Goesbike - http://www.goesbike.com
Ukuran ban vs wheelset dan Rim atau velg sepeda gunung
http://www.goesbike.com/articles/2452/1/Ukuran-ban-vs-wheelset-dan-Rim-atau-velg-sepeda-gunung.html
Dondy Sudjono
Dondy Sudjono.
Engineering, designer,
cycling, climbing, travelling
 
By Dondy Sudjono
Published on 9 June 2013
 
Bagi mereka yang kurang mendapatkan informasi tentang ban, akan melihat ukuran ban sepeda gunung berdasarakan lebar lingkaran roda. Ada beberapa informasi dari produsen dan dapat dijadikan pertimbangan. Ukuran ban dan lebar velg /  rim yang tepat perlu dipertimbangkan bagi pesepeda.

Setiap model rim atau wheelset dari masing masing merek sudah memberikan batas maksimum dan minimum
Lepas dari disain sepeda 29er, 650b dan 26 inch. Kali ini tidak membahas standar frame sepeda. Hanya informasi tambahan untuk mengenal jenis velg / rim dan wheelset sepeda gunung dengan ukuran lebar ban saja

Sekedar tip tambahan antara ukuran velg / Rim / wheelset dengan ukuran ban. Ban sepeda gunung dibuat dalam berbagai tipe dan ukuran. 

Untuk tipe ban memang berdasarkan jenis medan.

Umumnya ban dibedakan dari ban lumpur dengan gigi lebih besar dan menonjol, All Mountain dengan tapak ban lebih rapat dan permukaan ban lebih kasar, walau masih dibagi lagi antara ban enduro dan trail.

Paling umum ban untuk XC yang umumnya memiliki gigi paling rapat, halus. Melintas di jalan tanah, tapi bukan untuk melintas dengan cepat.

Tipe lain seperti ban khusus race (perlombaan) yang dibuat ringan dan tipis, tapi jangan pernah mengunakan ban tipis dan ringan di gunung. Karena daya tahan rendah, tidak tahan benturan.

Secara umum ukuran ban sepeda gunung dari :
  • Ban komuter atau sepeda untuk jalan raya dan medan kerikil antara 1 3/8 inch sampai 1.75 inch
  • Ban XC dimulai dari 1,8 inch sampai 2,1 inch.
  • Ban All Mountain antara 1.9 inch sampai 2.3 inch
  • Ukuran lebih besar digunakan untuk ban downhill.
  • Ban model baru sampai ukuran 4 inch untuk sepeda Big Fat.

Bagi mereka yang kurang mendapatkan informasi tentang ban, akan melihat ukuran ban sepeda gunung berdasarakan lebar lingkaran roda.

Masalah timbul setelah ketika mencoba memasang ban yang lebih lebar. Apakah roda sepeda bisa menerima ban ukuran lebih besar atau lebih kecil.

Contoh membeli sepeda tipe Cross Country (XC). Lalu tertarik melakukan upgrade ke ukuran ban lebih besar.
Atau memiliki mempertimbangkan membeli wheelset (satu set roda) yang bagus, mungkin suatu hari akan digunakan untuk ban ukuran besar.

Informasi dari produsen komponen sepeda sudah diberikan, tetapi kita kurang mengetahui arti keterangan tersebut.


Setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan

  • Lihat spesifikasi ukuran RIM atau Wheelset. Informasi sudah tersedia dari data pabrikan, berapa lebar minimum dan maksimum lebar ban yang disarankan untuk model rim / velg
  • Lihat juga merek dan tipe ban apa yang akan dipakai nantinya.
  • Perhatikan juga maksimum lebar ban yang bisa masuk frame sepeda.
Pabrikan sepeda yang baik akan memberikan informasi yang jelas.

Sebagai contoh Mavic produsen Rim dari Perancis memberikan data dibagian bawah keterangan setiap produk.

Mavic XC 717 disarankan mengunakan ukuran lebar ban dari 1 inch sampai 2.1 inch
Mavic EX 325  disarankan mengunakan ukuran lebar ban dari 2.3 sampai 3 inch.

Keterangan (pada garis hijau) diberikan di website produk Mavic. Sayangnya informasi ini tidak terbaca jelas, seperti tidak mencamtukam keterangan Inch, dan hanya tertulis 2.3 to 3.0.
Bagi yang awan mungkin tidak terlalu memperhatikan apa arti spesifikasi angka tersebut.




Produk lainnya dari Shimano, merek ini memiliki model wheelset di setiap tipe groupset.

Shimano Deore misalnya mengunakan nama model wheelset MT15, demikian juga model wheelset XT.

Keterangan dibawah adalah tipe wheelset Deore MT15, direkomendasikan untuk lebar ban 1.5 inch sampai 2.25 saja



Sedangkan tipe XT direkomendasikan untuk lebar ban diatas 1,95 sampai 2,5 inch.

