|
|
Start dari Gerai EsiaDi Jawa Barat
tepatnya di Kabupaten
Gunung Tangkuban
Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan
Montane, dan Hutan
Ericaceous atau hutan gunung. Apa jadinya kalau gunung yang Indah ini
menjadi sasaran dari kawanan bersepeda yang menamakan dirinya Esia Gowes dengan
menjadikan kawasan sekelilingnya sebagai Matahari baru saja meninggalkan peraduannya dengan perlahan saat pukul 6 pagi tepat ketika saya merapatkan kendaraan digerai Esia Dago. Tetes embun pagi masih tampak membasahi pepohonan dibumi parahyangan yang sangat cantik ini (Konon bumi Parahyangan diciptakan Allah pada saat sedang tersenyum sehingga apa saja yang ada didalamnya semuanya terlihat indah..). Tetapi ternyata kesibukan sudah tampak dipelataran parkir gerai Esia Dago…. Waah, ternyata Pak Dani Buldansyah dengan beberapa rekannya sudah tampak sibuk merakit sepeda masing-masing ditemani para security kantor Dago. Salut, baik Road Captain, peserta dari Jakarta bahkan peserta dari Bandung belum datang dilokasi pemberangkatan awal, ternyata Pak Dani sudah jauh lebih dahulu siap. Demikian pula 2 Truk Colt Diesel yang siap membawa team Esia Gowes untuk naik ke Tangkuban Perahu ternyata juga sudah siap. ![]() Pose bersama sebelum naik truk semua berangkat ke Tangkuban Perahu ![]() Tour kali ini yang sudah disiapkan kurang lebih 3 bulan sebelumnya oleh Om Tito ternyata diminati banyak pesepeda, terutama yang sudah pernah bergabung dengan team Esia Gowes pada kegiatan-kegiatan sebelum ini. Selain team Esia Gowes, touring kali ini yang melewati rute Kawah Tangkuban Perahu, Cikole DH, Jayagiri, Lembang, Boscha dan kembali ke Bandung diikuti oleh team-team luar seperti goesbikers.com(PL Bikers), Pedal (Penggemar Sepeda Lintas Artha), Viva News, Hariff, bahkan ada perwakilan dari operator Exelcomindo yang ikut bergabung..!!!! Benar-benar sepeda menyatukan berbagai latar belakang pekerjaan, jabatan dan status sosial. Jam 8 pagi tepat setelah semua sepeda dirakit dan dinaikkan ke truk pengangkut, tak lupa dibuka doa oleh Road Captain Om Tito dan serasa tak sabar segera puluhan peserta menyerbu kedua truk pengangkut untuk berangkat ke Kawah Tangkuban Perahu. Jalan pagi itu masih lancar menuju kawah Tangkuban Perahu, dalam waktu kurang lebih 55 menit kedua truk sudah mengeluarkan muatannya dipelataran parkir kawah Tangkuban Perahu.. Brrrr…, masih dingin situasi disekitar puncak gunung, tetapi waktu narsis dengan bergaya didepan kamera tidak dilewati sedikitpun oleh peserta pagi ini. Beberapa diantaranya terlihat dihasil jepretan Om Rudi Porki dari www.goesbike.com yang belum bisa bergabung kali ini karena cedera dibahunya masih dalam proses pemulihan.
|
Your Favorite ArticlesView All Favorites
Mountain Bike, Travel Rindu Alam to Sederhana restaurants TwoNav Sportiva GPS dari CompeGPS sebagai perangkat GPS Sepeda untuk orang gemuk, produsen sekarang ikut pusing NeilPryde Diable dan NeilPryde Alize commuter road bike Toko sepeda gantung 120 sepeda di dinding untuk promosi |
||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||