Greenpeace Indonesia memiliki aplikasi untuk menditeksi polusi udara di kota kota Indonesia.

Sensor polusi udara dipasang di dekat jalan yang ramai, dan penguna bisa mengetahui di area mana saja yang terindikasi memiliki polusi tingkat tinggi dan berbahaya.

Aplikasi UdaraKita akan memperlihatkan di daerah tertentu yang sudah dipasang, dan penguna aplikasi dapat melihat berapa tingkat polusi yang berbahaya.

Dan menghindari melintas di daerah tersebut, khususnya mereka yang mengunakan sepeda agar menghindari wilayah dengan tingkat polusi tinggi. Karena paru paru pengendara akan menghirup polusi 4x lebih besar ketika bersepeda.

Sebagai catatan, tingkat polusi udara di Indonesia mengunakan standar 10ppm, tetapi Greenpeace mengunakan standar keduanya 2,5ppm
PM10 menditeksi partikulat 10mikrometer atau kurang, sedangkan PM2,5 merupakan partikel 2,5 mikrometer atau kurang.


PM2,5 digambarkan sebagai partikel halus yang ada di udara.

Partikel diatas termasuk debu, partikulat, partikel yang dapat dihirup, asap, atau kabut. Ukuran tersebut adalah partikel yang dapat terhirup dan masuk ke paru paru. Sementara partikel yang lebih besar, secara umum dapat ditahan pada hidung, mulut atau tenggorokan.

Di aplikasi UdaraKita diberikan keterangan dengan keterangan warna dimana sensor diletakan seperti
  • Hijau kondisi udara baik
  • Kuning sedang
  • Oranye tidak sehat untuk mereka yang sensitif terhadap debu
  • Merah tidak sehat
  • Jingga sangat tidak sehat
  • Coklat berbahaya

Sejauh ini kota kota di Indonesia masih aman dengan bahaya polusi udara. Tetapi gas buang dan kendaraan terus mencemari lingkungan padat dan jalan raya. Kita tidak tahu kapan dan dimana udara tersebut menjadi berbahaya dan menghindari daerah tersebut.
Kota besar lain seperti New Delhi dan beberapa kota kota besar di China sudah memerangi tingkat polusi asap dari knalpot kendaraan dan asap pabrik. Sampai hari ini tidak menjanjikan solusi tuntas bagi penduduk mendapatkan udara sehat.

Semoga dengan aplikasi UdaraKita dari Greenpeace dapat menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Perlahan masyarakat dapat sadar bahwa kendaraan yang sering digunakan perlahan terus mencemari orang lain termasuk dirinya sendiri.

UdaraKita Android diteksi polusi dengan smartphone untuk kota di 
Indonesia


Sensor polusi udara ditempatkan di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Cimahi, Semarang, Tangerang, dan Gianyar Bali

Untuk mendownload, aplikasi UdaraKita diberikan gratis dan minimal untuk smartphone Android 4.1 melalui Google Play Store UdaraKita