Jadi spesifikasi wheelset Deore berbeda peruntukannya dengan wheelset Shimano XT




Terbayangkan, kalau sok sokan beli wheelset mahal. Ternyata hanya diperuntukan ban besar. Padahal kebutuhannya untuk mutar komplek,

Demikian juga dengan produk Crank Brother. Crank Brother Cobal 3 memiliki rentang 1,9 sampai 2,3 inch, diperuntukan medan XC.

Tetapi model wheelset Iodine 2 hanya diperuntukan ukuran ban besar dari 2,3 sampai 2,5 inch. Jadi memang untuk kelas All Mountain ke atas.

Jangan melihat spesifikasi yang canggih saja, dan baru sadar bahwa wheelset yang di inginkan adalah tipe AM dan diperuntukan bagi ban besar.
Kita harus teliti melihat spesifikasi di setiap komponen sepeda, khususnya bagian roda.

Keterangan masing masing wheelset tertera dibagian bawah.

Spesifikasi velg Crank Brother antara model Cobalt 3 dan Iodine 2 terlihat sama.
Spesifikasi tentu berbeda.

Cobalt 3 diperuntukan untuk sepeda Cross Country.
Iodine 2 untuk medan kasar dari menanjak sampai turunan.

Perbedaan pemakaian ukuran ban terkait dengan lebar RIM.
Coba lihat di bagian Internal Rim , keduanya berbeda antara 19mm dan 21mm



Informasi diatas dari tipe wheelset perlu diketahui ketika membeli wheelset untuk sepeda gunung. Karena disain wheelset yang dibuat berbeda beda, baik kemampuan dan kekuatan serta pemakaian ukuran ban.

Selanjutnya dampak pemasangan ban dengan ukuran lebar rim yang tidak tepat



Dampak lebar rim vs bentuk ban

Cerita dari produsen, lihat apa yang dikatakan, dan apa yang mereka rancang untuk ban sepeda.

Dari Geax produsen ban sepeda, Ken Avery ketika menjadi manajer Geax. Menceritakan disain serta pengembangan produk dari prototipe sampai menjadi produk jadi.

Salah satu pengalaman Avery adalah tekanan ban sepeda.

Avery mengatakan untuk ban dengan fast rolling atau cepat bergulir adalah ban XC.
Dengan tekanan ban yang tepat maka ban melakukan tugasnya dengan baik.

Berbeda dengan pengendara DH (sepeda Downhill), membutuhkan ban yang mencengkram medan lebih kuat, ukuran relatif lebih besar.
Ban DH umumnya memiliki tekanan lebih rendah agar menapak lebih lebar di permukaan tanah, fungsi utama tidak terlalu meleset tergelincir keluar lintasan.
Tidak butuh kecepatan di jalan datar, tapi mencengkram ketika melintas di jalan turun.

Sebuah model ban sepeda di rancang dengan tujuan khusus.

Jumlah tapak atau knob dan tebalnya berbeda beda, casing ban juga berbeda dan bahan atau compound sebagai kelenturan ban.
Tekanan angin hal yang penting, bila kurang baik maka ban tidak optimal.
Dan sisi lain seperti berat pengendara, pengunaan, medan lintasan dan cara berkendara.
Pada dasarnya tekanan ban berhubungan dengan disain ban dan pengendara.

Tekanan angin pada ban sepeda harus optimal agar meningkatkan traksi.
Bila over pressure atau tekanan ban sepeda terlalu tinggi, maka ban akan memantul dan menurunkan traksi.
Ban dengan tekanan angin lebih besar mampu membuat kecepatan gilir lebih baik. Lalu mengapa tidak semua pengendara melakukan hal itu, karena ada alasan lain.

Ketika ban diberikan tekanan terlalu besar (tekanan tinggi), maka ban akan menjadi kaku (rigid) atau keras.
Fungsi ban tertentu atau ban yang dirancang bagi medan tertentu berfungsi sebagai suspensi. Ketika ban di pompa dengan tekanan tinggi maka fungsi tersebut akan hilang.

Ban dengan tekanan terlalu tinggi membuat kondisi understeer, ditambah permukaan ban lebih lemah mencengkram jalan.
Pengereman menjadi lebih sulit dan menambah tingkat kelelahan pengendara dalam kondisi tertentu.

Ban dengan tekanan 125psi saja masih dirancang dengan kelenturan tertentu untuk meningkatkan performa ban.
Tekanan ban yang tepat akan menambah suspensi pada sepeda. Jadi tidak selalu ban tekanan tinggi untuk kecepatan, pada kasus jalan tanah maka ban lebih optimal dengan tekanan sedikit lebih rendah untuk mencengkram medan yang licin atau melintas di medan basah.

