|
|
Hati hati mengenalkan sepeda MTB kepada anak anak
Henry Pangemanan
View all articles by Henry Pangemanan
Para penggemar MTB yang mempunyai anak laki
tentu sangat bersemangat kalau ternyata putra kesayangannya menunjukkan minat
yang sama dengan hobby bapaknya. Selain ada teman bareng untuk menjelajah medan
off road, tentunya exit permit dari rumah lebih mudah keluar bilamana kepergian
bapaknya disertai juga dengan juniornya untuk melakukan atau menjalankan hobby
yang sama. Akan tetapi
pengalaman dari saya pribadi tentu bisa membuat para ayah lebih berhati-hati
dalam membina dan membimbing para juniornya untuk mengikuti hobby yang tidak
bisa dibilang enteng, tetapi untuk dibilang full ekstrempun ternyata tergantung
dari medan yang kita jalani. Awal kejadiannya hari minggu kemarin saat saya
memutuskan untuk mengajak istri dan ketiga anak saya (pertama dan kedua
laki-laki usia 14 tahun dan 8 tahun, yang ketiga wanita usia 1 tahun) untuk
sekedar menghirup udara pagi yang segar dikawasan Kebun Raya Cibodas yang sangat
terkenal itu. Sekilas cuplikan
mengenai Kebun Raya Cibodas dari Wikipedia : Kebun Raya Cibodas atau Taman Hutan Raya
(Botanic Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede
Pangrango, Desa
Cimacan, Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang
dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1275 m dpl, bersuhu udara 17 - 27 derajat
Celcius. Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh
Johannes Elias
Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya
Bogor
pada lokasi di kaki Gunung
Gede.
Dengan curah hujan 2380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius,
kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika,
seperti berbagai tumbuhan
runjung dan paku-pakuan. Berbagai fasilitas tersedia di kawasan
Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung puluhan kendaraan
roda empat maupun bus, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wana Wisata
Cibodas, areal bermain anak-anak, mushola, MCK umum, shelter, pendopo, teater
alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung 200
tenda. Kebun Raya Cibodas berdekatan dengan
beberapa tempat wisata lainnya. Bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas terdapat
Bumi Perkemahan Mandala Kitri yang dikelola oleh Pramuka. Secara tempat bermain
bersama keluarga tentu sangat menyenangkan bermain disini, dan dihari minggu
kemarin saya memang tidak bermaksud menjelajah medan off road kecuali bermain
dengan sepeda sekaligus melatih otot pergelangan kaki yang baru sembuh; maka
kami membawa 2 sepeda MTB tetapi jujur tanpa membawa perlengkapan safety sama
sekali seperti helm, decker, sepatu tertutup, sarung tangan karena memang sekali
lagi tidak ada niatan untuk bermain ekstrem dengan sepeda MTB yang kami
bawa. Awalnya berjalan
lancar, saya dan sisulung Dicky yang berusia 14 tahun mulai menggowes mengikuti
alur jalan aspal yang mempunyai ketinggian kontur berbeda lebih dari 100 meter
dalam area Kebun Raya yang sangat luas sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk
menaklukan tanjakan terjal yang semua dilakukan dengan senang hati karena udara
sangat bersih dan pada saat kami masuk kedalam tepat pukul 7 pagi memang belum
banyak pengunjung sama sekali. Setelah perhentian
kami pertama dekat dengan air terjun maka kami memutuskan untuk pindah tempat
parkir mobil ditempat parkir paling atas dekat dengan Rumah Besar ex Penguasa
Kebun Raya jaman masih dipegang oleh orang Belanda untuk mengganti suasana
sekaligus bermain dengan sepeda dilapangan rumput yang maha luas dengan latar
belakang Gunung Gede dan Gunung Pangrango serta pemandangan depan turunan bukit
dengan danau besar tepat ditengah taman. Kejadian bermula saat
sepeda saya dipinjam oleh si Kakak Dicky yang berusia 14 tahun dan Vincent yang
berusia 8 tahun menggunakan Leonis kesayangannya yang kami beri nama Black Hawk.
