Goesbike - http://www.goesbike.com
Trek arca Domas makam Jerman lewat kampung, dan jalur Extension
http://www.goesbike.com/articles/2176/1/Trek-arca-Domas-makam-Jerman-lewat-kampung-dan-jalur-Extension.html
Dondy Sudjono
Dondy Sudjono.
Engineering, designer,
cycling, climbing, travelling
 
By Dondy Sudjono
Published on 5 January 2013
 
Trek Arca Domas tempat makam pasukan Jerman bisa dimulai dari Ciawi. Paling mudah mengikuti jalan biasa (aspal), kami mencoba memotong jalan kampung di temani om Dadan dan Usep. Lintasan agak menanjak, dimulai dari ketinggian 500m dari Ciawi naik ke 900 meter. Dari arca Domas, perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak yang menembus bukit lalu bertemu jalur makadam dari lintasan Piramid Rindu Alam.

Starting point dari parkiran kementrian pertanian jl Radio menuju Deutscher Soldatenfriedhof
29 Desember 2012 sesuai jadwal ingin mencoba trek ke makam Jerman bersama om Dadan. Menurut literatur di internet, katanya sih jalurnya melewati jalan datar dan terakhir jalannya agak rusak. Rute ke Arca Domas atau tugu pahlawan Jerman ( Deutscher Soldatenfriedhof) relatif naik, ceritanya beda karena untuk kesana bisa dicapai melalui jalan aspal biasa. Itu cerita kalau pergi dengan kendaraan, ada jalan lain untuk sepeda melalui jalur kampung.

Rencananya dari PLC akan berkunjung ke Arca Domas pemakaman pasukan Jerman. Dibantu sahabat lama senior Wanadri om Dadan yang kantornya di sekitar Ciawi. Dipandu om Dadan dan diminta untuk parkir di kantor beliau di jalan RPC.



Sedang menyiapkan sepeda jam 7:47



Kita mulai cerita perjalanan ke Arca Domas.

Pemandangan di menuju arca Domas
Sekitar jam 8 kami memulai perjalan. Jalan ke Arca Domas atau tempat makam prajurit Jerman bisa melewati jalan aspal biasa. Grup kami memilih untuk melewati jalan kampung. Awalnya mendatar, lalu mulai melewati jalan persawahan, terkadang masuk ke gang rumah penduduk. Sekali keluar jalan cukup besar untuk kendaraan lalu masuk lagi ke jalan kampung.

Gambaran tentang perjalanan melalui jalan kampung sempat kami abadikan seperti dibawah ini. Satu titik di ladang jagung, bisa melihat pemandangan 2 arah antara gunung Gede Pangrango dan Salak

Gambar dibawah ini mengarah ke gunung Salak



Yang ini mengarah ke gunung Gede Pangrango



Om Dadan paling kiri, tengah om Usep dan satu rekan yang hanya meneruskan setengah perjalanan.



8:57 Dari jalur tersebut mulai memasuki perkebunan, jalan semen relatif nyaman. Terkadang agak menanjak, dan keluar masuk kampung.





Ada beberapa jembatan bambu seperti menikmati jalur di pinggiran kota, sedangkan yang satu ini ada di Ciawi.



Dari jalur keluar masuk kampung, sempat 3 kali memotong jalan beraspal. Jalan aspal terakhir diawalnya turun dan langsung naik, diatasnya bertemu pertigaan jalan makadam. Jalan makadam tersebut pararel dengan jalan Sukamana di sebelah kiri, dan jalan makadam tersebut langsung memotong sampai ke Arca Domas.

Menuju jalan makadam dan singletrack ke pemakaman Jerman
9:36 setelah menanjak jalan aspal, di sisi kiri ada satu jalan makadam. Om Dadan bilang ditengah perjalanan ini ada Saung, nanti istirahat disana. Sementara kami berdua belum start, hanya melihat jalan makadam "tinggi yah". Lalu beliau nanjak dengan sepedanya, perlahan tapi pasti dan tidak lama hilang dari garis jalan.



9:52 Foto dibawah setelah naik tanjakan pertama jalan kembali datar tapi diatasnya naik agak landai.





9:52 Kami berdua bukan spesialis nanjak, baru beberapa saat melakukan perjalanan. Sepertinya kami berdua harus istrirahat lagi.



10:11. Akhirnya ketemu saung. Ada 2 biker yang hendak turun. Berbeda dengan rute kami, keduanya naik melalui jalan aspal. Ternyata rute om Dadan mengunakan rute terbalik, katanya biar terasa CrossCountry.
Saran bila tertarik mengunjungi Arca Domas. Perjalanan bisa melalui jalan aspal, setelah sampai diatas bisa mencoba turun melalui jalur yang kita lewati.



10:11. Pemandangan dari titik ini, gambar bawah dari Saung menghadap gunung Salak.



10:45, setelah naik beberapa saat jalan mengecil menjadi single track. Perlahan naik sampai terdengar suara kendaraan bermotor, dan jalan singletrack menembus jalan aspal kembali.



Foto dibawah ini adalah titik keluar dari singletrack, 150 meter kedepan sudah sampai di Arca Domas.



Ini jalan keluar single track yang baru dilalui dari bawah.





