Pernah melihat pesepeda di lampu merah, dan mereka langsung gas sebelum lampu turun ke hijau. Apakah pesepeda seperti ini tidak tertib. Tidak seperti itu, banyak pengendara berpengalaman melihat posisi lalulintas dan mengantisipasi dengan bertindak seperti tidak tertib.

Misalnya ketika di lampu merah, posisi di jalur kiri bisa saja ada pengendara mobil akan berbelok dan mereka belum tentu melihat sisi belakang. Pesepeda mengetahui masalah tersebut, sehingga mereka mengantisipasi melaju ke depan agar lebih terlihat atau sebaiknya menunggu sampai mobil di depan mereka berbelok.

Pengendara sepeda di Amerika daerah Portland akan terlihat lebih tertib. Tapi di kota Washington akan berbeda. Karena di kota besar terdapat aturan yang harus dipatuhi. Pengendara sepeda cenderung merasa aman, bila tata tertib lalulintas dipisahkan. Pihak kepolisian bisa melihat perbedaan dari pengendara sepeda di beberapa kota di Amerika. Mereka melihat perbedaan sangat besar antara kota yang padat dengan daerah pesepeda di kota lebih kecil. Semakin parah infrastruktur untuk pesepeda, mereka cenderung melanggar hukum. Bukan tidak taat hukum tapi melindungi diri mereka.

Ini masalah psikologi dari pengendara pesepeda, walau belum diteliti apakah tindakan mereka memang spontan. Diluar negeri hukum akan diberikan bagi pengendara sepeda bila mereka melanggar lalulintas, tapi aturan tersebut harus relevan. Misalnya jalur sepeda sudah memadai sehingga aman.