Bagaimana dengan tekanan ban lebih rendah.
Banyak pengendara memiliki ide untuk menurunkan tekanan angin pada ban.
Tujuannya untuk meningkatkan suspensi dan meredam getaran pada roda, dan lebih mengigit di jalan.

Tetapi tidak harus terlalu rendah.
Tekanan angin harus tepat tidak boleh terlalu kurang dan tetap menjaga ban terikat di pelek roda.
Bila ban kekurangan angin, anda tidak pernah tahu kapan ban anda akan keluar (lepas) dari rim roda anda
Dampak pada pelek juga kurang baik, memungkinan benturan keras bisa terjadi dan merusak velg di perjalanan.
Untuk ban dengan ban dalam, kemungkinan besar memicu "snake bite", ban sobek kecil secara acak akibat terjadi benturan dan kempes.
Bagi pemula mungkin pusing kepala mengapa ban sering kempes, ternyata baru diketahuii dinding ban dalam bocor karena kuatnya benturan.

Lebar Rim dengan ukuran ban luar

Apakah pelek ban mempengaruhi profil ban, jawaban - benar.

Pelek lebih lebar akan membuat sudut ban berbentuk persegi, atau tapak profile, knop ban lebih merata.
Dan pelek yang lebih kecil (sempit) akan terlihat ban seperti bulat, ujung ban yang menapak akan semakin sempit seperti sudut runcing.

Ini mempengaruhi kemampuan sebuah ban atau posisi tapak ban dari rancangan produsen.

Ban dengan bentuk persegi akan membentuk sisi luar lebih turun menonjol di sisi samping ban.
Memberi tekanan lebih mengigit ketika berbelok.
Kebalikan untuk ban bulat. Untuk kestabilan ban dengan pelek lebar lebih stabil

Trik dari Avery mengatakan, mereka yang mengunakan velg lebih sempit bisa menurunkan tekanan ban agar efeknya sama seperti pelek lebar.
Tetapi tetap kalah stabil dengan ban yang dirancang besar karena akan membentuk sudut persegi.

Sepeda dengan lebar velg /  rim lebih kecil, diperuntukan ban kecil.
Misal untuk sepeda kommuter dalam kota, atau ban XC tidak masalah.

Bagaimana bila rim kecil dipasangkan ban besar seperti ban All Mountain / Downhill yang memiliki lebar diatas 2.2 inci. Tentu saja ban akan kembung membulat.

Produsen ban sepeda Maxxis dan media sepeda lain, memberikan ilustrasi ukuran lebar ban dan lebar rim. Berdampak dengan disain tapak ban.
Disain ban berdampak dengan lebar rim.
Beberapa ban dapat dirancang untuk lebar rim universal, sebagian tidak.



Teliti sekarang, memudahkan di kemudian hari. Kesimpulan

Sekarang kita tahu bisa mengetahui ada perbedaan dari disain sebuah wheelset, rim dengan ukuran lebar ban yang bisa dipakai.

Walau parameter dari pabrik tidak harus di ikuti dengan marking "rekomendasi". Ada baiknya mengikuti sesuai anjuran dari pabrikan.

Kita tidak dapat menganti ukuran ban kecil ke ban besar sesukanya. Karena ada beberapa spesifikasi disain sepeda yang berbeda.
Sepeda kelas XC secara umum mengunakan ban ukuran lebih kecil. Tapi belum tentu cocok mengunakan ban kelas All Mountain sampai Downhill.
Karena garpu belakang mungkin tidak akan muat dengan ban besar.
Rem disk brake secara umum memiliki ukuran berbeda, tergantung kebutuhan pengereman. Ban besar direkomendasikan mengunakan rem disk brake dengan rotor lebih besar.

Bagi rekan yang ingin membeli wheelset atau rim sepeda gunung.
Informasi pada artikel ini dapat memberikan informasi tambaha, apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk membeli sebuah komponen sepeda.

  • Untuk investasi kedepan, bila ada kemungkinan untuk mengunakan wheelset sepeda bagi ban besar. Sebaiknya memilih rim sekelas sepeda All Mountain. Alasannya, rata rata rim untuk XC dibuat lebih kecil untuk ban kecil
  • Dampak memasang ban luar dengan lebar rim memberikan perbedaan posisi bentuk ban. Rim dengan lebar lebih kecil akan membentuk ban lebih bulat dan menurunkan performa pada ban sepeda gunung ukuran besar.
  • Mengunakan lebar rim lebih besar seperti rim sepeda All Mountain, tidak memberikan dampak signifikan bila dipasang pada ban XC.
  • Rim dan wheelset untuk All Mountain relatif lebih mahal tapi lebih kuat.
  • Terakhir Bacalah Dengan Teliti Spesifikasi Dari Pabrikan.
Membeli komponen sepeda memang rumit, diperlukan pengalaman atau setidaknya pendapat dari orang lain yang lebih berpengalaman.