Ada cerita menarik dari negara Jerman. Pengemudi sepeda tidak memerlukan helm ketika berkendara. Masalh muncul bila seorang pengendara bersepeda celaka oleh pengendara lain. Tapi pengendara sepeda bisa disalahkan karena tidak mengenakan helm.



Seandainya ada pengemudi mobil membuka pintu, tapi tidak melihat ada pengendara sepeda yang melintas di belakang. Lalu pengnedara sepeda terjatuh dan terluka sampai patah. Umumnya pihak asuransi dapat membantu, atau pengemudi yang lalai akan memberikan kompensasi. Bila pengemudi membawa ke rana hukum, pengadilan akan mengatakan pengendara sepeda yang salah karena tidak mengunakan helm.

Ini jadi pro dan kontra. Hukum tidak mengharuskan pengendara mengenakan helm pengaman. Tapi disalahkan secara hukum. Menurut majalah Jerman Der Spiegel, pada tahun 2012 saja ada 1073 orang meninggal jatuh dari tangga. 406 orang pengendara sepeda meninggal di jalan raya. Menjadi pertanyaan , apakah kita harus mengenakan helm pengaman untuk turun dengan tangga untuk mengambil kentang di basement. Karena gudang rumah disana memiliki berada dibawah.

Bila dibalik, bila banyak pengemudi mobil kecelakaan. Apakah mereka diharus mengunakan helm. Dan disalahkan karena tidak mengunakan helm bila terjadi kecelakaan.

Pengenaan helm di negara berbeda-beda. Perancis, Jerman dengan aturan perlengkapan di sepeda atau di denda tapi diijinkan tidak mengunakan helm, Hong Kong, Czech, India, Itali, Mexico, Belanda (dengan ketentuan khusus), Polandia, Singapura (kecuali penguna sepeda listrik), Slovakia, Swiss dan Inggris serta beberapa negara bagian di Amerika. Termasuk di Indonesia tidak mewajibkan pengunaan helm.

Hukum memang aneh, aturan dibuat tapi disalahkan.