Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sudah mengabarkan akan membuat jalur sepeda tahun 2016 (CNN). Atau setelah proyek MRT selesai, akan dibuat jalan terpisah antara jalur cepat dan jalur lambat di beberapa ruas jalan di Ibukota.

Sisi jalur lambat dapat digunakan untuk pesepeda. Menurut Ahok, kemaujan sebuah negara diukur dari tingkat pengguna sepeda. Semakin banyak pengendara, maka negara dianggap lebih maju. Karena negara maju lebih mencintai sepeda. Di Jepang ada sebuah pulau, tapi disana hanya mengijinkan sepeda sebagai alat transportasi.

Bagaimana rencana ke depan. Jakarta berencana membuat jalur layang untuk pesepeda. Kabar ini disampaikan selepas mengukuhan pengurus ikatan sport sepeda Indonesia. Disain jalur sepeda hampir rampung, ditambah pembangunan transportasi lain. Ada 16 ruas tol dalam kota, bus akan ditambah menjadi 3 koridor layang dan 9 koridor kereta api layang.

Menurut Ahok, membuat jalur sepeda layang sebenarnya sederhana. Namun realisasinya menunggu proyek MRT dan pembangunan tol dalam kota selesai. Rute yang direncanakan ada di sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman Jakarta Pusat.

Dengan jalur sepeda layang, pengendara sepeda lebih aman dan lebih terhindar dengan polusi udara. Naik sepeda sih ok, tapi debunya itu loh ujar Ahok.

Untuk jalur sepeda Suryopranoto Harmoni dari Pemprov DKI menargetkan rampung akhir tahun 2015. Untuk membangun jalur sepeda, pembatas jalan di jalur cepat dan lambat dihapus. Karena jalur lambat dan cepat disana relatif sepi, sehingga baik digunakan untuk jalur sepeda.

Pembangunan jalur sepeda dari Sudirman ke kawasan Kota Tua belum bisa dilaksanakan, saat ini masih fokus di Suryopranoto-Harmoni.

Kutipan gambar dari Dishub

kutipan dari Dishub dengan jalur sepeda di Jakarta