|
|
Menuju perkampungan Tugu Utara. Nyasar pertama
Jam 9.30. Dari tanjakan di jalur Telaga Warna setelah tempat foto ke 2, terus saja naik keatas. Jalannya sama, melalui kebun teh. Masuk deh ke desa kecil pertama ke arah 3 dari pertigaan. Mungkin jalannya seperti dibawah ini. Full makadam tetapi masih enak. Kalau ditanya seperti apa. Yah Nanjak man, Yah Turun juga man.
![]() Pemandangan masih indah bukan. Jalan menurun langsung memperlihatkan pemandangan gunung Salak. ![]()
Nah ini dia ada desa kecil pertama. Desa yang salah dan kita nyasar pertama kali . Sebenarnya enga nyasar banget, cuma harus melewati rumah penduduk terus naik. Jalan ini sebenarnya sama saja dengan jalur melingkar dari arah kebun teh. Rute Telaga Warna memang bikin mabok. Karena start diawali dari jalan perkebunan teh yang banyak cabang. Terkadang tidak tahu harus kearah mana. ![]()
Dapat view bagus tanpa di sengaja Berhubung tanpa referensi yang lengkap. Data dari Rudy yang pernah melewati jalur ini, dan hanya 1 kali "itupun ikut orang dari belakang" mulai rada blank. Kebetulan om Budhi membawa GPS, tapi hanya difungsikan sebagai Tracker. Jam 9.35, ternyata desa itu bukan jalur yang dituju. Sekarang team Goesbike dalam kondisi "Yak, kita setengah N Y A S A R". Jadi di ingat saja, jangan ambil ke arah desa pertama. Karena salah jalan, balik nanjak lagi. Foto dibawah jam 9.40, semua balik lagi keatas. Tetapi tanpa disengaja pemandangannya lebih bagus dari sisi awal perjalanan sempat dilirik oleh satu goweser Brocoli. Lebih alami sih. Om Agung yang nemuin, begitu balik nanjak ke titik awal, tidak sengaja nengok. "Wahhh bagus bangetttt", langsung semua baru sadar dan break. Liat aja foto dibawah, gimana enga termehek mehek. ![]() ![]() ![]() Baru 10 menit lewat, dibelakang ada yang teriak. Boss tunggu, wah sepeda om Chui kempes. Buka bengkel darurat. ![]() Next Perkampungan ke 2. Ini rute yang dituju. |
|
|||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||