Kelar beres beres sepeda yang cingclong. Jam 13:11 mulai naik ke jalur batu atau makadam. Nanjak boo, tidak lama turunan masuk perkampungan yang ramai.
Jangan bayangkan jalan dengan aspal , sepanjang jalan mirip gambar dibawah ini, terkadang lebih parah dengan batu lepas.



Ini panorama setelah lepas dari titik cuci sepeda, naik keatas jalur makadam. Om Aji, Agung, Camar udah nyamber duluan keatas.



Berhubung rute setelah gambar diatas melewati jalur makadam, foto terputus (tidak sempat ngambil gambar).



Keluar dari kali, masuk jalur makadam relatif menurun datar. Cerita di jalur makadam yang panjang cukup seru, beberapa biker dengan Hardtail sempat kelotokan (gerah). Benar benar berat, getaran tangan, bantingan ban sepeda yang keras bikin rumit kendali sepeda. Jalan berbatu tersebut tidak serata setelah pemberhentian dari sungai kecil. Banyak batu lepas dan tidak rata.

Jalannya yang bikin sesak napas, terkadang rata panjang, terkadang turun sedikit berbelok.
Bahkan dari group Bintaro yang sempat dilewati, sudah mulai termehek mehek dijalan karena kerasnya medan. 2 biker Bintaro hanya jalan perlahan sesuai roda mengelinding. Mungkin pantatnya susah memar ditonjok sadel sepanjang perjalanan.
Bahkan satu biker sempat ngempesin ban sampai separuh, tidak tahan dengan bantingan dari sepeda. Biar empuk "katanya", dari pada ditonjok sadel terus.

Jalan berakhir ke pertigaan dengan permukaan aspal. untuk lurus atau ambil kanan, harus ambil kanan untuk kembali ke markas kantor bendungan Cikarak Jalur aspal tidak kalah seru, selain turunan yang menyenangkan setelah menikmati jalur Cianten. Masih tetap seru dengan tanjakan yang aduhai. Sekitar 4 tanjakan monyong yang harus dilewati, tidak terlalu berat tapi tetap saja bikin garing dengkul.

Sesaat setelah itu jalan lebih banyak landai naik, rata dan terus turun. Informasi terakhir agak kacau, team Goesbiker ngebut dan mencar dari 6 orang menjadi 4 bagian.
1 - Om Aji yang suka ngebut langsung libas lurus ikutin jalan turun dan tidak mau belok lagi. Hasilnya nyasar paling jauuhh.
3 - Om Bali, Camar dan Budi betiga beruntung ketemu jalan baru menembus langsung ke pasar Leuwiliang.
1 -  Saya ketinggalan, jalurnya sama seperti 3 orang didepan. Sepanjang jalan harus bertanya apakah ada sepeda lewat. Asli gelap, dari belakang tidak ada yang nyusul, dan didepan sudah terlalu jauh. Handphone mati
1 - Om Rudy karena memiliki data GPS, mendapat jalan yang benar. Menembus jalan di bendungan Karacak tanpa hadiah bonus menanjak 5km
Akhirnya si 5 Goesbiker harus balik nanjak sejauh 5km dari bawah jalan raya kembali keatasi ke parkiran kantor bendungan Karacak. Sampai ramai ramai sebelum jam 4 soreeee. Ancurrr.


Tip untuk mengenal jalan masuk menuju Bendungan Karacak, sehingga tidak perlu turun ke arah jalan raya dan naik sampai 5km. Setelah jalur makadam, reset cylometer / speedometer sepeda. Sekitar 6km dari titik jalan aspal pertama setelah jalur makadam (berbatu) akan bertemu pertigaan yang nyaris sulit dikenali. Ambil arah kiri untuk memotong ke bendungan Karacak.

Map atau peta untuk Google Map, Google Earth dan Everytrail dapat dilihat pada link dibawah ini

GPS GPX GDB file jalur sepeda Cianten Karacak

Video detail jalur sepeda Cianten Karacak

Mountain Bike Video Cianten Karacak