Bagaimana membangun disain sepeda yang baik. Secara tradisional pemerintah atau perencana kota menghitung jumlah pengendara sepeda secara manual.

Lalu mengidentifikasi kemana saja pengendara sepeda berlalu lalang.

Tapi itu dulu. Sekarang di era smartphone, pemerintah kota cukup menganalisa dari aplikasi

Salah satunya Strava sebagai aplikasi aktivitas olahraga termasuk pesepeda. Teori diatas sudah tidak digunakan lagi, dan data dari Strava lebih akurat.

Strava adalah aplikasi pertama yang dirancang untuk mencatat aktivitas olahraga lari, dan pengendara sepeda. Aplikasi tersebut melacak dan rute yang dilakui. Dampaknya dta dari Strava menjadi berharga, khususnya untuk perancang perkotaan.

Di Porland Oregon, data aplikasi digunakan oleh departemen perhubungan. Ketika pemerintah kota ingin membangun jembatan baru yang melintas di sungai Willamette. Dan dari data dari Strava menunjukan diketahui pesepeda sering melintas jalan berputar, akhirnya dibangun sebuah jembatan baru. Jembatan tersebut juga dilarang digunakan untuk kendaraan bermotor, hanya pesepeda dan pejalan kaki.

Strava Metro bekerja sama dengan 85 kota dan perencana kota. Memanfaatkan kekuatan data yang dimiliki Strava untuk membangun smart city. Di kota Seattle, peta perusahaan juga mendorong bertambahnya 14 ribu pengendara sepeda.

Tetapi data dari Strava hanya potongan kecil kebutuhan data kota. Peneliti mengabungkan dengan data lain sampai mendapatkan gambaran lengkap dengan perilaku pesepeda dan pejalan kaki.
Secara teknologi, Strava hadir secara tidak sengaja. Dengan data aplikasi dari penguna, dan diteruskan oleh peneliti perkotaan.