Sampai di makam Arca Domas pasukan Jerman dan warung.
11:09. Sampailah di warung kecil yang diceritakan tadi untuk istirahat tadi, tempatnya berseberang dengan tempat pemakaman pasukan Jerman . Bisa memesan teh hangat atau minuman kemasan ditempat ini. Jaraknya hanya beberapa meter lah dari warung.





Mengunjungi Arca Domas
11:18. Gambar dibawah. Jalan kiri adalah jalan masuk yang tadi kami lewati. Setelah keluar singletrack tempat makam prajurit Jerman ada disisi kanan, sedangkan gambar diambil dari arah warung.



Tugu prasasti yang menyatakan makan tersebut dirawat oleh kedutaan Jerman.



Sekilas tentang Arca Domas. Sejarah tanah ini dahulu dimiliki 2 orang Jerman yang membeli 900 hektar (wikipedia). Dan membangun sebuah monumen untuk memperingati Deutsch-Östasiatisches Geschwader (Armada Jerman Asia Tenggara). Tempat tersebut dijadikan makam warga Jerman, di antaranya Letnan Satu Laut Willi Schlummer dan Letnan Insiyur Wilhelm Jens yang terbunuh di Gedung Jerman Bogor karena disangka pasukan Belanda. Satu lagi Letnan Laut W. Martens terbunuh ketika melakukan perjalanan kereta api dari Jakarta ke Bogor. Ketiganya dimakamkan di pemakamam Arca Domas. Ada 10 nisan, 2 tidak dikenal.





Selesai sudah perjalanan ke pemakaman pasukan Jerman di Arca Domas. Sekitar 3 jam dari bawah keatas untuk biker pemula seperti kami.

Tip menuju Arca Domas makam Jerman.
Karena trek ini bisa dilalui dari Ciawi dengan sepeda, ketinggian dimulai dari 500 ke 900 meter. Ada baiknya lebih pagi atau cuaca agak berawan. Kata senior kita, trek ini agak panas bila dilintasi menjelang siang. Karena trek ini relatif sepi tempat makan (bila melintas jalur kampung), sebaiknya membeli makanan dari bawah.

Perjalanan ke Arca Domas sudah selesai.



Jalur Arca Domas Extension
Om Dadan mengajak kami untuk meneruskan perjalanan dari tempat pemakaman pasukan Jerman Arca Domas, melintas hutan dan tembus ke pertigaan trek Kondangan RA. Tetapi tidak disarankan mengikuti jalur ini, karena jalur yang diliput adalah jalan setapak penduduk dan bukan jalur sepeda. Lintasan tersebut berada di perbatasan hutan lindung Gede Pangrango



Medan jalan :
  • 1 km dari Arca Domas, masuk ke single track. Trek pertama relatif nyaman, bisa dilintasi dengan sepeda.
  • 1.5 km adalah jalur perbatasan hutan, relatif kurang nyaman untuk bersepeda. Karena jalannya adalah jalan setapak, jalurnyanya terkadang agak miring (tuntun dan angkat sepeda). Lintasan berada di hutan basah dan bisa ditemui pacet.
  • Setelah melintasi jalur hutan, jalan akan menembus camping ground yang sudah tidak digunakan lagi, terdapat pendopo / saung kecil.
  • Dari titik pendopo, naik keatas sepanjang 500m sampai bertemu peternakan ayam.
  • Sekitar 800 m lagi akan mendapatkan single track dan ditutup jalan makadam, dan bertemu trek rindu alam yang melintas jalur Piramid dan kondangan



Perjalanan sekitar jam 12:01. Ini jalan setapak yang disebutkan diatas, seperti foto dibawah terlihat lumayan berat. Disisi kiri bisa terlihat jurang.



Jalur disini terjadi longsor.



Dua gambar dibawah ini memperlihatkan jalanan sempit. Banyak akar atau tangkai pohon yang masuk ke jari jari sepeda.





Jam 12:41 kami masih berada di rute tersebut. Walau jalannya hanya beberapa kilometer, tetapi bergerak sangat lambat. Ada 4 kali kecil yang dilewati seperti gambar dibawah ini.





1:15 Setelah melintasi hutan, akan keluar dan bertemu camping ground. Gambar diambil dari jalur kedatangan.






1:30. Sebelum keluar menanjak ke kandang ayam, masih melintasi satu tempat kali kecil terakhir. Dan jalan langsung naik keatas



Setelah gambar terakhir diambil, tidak sempat mengambil gambar tanjakan menuju peternakan ayam. Dari peternakan ayam , jalan yang kami lewati akhirnya bertemu jalan pertigaan lintasan rindu alam. Perjalanan selesai, lalu turun melalui jalan aspal kembali ke Ciawi dan mampir ke sebuah warung makan

2:48 setelah makan, sekitar jam 3 sore lewat sudah sampai di parkiran kembali.



Special thank untuk om Dadan yang memandu perjalanan dan om Usep




Foto slideshow dapat dilihat via Google Plus Goesbike

Data GPS ke Arca Domas Makam pasukan Jerman Ciawi
www.goesbike.com/articles/2178

Video perjalanan ke Arca Domas lebih lengkap, bisa dilihat via Youtube
www.goesbike.com/articles/2179