejadian “circus” di situ.  Di Petemon, rombongan diberikan handuk dingin untuk membasuh keringat setelah bergowes … what a nice service.  Setelah itu, kita diangkut dengan minivan untuk menuju tempat makan siang.
Bagi yang ingin menambah keringat, ada opsi untuk naik sepeda flat dan uphill menuju tempat makan siang, kalau tidak salah jaraknya 8km dari Petemon.





13:30
Kami tiba di tempat makan siang di daerah Ubud, mendapatkan sajian lokal yang tidak hanya cocok untuk peserta lokal namun juga peserta mancanegara.  Apabila anda bukan pemakan daging (vegetarian), maka anda dapat memesan makanan yang vegetarian.  Seperti saat makan pagi, ada minuman yang termasuk dalam paket, ada yang tidak. 

Setelah selesai makan, peserta diantar kembali ke hotel masing-masing.  O ya, patut diketahui, peserta bisa dijemput di mana saja di Bali, tidak hanya mereka yang tinggal di hotel di sekitar Ubud.

Secara keseluruhan, tur ini cukup mengasyikan.  Gustu, tour guide atau pemandu wisata kami, sangat “knowledgeable”, baik mengenai track nya, atau mengenai adat istiadat masyarakat setemepat, maupun megenai tanaman-tanaman yang ada di eco trourism. 

Buat yang ingin lebih ekstrim, bisa “special request” ke Bali Eco, kemungkinan bisa pake track sawah dan lebih berlumpur.  Untuk kenal lebih jauh dengan Bali Eco, termasuk berapa biayanya, bisa lihat website baliecocycling.com/cycling-tour/
Semoga bermanfaat.  Happy “Gowes” everyone!