Perlahan tapi pasti kedua putra kesayangan kami mulai memutari lapangan rumput
yang luas dengan beberapa tanaman besar seperti pinus yang bisa menjadi peneduh
kami sambil mengawasi anak-anak bermain. Tiba-tiba tak disangka dan tak diduga
sitengah Vincent dengan cepat membelokkan sepedanya kearah turunan bukit yang
cukup tajam sambil berteriak-teriak dengan senangnya; ”Kakak...., down hill....,
down hill..., down hill.....!!! Plass....., langsung
pucat saya dan teriak memanggil nama si Vincent selain kakaknya yang juga dengan
cepat mencoba mengejar adiknya yang sudah turun dengan perkiraaan saya bisa
lebih dari 30km perjam dengan sepeda kebesaran dan tanpa perlengkapan pengaman
apapun...!!! Langsung saya berlari
dengan sekencangnya sambil mengucapkan Asma Allah semoga tidak terjadi yang
diluar dari kesanggupan kami untuk menerima, dan benar saja...., saya lihat
Vincent sudah dibopong oleh kakaknya sambil menangis tertahan (mungkin takut
lihat saya datang karena saya paling marah kalau lihat anak lelaki
menangis...) Langsung saya bopong
ketempat teduh dan berdasarkan pengalaman dibela diri serta sekian tahun melihat
tindakan dokter di UGD saat masih bekerja diperusahaan farmasi, saya mulai
periksa kondisi fisik luar Vincent mulai dari ujung rambut yang saya sibak satu
persatu, leher, mata, telinga, tulang belakang mulai dari leher sampai tulang
ekor, semua pergelangan kaki dan tangan sambil perlahan saya gerakkan untuk
mengetahui mana yang sakit kalau digerakkan atau ditekan... Mukjizat.... Tanpa membuang waktu
saya tetap putuskan bawa Vincent ke Rumah Sakit terdekat dengan TKP yakni di
RS.Cimacan, rumah sakit paling terkenal disekitar Puncak Pass sampai Cianjur
karena semua korban kecelakaan lalu lintas di Puncak pasti dibawa kesini.
Setelah mengisi form administrasi Vincent langsung diperiksa oleh dokter jaga,
dan semua yang saya lakukan di TKP mengenai cek fisik dilakukan juga oleh sang
Dokter dengan hasil akhir jempol tangan si dokter yang berarti ’Insya Allah’
tidak ada cedera parah di Vincent... Alhamdullilah. Sebagai gambaran lokasi kejadian tempat Vincent terbang dengan Black Hawknya : Vincent beberapa menit sebelum kejadian ![]() Bukit sebagai awal Vincent meluncur deras dan Sepeda Black Hawknya persis didepan tembok yang dilewati saking cepatnya (total tinggi dari tempat jatuh kegundukan tanah diatas tembok kurang lebih 1,5 meter..) ![]() Lokasi DropOff dilihat dari sudut berbeda. Bandingkan dengan ketinggian atap mobil sedan. ![]() Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian
yang kami alami
:
Semoga bermanfaat bagi para pencinta MTB.
”Kecelakaan itu terjadi bukan untuk membuat
kita kapok, tetapi untuk kita bisa belajar bagaimana kedepannya tidak terjadi
lagi kecelakaan disebabkan oleh penyebab yang sama...” Salam gowes, Henry ’Caqil’ Pangemanan. 5 Responses to "Hati hati mengenalkan sepeda MTB kepada anak anak"
|
|||||||||||||||
|
said this on 11 Nov 2009 9:18:19 AM WIT
Terima kasih untuk guidencenya pak..., kebetulan anak-anak saya umur 5 dan 7 tahun juga senang sepedaan dialam bebas ikutin jejak papahnya...
