Beberapa seniman membuat seni di jalan. Semua bahan mengunakan apa yang ada dijalan kita sendiri.

Seperti meninggalkan pesan ini yang ada didepan kita setiap hari, bahkan bahan tersebut begitu banyak sampai dijadikan tinta lukisan

Kota besar seperti London, adalah negara padat dengan kendaraan. Tapi penduduk disana mungkin tidak menyadarai bahwa udara telah meracuni paru paru penduduk. Tentu saja mereka sadar tapi pura pura tidak tahu, atau mereka tidak melihat secara langsung.

Salah satu perusahaan dari India mencoba memberi gambaran, tapi dalam bentuk seni. Graviky Labs mengembangkan alat yang disebut Kaalink. Alat tersebut ditempelkan di knalpot mobil diesel dan mengumpulkan debu karbon pembakaran mesin sampai 95% dan sisanya terlepas keluar dari knalpot.

Menurut salah satu pendiri Graviky Labs si Anirudh Sharma. Teknologi yang sederhana dapat menyediakan 30 trilin liter udara bersih di London setiap hari.Dan dapat mengisi tinta penuh dari asap kendaraan diesel yang berjalan selama 50 menit.

Ini bukan pertama kali tinta dari knalpot kendaraan dibuat sebagai tinta gambar. Seniman Hong Kong juga pernah melakukan hal yang sama.

Seni Graviky Labs sedang dipamerkan di galeri Clean Art Brixton. Ada 5 seniman uyang membuat karya seni dari tinta knalpot mobil. Maklum, kota Brixton dipilih karena telah melampaui batas polusi udara, bahkan tingkat polusi diatas ambang batas sudah mencapai setengah tahun.

Sharma mengatakan menciptakan seni ini hanya memperlihatkan satu sisi koin. Sisanya mereka harus bekerja sama dengan orang lain seperti Walikota London dan memproduksi alat penyaring asap kendaraan untuk dijadikan tinta tulis.

Polusi udara dijadikan tinta tinggalkan pesan polusi di kota