Mountain bike routes, 9 August 2009. Group Esia telecommunications, H4,Budi Bekasi and Brocoli 87

Rute tanjakan makin tidak kenal kompromi, tidak ada satupun peserta yang lanjut keatas sanggup duduk dan menggowes ranpurnya masing-masing. Semua sibuk dengan pengaturan nafas, keseimbangan menjaga badan dan sepedanya, dan rata-rata mulai berubah-ubah warna mukanya…., dari merah, ungu, biru sampai hitam berganti-ganti….. Peristirahatan di Bedeng 1 hanya dilewati sesaat, dan lanjut kembali ke Bedeng 2 sebelum tanjakan Ngehe 2. Di bedeng 1 kita sudah ditunggu oleh Om Benny dan Om Edo yang mengambil paket hemat dorong sepeda plus naik ojek motor karena alasan cedera sesaat. Sempat mendapat penjelasan singkat di bedeng dari beberapa senior tentang pemilihan sepeda, geometri, kesesuaian antara travel belakang dengan tinggi shock depan dll yang cukup menambah ilmu dari teman-teman yang lanjut.

 

Ngehe 2 sampai di puncaknya dilewati dengan TTB oleh seluruh peserta sisa karena memang tidak memungkinkan untuk gowes sepeda. Tepat dipuncak tanjakan barulah kita menyempatkan diri untuk melepas penat sekaligus menghabiskan sebagian perbekalan karena setelah ini rute menurun terus sampai di Gadog dengan melewati mulai dari kebun teh, hutan kecil, padang alang-alang, kebun sawi/wortel, perumahan penduduk sampai kawasan villa mewah disekitar rute. Beberapa kali adegan seperti film karena ada peserta tersungkur, jungkir balik, makan pasir hingga terlempar kekebun penduduk tidak membuat takut baik yang jatuh maupun teman-temannya, tetapi makin bersemangat karena sebagian dari adegan tersebut direkam oleh Professional Bikers and Video Adventures Om Rudi Porki (www.goesbike.com)

 

Tepat pukul 13.15 rombongan pertama dari peserta yang menyelesaikan seluruh rute tiba di restoran Sederhana Gadog, dan dikuti tidak lama oleh anggota lainnya sehingga akhirnya berakhirlah perjalanan yang cukup menyiksa tetapi sangat menantang dan membuat ingin mencoba lagi. Ibarat makan cabe rawit.., makin pedas malah makin bikin penasaran....



Special thanks to all Rekan rekan Esia Gowes, PL Bikers, H4 dan Group Pak Budi untuk kerjasama selama perjalanan berlangsung.

Salam,
Henry ’Caqil’ Pangemanan 

Tips untuk penaklukan Medan Rindu Alam :
  1. Persiapan fisik tentu nomor 1, berlatihlah jogging, latihan beban atau bersepeda minimal 20 km sehari sebelum ambil keputusan main di rute ini. Persiapan pas-pasan bukan berarti tdiak bisa ikut, tetapi akan berefek pada sakit diseluruh badan setelah kembali kerumah masing-masing.
  2. Persiapan sepeda tidak kalah pentingya. 90% peserta yang mengalami masalah di pertengahan rute tergolong jarang memeriksa kelengkapan sepeda dan meluangkan waktu untuk setelah kerenggangan rantai, rem, setang, kekerasan angin shock dan ban kelurusan velg dll sehingga terjadilah masalah ditengah jalan. Usahakan minimal sebulan sekali bawalah sepeda anda untuk disetel dan dikencangkan seluruh bautnya termasuk setel velg, terutama setelah melewati medan berat seperti Rindu Alam.
  3. Perawatan sepeda bukan hanya di bengkel sepeda saja, tetapi biasakan sepeda anda dicuci bersih sebelum disimpan dan diminaki seluruh bagian yang bergerak dengan minyak yang direkomendasikan sesuai bagaian sepeda. Jangan pernah biarkan sepeda full debu, tanah, pasir dan jeratan rumput disela-sela RD dan bagian sepeda lainnya disimpan berhari-hari tanpa dibersihkan.
  4. Tahu kemampuan diri baik fisik maupun skill. Banyak terjadi kecelakaan karena peserta mengukur diri sendiri dengan membandingkan dengan orang lain. Kalau memang belum mampu menghadapi satu handicap tidak perlu takut dan malu untuk turun dan pelajari dulu kondisi medannya. Kalau tidak sanggup kencang dalam waktu yang lama jangan sekali-kali mengejar peserta lain yang memang nafas dan fisik diatas kita.
  5. Berlatih,berlatih dan berlatih.... Kalau tidak bisa satu saat disatu handicap tentu harus dijadikan tantangan untuk berlatih skill sehingga pada saat kembali di handicap dan track yang sama akan dapat diselesaikan dengan hasil latihan yang sudah dilakukan.
  6. Bawa perlengkapan sesuai medan. Celana sepeda, kaos lengan panjang, helm, sarung tangan, kacamata dan helm adalah wajib untuk dipergunakan. Lebih baik lagi membawa protector dan tentu supplement berupa makanan ringan termasuk supplement dan juga Body Protector untuk melindungi tubuh dari cedera fatal.


Photographer R.Sutedja