Jam 11:33, setelah foto foto ala Jarum Super.
Kita masih mengikuti jalan setapak di kebun teh, dari tempat batu tadi. Diterusin kedalam.
2 menit masuk jalan menurun dan bleepp. Jalan habis alias buntu, ketemu ladang penduduk plus tidak ada jalan lain.
Yahhhh Nyasar Mannn.Lirik sana sini, sebelah kiri lembah dan jurang, kanan masih kebun teh yang sama, keatas enga keliatan karena tertutup kabut.
Om Rudy dan Agung ambil inisiatif jelajah kedepan. Moga moga ada jalan lain tersembunyi. Namanya juga team sableng. Udah buntu, masih try error. Siapa tahu yah, bisa bikin sejarah, buat jalan baru di jalur sepeda Telaga Warna. Sayangnya memang buntu beneran, hasilnya team balik ke titik batu tadi.

11.50 Rombongan terpaksa kembali mundur ke tempat batu sewaktu kita foto. Kabut mulai turun naik, bahkan mulai rintik rintik hujan.
Setelah diskusi, akhirnya diputus "gimana kita coba keatas sedikit". Mungkin kita terlalu kebawah, nah itu jalan keatas diantara kebun teh, dicoba lagi deh.
Dibawah foto ini, kita ambil jalan setapak yang agak naik. keatas.

Lanjut pondokan Pacet