Semoga bisa diambil hikmahnya oleh para orang tua yang putra atau putrinya senang main sepeda.. |
|
said this on 01 Jul 2010 12:11:57 AM WIT
pelajaran yang berharga untuk keluarga kami pak! anak saya 11 tahun sudah mulai keracuan sehat bersepeda, tambahan salah satu yang harus diawasi adalah melihat video2 extrim dari you tube atau juga dari goesbike.com ini ...hehehehe. terlihat di beberapa video sangat indah drop off dari ketinggian, tapi sebenarnya harus punya keahlian bersepedayang tinggi selain nyali. Untuk menyeimbangkan saya juga perlihatkan video 'crash' dimana kita juga harus belajar dari yang salah supaya kita tidak kesalahan ....
|
|
said this on 01 Jul 2010 12:11:58 AM WIT
pelajaran yang berharga untuk keluarga kami pak! anak saya 11 tahun sudah mulai keracuan sehat bersepeda, tambahan salah satu yang harus diawasi adalah melihat video2 extrim dari you tube atau juga dari goesbike.com ini ...hehehehe. terlihat di beberapa video sangat indah drop off dari ketinggian, tapi sebenarnya harus punya keahlian bersepedayang tinggi selain nyali. Untuk menyeimbangkan saya juga perlihatkan video 'crash' dimana kita juga harus belajar dari yang salah supaya kita tidak kesalahan ....
|
|
said this on 01 Jul 2010 7:23:39 AM WIT
Terima kasih Ibu Margaretha dan mas Fadian,
Memang bersepeda itu olahraga yang sangat mengasyikkan, apalagi kalau orang tuanya main sepeda kemudian anaknya tertarik juga untuk ikut main sepeda..... Tapi seperti cerita saya diatas, tetap harus diwaspadai karena anak-anak seringkali tidak tahu bahaya yang mengincar mereka bilamana pengawasan kita kurang atau mereka tidak menggunakan standard safety untuk bersepeda seperti helm, pelindung siku dan lutut, sepatu serta sepeda yang sudah dicek dengan baik system penggerak serta rem-remnya... Yagn paling baik saran saya adalah, dampingi dulu anak-anak pada saat bersepeda ditempat-tempat off road. Mulai dari rute yang paling mudah dan gampang dulu sampai anak terbiasa dan terlatih untuk mengendalikan sepedanya, baru bertahap naik kemedan yang lebih sulit. Lebih baik lagi kalau orang tuanya tidak terlalu berpengalaman atau jam terbang kurang maka saran saya cari pendamping gowesers yang sudah berpengalaman. Selamat berlibur dan bersepeda bersama anak-anak.......... |
|
said this on 14 Jul 2010 6:24:54 PM WIT
Mkasih Bang Henry . . . telah berbagi pengalaman plus tips, sangat berguna untuk pembelajaran bagi kita semua yang mempunyai putra/i seusia itu. Semoga kejadian tersebut tidak menimpah keluarga lainnya dan lebih Waspada. Amin
Salam kring kring . . . . . |
| English | Japan | Germany | France | Chinese | Dutch | Korean | |
| Video | News | Travel Mountain Bike | Aroundtheworld | Bike | Folding Bike | Electric Bike | Tips and trick | Tools | Gadget | Lighting | Drivetrain | Apparel | Tech | GPS Map | News Bike Shop | Health | Humor | |
| Syndicate | News | View Authors | About | Contact us | Site Maps | |
| Agung.Wirajaya | Budhi.Prakoso | Ebet.Sangkilawang | Edo.Lolang | Henry.Pangemanan | Ishak.Danuningrat | Martin.Mulwanto | Rudy.Sutedja | Dondy.BS | Paul Wullur | Reinhart.P | |
| Sepedaku | Pinkbike | Bicyling | Cyclingnews | MTBtrailreview | BikeRumor | Everytrail | Navigasi | |
| GOESBIKE
2009 | OBENGWARE.COM
|
|
|
|