2020 Agustus Mengkonsumsi protein sedikit setelah berolahraga


Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal The American Journal of Clinical Nutrition menemukan mengonsumsi protein setelah latihan ketahanan dapat meningkatkan pemulihan otot.

    Para peneliti menemukan bahwa protein pasca latihan juga dapat berdampak pada bagaimana otot merespons latihan ketahanan di masa depan.
    Studi tersebut menemukan bahwa 30 gram protein tampaknya cukup untuk menghasilkan peningkatan pemulihan otot yang terukur.

Protein sering disebut-sebut sebagai pembangun otot setelah latihan, tetapi apakah itu berlaku untuk latihan ketahanan — seperti bersepeda — atau hanya latihan ketahanan dengan intensitas tinggi?

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa untuk pengkondisian otot yang lebih baik, kita harus menyiapkan protein postride itu.

Diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, penelitian tersebut mengamati 48 pria sehat yang terlatih daya tahan dengan usia rata-rata 27 tahun, dan memisahkan mereka menjadi dua kelompok.

Semua peserta melakukan latihan ketahanan selama 90 menit dengan siklus ergometer, kemudian dilakukan tes darah dan sampel biopsi otot yang dikumpulkan selama enam jam kemudian.

Semua orang dalam penelitian ini mengonsumsi 45 gram karbohidrat setelah berolahraga
Satu kelompok tidak memiliki protein pasca latihan
Kelompok lainnya mengonsumsi 15 sampai 45 gram protein susu sebagai tambahan karbohidrat.

Para peneliti menemukan bahwa asupan protein tidak hanya menghasilkan manfaat yang signifikan pada otot rangka, tetapi berdampak pada bagaimana otot merespons latihan ketahanan di masa depan.


Latihan menyebabkan peningkatan sintesis protein otot serta pemecahan protein otot, kata rekan penulis studi Luc van Loon, Ph.D, profesor fisiologi olahraga di Universitas Maastricht di Belanda,

Memiliki protein merangsang sintesis dan membantu menghambat kerusakan, dan memfasilitasi perbaikan kerusakan.
Ini yang baik, karena mendukung respons adaptif otot untuk latihan olahraga.

Efek ini sering dipelajari seputar pelatihan ketahanan, katanya.
Tetapi data tentang pemulihan dan rekondisi jauh lebih sedikit untuk mengetahui manfaat pengisian bahan bakar setelah latihan ketahanan dengan protein pada tubuh

Dalam hal seberapa banyak yang butuhkan tubuh, kata van Loon cukup 30 gram dapat menghasilkan peningkatan yang terukur dalam pemulihan otot.
Dan efek yang berlangsung selama berjam-jam setelah kita konsumsi .
Apakah mengkonsumsi lebih banyak protein lebih baik. Tidak masalah tapi, tubuh tidak mendapatkan peningkatan otot ekstra dengan mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan.

Bila mengkonsumsi protein berlebih, protein yang tidak digunakan untuk sintesis protein otot dapat digunakan untuk sintesis protein lain selain otot katanya.
Tentu saja akan diubah sebagian menjadi lemak untuk sebagai sumber energi.

Walau penelitian dilakukan dengan pria yang berusia muda dan sehat, van Loon mengatakan belum banyak data yang menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara pria dan wanita
Atau perubahan antara orang yang usianya lebih tua atau kebalikannya lebih muda dari mereka yang dewasa dengan dampak mengkonsumsi protein setelah berolahraga.

Peneliti hanya menambahkan, jumlah protein yang optimal untuk wanita mungkin lebih sedikit daripada pria jika wanita memiliki jumlah jaringan otot aktif yang lebih rendah.


2017 April Makan sebelum olahraga atau sesudahnya

Mungkin kita bertanya, lebih baik makan dahulu sebelum olahraga. Atau olahraga dahulu baru makan sarapan.

Intinya mereka yang ingin kurus akan berusaha membakar kalori. Tapi apakah makan lebih dahulu akan memperkuat tubuh mereka. Atau tidak berpengaruh bila makan sebelum olahraga.

Ke khawatiran kedua, sebaiknya tidak makan sebelum olahraga. Alasannya untuk menghindari kram ketika berolahraga.
Yang lain menganggap akan makan besar sebelum melakukan olahraga. Alasannya untuk energi.

Sekarang ilmu pengetahuan menjelaskan apakah dampak makan sebelum dan sesudah berolahraga.

Makan sebelum olahraga atau olahraga sebelum makan

Universitas Bath  yang ditulis di American Journal of Physiology -- Endocrinology and Metabolis. Mereka melakukan percobaan kepada 60 sukarelawan, dimana para pria mengalami berat badan. Peneliti meminta mereka melakukan jalan kaki selama 60 menit dengan perut kosong.
Penelitian kedua, relawan sarapan yang kaya karbohidrat 2 jam sebelum berolahraga. Sampai peneliti mengambil darah dan lemak / adiposa dari sampel jaringan setelah satu jam mereka berolahraga.
Peneliti menemukan seperti ini. Lemak yang tersimpan memicu metabolisme dari sampel yang dicoba. Metabolisme lemak tubuh mereka lebih banyak terditeksi dibanding sarapan yang baru mereka makan.

Artinya tubuh seseorang mungkin tidak akan mengunakan energi yang baru di konsumsi. Seandainya mereka makan sebelum berolahraga.
Penelti dari Bath juga menyebutkan, makanan yang diberikan tidak main main. Terdiri dari daging, berlapis mentega, skrim susu dan jus jeruk.

Bagaimana dengan mereka yang makan lebih dahulu sebelum berolahraga. Studi ini membuktikan, jaringan tubuh adiposa malah sibuk dalam 2 tugas, satu mengolah makanan yang baru dikonsumsi dan satu lagi energi berolahraga.

Dylan Thompson salah satu penulis mengatakan latihan olahraga tanpa sarapan, mungkin memberikan perubahan lebih menguntungkan di jaringan adiposa.

Ketika seseorang berolahraga dan makan lebih dahulu. Tubuh akan memfokus pengolahan makanan. Dan akan menganggu hasil latihan.
Tentu test ini hanya untuk olahraga biasa, dan bukan kelas angka besi.

Bila ingin menguruskan badan, ada baiknya tidak makan besar terlebih dahulu sebelum berolahraga. Dengan catatan hanya untuk mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan dapat melakukan olahraga tanpa sarapan.