Mendung tipis masih menggayut diangkasa sewaktu satu persatu kendaraan pengangkut para gowesers (sebutan akrab para penggemar sepeda) mulai menampakkan diri dan parkir berbanjar secara rapi dipelataran parkir Rodalink BSD. Acara gowes pagi ini, Sabtu 17 Oktober digagas oleh komunitas PEDAL (Penggemar Sepeda Lintas Arta) dibawah komando Bro Ebet Sangkilawang, komunitas Broccoli dari www.goesbike.com (Bro Camar, Bro Agung Bali, Bro Budi Mugen), perwakilan dari Bank Permata (Om Nazhari), Indomaret (Om Tasuki) dan perwakilan dari Esia Gowes (Bakrie Telecom – Bro Caqil) yang membuat suasana pagi itu sedikit ramai walaupun waktu masih menunjukkan pukul 06.30 pagi. Turut memeriahkan pagi itu adalah kehadiran dari adik Dika yang baru berusia 10 tahun, tetapi sudah beberapa kali menjajal track Jatiasih, Bodogol, Ragunan dan beberapa rute lainnya yang cukup menantang.

Tetapi yang membuat suasana lebih ceria dikarenakan dalam touring Cross Country kali ini diikuti pula oleh kaum Kartini era modern diantaranya Mbak Moniq, dan Tante Lulu selain beberapa nama kondang di komuntias PEDAL seperti om Bobby, Om Angga, Om Bowo, Om Yoseph, Om Ivan dan Om Choirul (mohon maaf kalau ada yang tidak tersebut namanya dikarenakan saya tidak membawa alat tulis dan juga tidak ada absent pagi itu). Dengan adanya kaum Kartini ini tentu membuat suasana menjadi lebih berbeda, dalam arti era emansipasi yang diperjuangkan Ibu Kartini sudah menjadi kenyataan saat ini dimana gender tidak menjadi pembatas dari kaum wanita untuk mengikuti kegiatan yang umumnya dilakukan kaum pria.

Oh iya, Situ Cihuni sendiri merupakan salah satu Situ atau Danau yang berlokasi disebelah Barat Laut kalau dipandang dari pintu masuk perumahan Bumi Serpong Damai menghadap ke utara (kota Tangerang). Lokasinya sudah terkenal dari tahun 1970an untuk tempat rekreasi terutama memancing, dan akhir-akhir ini barulah banyak pegowes yang mencoba rute-rute baru salah satunya melewati Situ Cihuni ini. Singkat kata setelah briefing sejenang dan memanjatkan doa kepada sang pencipta maka dimulailah touring pagi ini dengan langsung menyeberang jalan raya depan Roda Link Serpong dan mulailah kami menggowes kearah kota Tangerang. 
Lepas 500 meter dari Rodalonk kami berbelok kekiri, masih rute aspal halus lebih kurang 2-3 km. Matahari mulai memancarkan sinarnya walaupun masih hangat karena waktu masih menunjukkan sekitar pukul 07.15 pagi itu. Selepas aspal kami langsung dihadapkan dengan lintasan tanah merah liat yang masih semi basah, dengan disebelah kanan tampak galian seperti kanal yang sedang dikerjakan alat-alat berat seperti beko dan dump truck untuk mengeruk sungai disisi jalan tersebut. Beberapa teman yang menggunakan ban profile halus harus dengan susah payah melewati medan ini dan benar-benar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempat dari sepedanya.

Tantangan lain tentunya tanah liat yang langsung menyerbu dan menempel erat mulai dari sela-sela fork depan dan ban depan, crank, bahkan menutupi RD sebagian peserta sehingga mengakibatkan selip pada saat perpindahan gigi dilakukan. Tapi semua rintangan ini dilalui dengan selamat oleh para peserta termasuk kaum wanitanya. Tambahan peralatan melewati medan ini adalah kayu yagn ditemui dilokasi untuk menyodok dan melepaskan tumpukan tanah yang menempel diseluruh bagian bawa sepeda masing-masing…. Kasian dech yang pada pake baju putih atau warna terang mulai berubah menjadi coklat kemerahan bercampur peluh yang mulai membasahi baju masing-masing peserta.

Rute selanjutnya adalah bertemu dengan Situ Cihuni, yang dipenuhi dengan keramba dan saung kayu untuk para pemancing. Belum ramai saat itu, sehingga kami dengan leluasa menggowes sepeda masing-masing melewati tepian Situ Cihuni untuk kemudian menghadapi sabana yang cukup luas setelah lepas dari Situ Cihuni. Panas mulai menyengat, tetapi tanah merah basah masih menjadi kendala yang cukup menahan laju sepeda sehingga beberapa kali rombongan depan terpaksa berhenti cukup lama untuk regrouping agar rombongan besar tidak terpisah. Tidak ada yang terlalu istimewa setelah itu, karena rute standard melalui perkampungan, kuburan, perkebunan penduduk dll adalah rute umum yang biasa dilewati para penggemar Cross Country.

Rombongan mulai benar-benar terpisah pada saat menjumpai tanjakan yang sering disebut Hill 1 dan Hill 2 sebelum sampai diwarung A’at. Beberapa anggota yang kuat langsung berpisah dan bertarung untuk melewati tanjakan yang cukup terjal, sedang sebagian sisanya melanjutkan melewati rute normal yang jaraknya memutar cukup jauh tetapi rutenya benar-benar flat. Hanya pengaturan nafas yang baik, mental dan kesiapan fisik diperlukan mengingat rute yang cukup jauh kalau dilakukan oleh pemula. Rombongan besar bertemu kembali diwarung A’at dan disinilah baru istirahat besar untuk menikmati hidangan Sop Iga A’at yang terkenal itu… Nyam, nyam, nyam…., tak terasa waktu sudah bergeser mendekati pukul 11 siang.

Perjalanan kembali ke Rodalink harus melewati anak sungai Cisadane yang kudu dilewati dengan menyeberang getek yang melintasi sungai dengan lebar sekitar 100 meteran dan kedalaman lebih dari 5 meter menurut pemandu getek. Penyeberangan terpaksa mengantri cukup panjang, karena jumlah peserta lebih dari 15 orang sementara kapasitas getek hanya untuk maksimal 5 sepeda termasuk pengendara.. Tidak ada yang mau ambil resiko kecebur disungai kalau dipaksa lebih dari 5 crew plus sepeda, sebab kita semua tahu…, kalau getek sampai terbalik karena kelebihan muatan pasti yang ditolong terlebih dahulu adalah sepeda dari anggota yang tercebur…, baru crewnya belakangan ditolong….. ha ha ha…… Ini joke biasa diantara para gowesers mengingat sepeda sudah seperti istri kedua bagi masing-masing anggota yang sudah pasti didandani habis-habisan dan harganya pasti tidak murah lagi….

Kami tiba kembali di parkiran Rodalink sekitar pukul 11.30 siang, total 25,6 km perjalan hari ini dan cukup membuat lelah karena disaat terakhir matahari sudah mulai memberikan sinarnya yang penuh dan cukup membuat kulit perih. Perjalanan yang mengesankan, terima kasih untuk teman-teman dari Pedal, Esia Gowes, Goesbike.com, Indomaret dan Bank Permata untuk kolaborasi bersepeda pagi ini... Kita ketemu dilain waktu dan dilain tempat untuk tetap menyatukan semangat kebersamaan diantara para gowesers….

Salam gowes,Henry “Caqil” Pangemanan

Sesi Persiapan didepan toko sepeda Rodalink Serpong

  Foto  




Sesi Perjalanan Babak Pertama







Ini si Dika 10th, sama biangnya