Makan siang ternyata hanya sekedar selingan siang itu, selepas turunan dari Pasar Lembang kembali kita disuguhkan tanjakan antara 20 sampai 30 derajat melewati samping teropong bintang Boscha yang sangat terkenal. Beberapa peserta mulai tampak mual dan mulai TTB sampai puncak bukit Boscha. Semua lelah terbayar dengan pemandangan yang begitu indah tepat diatas puncak bukit. Setelah itu rute menurun tajam dengan kondisi tanah merah dan kerikil lepas sampai masuk ke perkampungan dan menyebrangi jalan Sersan Bajuri kembali peserta disuguhi perosotan disalah satu perumahan. Turunan lebih kurang 45 derajat dengan langsung berhadapan dengan sungai berbatu dan deretan pohon pinus ternyata membuat beberapa peserta yang tidak siap dengan kondisi sepeda maupun mentalnya mengambil jalan memutar yang agak landai.

Beritirahat sejenak usai track perosotan


Perjalanan diakhiri kembali di gerai Esia Dago sekitar pukul 16.00 sore dengan kondisi lelah tetapi sangat puas memancar dipandangan seluruh peserta yang ikut. Disini kami juga ternyata sudah ditunggu oleh Om Ulil yang jatuh dan retak bahunya untuk bersama-sama dengan teman-teman dari Jakarta pulang bersama. Perjalanan yang sangat menarik, karena gabungan dari track Downhill, All Mountain, Cross Country dan On Road mulai dari Setiabudi sampai di Gerai Esia Dago. Terima kasih untuk Om Amri yang menjadi kuncen jalur dan juga keseluruhan anggota Esia Gowes maupun team tamu yang bahu membahu selama perjalanan sampai di titik finish.  Dari internal Esia gowes sendiri salut kami ucapkan kepada Feri Heri Susilo, Yusron, Sabur dan Fatur yang baru pertama kali coba trek off road tetapi lulus secara memuaskan. Demikian pula untuk Om Hari yang datang khusus dari Surabaya hanya untuk mengikuti acara ini.. Te Oo Pe Be Ge Te.!!!
Sampai ketemu di trek berikutnya, terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perjalanan ini, pertama kali kepada Bpk. Dani Buldansyah yang rela untuk turut serta bersama team Esia Gowes menaklukan medan RA dan Tjikole, kepada supporting dari all team Region Jawa Barat khususnya team Bandung, Pak Eka dan Pak Yusron serta seluruh Manager team Jawa Barat, serta perwakilan dari Esia Jakarta dan Surabaya yang juga mengirimkan wakilnya untuk tour kali ini, serta tak lupa kepada tamu-tamu komunitas bikers undangan yang hadir dalam acara Esia Gowes kali ini.

“Terbukti, sepeda menyatukan semua dan membuat sehat baik fisik maupun mental dengan catatan dilakukan secara berhati-hati dan penuh perhitungan”

Tips untuk menaklukan medan Tjikole untuk pemula :
  • Sangat disarankan menggunakan sepeda full suspension, bukan berarti Hardtail dilarang karena Pak Amri yang memandu kami juga menggunakan Hardtail. Dengan full suspension maka peredaman goncangan terutama kalau hendak mencoba dropp off di trek Downhill akan terasa sekali kegunaannya.
  • Selain punya sepeda tentu persiapan dengan sepeda itu sendiri untuk melibas trek ini secara keseluruhan. Kekencangan semua baut, presisi rem, presisi perpindahan gigi, tinggi rendah seat post dll semua harus diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik sebelum berangkat. Ada beberapa peserta yang seatpostnya terlalu tinggi (belum sempat dipotong untuk menyesuaikan dengan bikers) sehingga membuat kagok pada saat turunan curam termasuk di perosotan.
  • Mencari pemandu yang mengenal medan dengan baik. Selain memandu dan memberi informasi detail medan yang akan dilalui, pemandu yang baik akan menunggu moment yang bagus untuk mengabadikan peserta yang lewat dihadapannya (biasa pemandu jalan duluan dan minta jarak sekitar 5 sampai 10 menit untuk menunggu dilokasi yang bagus untuk dokumentasi)
  • Makanan dan minuman secukupnya, karena mulai dari Start di Tangkuban Perahu sampai di Lembang semua melewati hutan pinus dan tidak ada tukang jualan makanan/minuman apalagi warung.
  • Perlengkapan P3K seperti betadine semprot, perban, handypast, pereda nyeri perlu dikordinasikan untuk dibawa beberapa orang peserta.
  • Demikian pula perlengkapan cadangan dan supporting sepeda seperti ban dalam, pompa ban, pompa shock, kunci L, pelumas rantai, pemutus rantai, pencongkel ban luar untuk mengganti ban yang kempes diwajibkan untuk dibawa oleh peserta.
  • Kesiapan fisik dengan latihan sebelumnya dan kesiapan mental untuk menghadapi beberapa kondisi yang ekstrim dan mungkin diluar perkiraan.
  • Untuk rombongan besar disarankan ada mobil evakuasi untuk mencegah kemungkinan buruk yang terjadi dilapangan dan digunakan untuk evakuasi.
  • Yang paling penting setelah point-point diatas dilengkapi adalah kehati-hatian. Kita bersepeda untuk menikmati alam bebas dan melatih skill melewati berbagai rintangan yang ditemui dialam bebas. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena over confidence terhadap medan, baik karena menganggap medan terlalu enteng untuk dilalui atau menguji kemampuan sampai over the limit, padahal baru sekali masuk di medan tersebut.

Salam gowes,
Henry Pangemanan

Daftar Peserta : Esia Gowes/Btel : Pak Danny Buldansyah, Tommy G, Tito A, Henry Pangemanan, Nanang H, Yusron H, Feri Heri S, Bahrul Ulum, Januar K, Eko Ris, Yopi L, Deny Aryanto, NS Fathur, Andrie Surya, Setya Yudha, Aditya Utama, Budi Jatmiko, Hari Soepriyanto, Andi M Sabur; Viva News : Hendra T; Exelcomindo : Irawan, Habib; Hariff : M. Burhan, Rani Heryani,   , Sigit Purnomo; Goesbikers.com : Budi Mugen, Agung Bali; Pedal Lintas Artha : Yosep; Local Biker Bandung (kuncen trek) : 2 orang dibawah kordinasi Pak Amri.