Singletrack bubur
Kita menyebutnya track bubur, karena hujan tanah merah dan jalan menurun. Jalan setepak tersebut berada di pinggiran lembah.
Terkadang landai tetapi dibeberapa titik agak curam. Disini biker Goesbiker sempat kebanting beberapa kali. Sulit mengatakan jalur ini cukup nyaman atau malah lebih seri bila terkena hujan.

Om Camar sempat kebanting dari sepeda, terpeleset sampai 2x. Yang lain juga sempat kebagian. Ban sulit menapak tanah, biarpun di rem full, tetap merosot.
Jam 11:38 jalurnya seperti gambar dibawah ini. Terlihat enak dengan tapak tanah rata.



10:41 Setelah beberapa menit mulai tampak aslinya. Jalan berlumpur mirip bubur tanah


Sulit mengenjot, alternatif terbaik hanya tun tun bake.





Yang satu diharap tidak terjadi. Di jalan setapak tersebut rupanya longsor. Beruntung maish menyisakan sedikit jalan untuk pengendara sepeda.
Semoga masih bisa bertahan sampai next trip. Lihat pada gambar bawah, adalah tepian dari jalur bubur. Langsung menghadap ke desa dibawahnya.







12:05 Nah ini koleksi foto ketika melewati jalan yang agak keras dengan batu dan tanah. Sulitnya tidak beda dengan diatasnya si bubur. Kontrol sepeda atau kebanting dengan sepeda.
 Om Aji, masih pede
Om Yanto, rada meringis
Om Budi, safety first, TTB