Saya satu dari banyak orang-orang yang ikut tergabung dalam gerakan Bike to Work (BTW). Bekerja di Jakarta dan sekitarnya, untuk meminimalisir jarak jauh dan kecapekan, saya memilih moda transportasi massal yaitu KRL Commuterline Jabodetabek. Sesuai dengan ketentuan yang diperbolehkan oleh PT. KCJ (KRL Commuterline Jabodetabek), para penumpang KRL hanya diperbolehkan menggunakan sepeda berupa sepeda lipat untuk diangkut ke dalam kereta. Dengan ketentuan tersebut, saya bersama para bikers lain sangat antusias menyambut "ajakan" bersepeda keliling kota sambil menikmati angkutan massal jika jarak yang hendak ditempuh terlalu jauh.

Saya pekerja yang melaju melawan hiruk-pikuk arus komuter Jakarta; ketika pagi saya berangkat ke Kota Hujan Bogor dan malam hari saya kembali lagi di Jakarta tepatnya di Stasiun Tanjung Barat. Saya sangat senang mengetahui bahwa traffic arus manusia pada rute bekerja saya sangat memungkinkan jika saya membawa sepeda (kalau keretanya penuh sesak, saya tidak tega harus membawa sepeda, karena rasa tepa selira sesama pengguna kereta). Selama perjalanan saya berangkat hingga pulang lagi ke rumah, saya merasakan kesan bahwa "pesepeda TIDAK diberikan tempat khusus" di dalam kawasan stasiun dan KRL Commuterline Jabodetabek.

Merasa terganggung dengan aturan dari KRL Jakarta, karena banyak larangan di KRL

Bisa mengirimpetisi di Change.org