Goesbike - http://www.goesbike.com
Olahraga lari dan dampak bagi kesehatan
http://www.goesbike.com/articles/3581/1/Olahraga-lari-dan-dampak-bagi-kesehatan.html
- -
Screw Man. With cycling hobby, and provide information to everybody with http://Goesbike.com.
 
By - -
Published on 25 December 2018
 
Apa yang terjadi pada tubuh ketika lari marathon. Membuat tubuh seperti pengilingan daging. Tubuh menjadi panas seperti demam, ginjal  terganggu, sampai kalori dalam tubuh terkuras habis. Disini pelari seperti menabrak dinding, dan pelari tidak lagi mampu berlari. Tapi olahraga rutin membuat orang awet muda

Apakah lari baik bagi kesehatan atau buruk, tentu saja baik tapi bukan marathon
Lomba lari marathon, banyak peserta sudah menyiapkan diri bertahun tahun untuk sebuah acara. Seperti lari marathon di Boston.

Mendapatkan medali bagi mereka yang mencapai finish. Tetapi peneliti mengatakan lari membuat jantung melalui aliran darah anda, otot kaki, bahkan ginjal. Membuat semuanya seperti pengilingan daging di dalam tubuh.

Bagi penyelengara lari jarak jauh, untuk badan amal tidak menyertakan target untuk kecepatan. Sementara lomba profesional membutuhkan waktu bahkan jarak sangat jauh, seperti marathon 40km harus ditempuh dalam waktu 2 jam.

Profesor Mark Perazella MD dari kedokteran Yale menyebut, suhu panas tubuh manusia berada 37 derajat C. Dan suhu tubuh dapat naik mencapai 38 derajat, bahkan ketika mencapai finish dapat mencapai 39 derajat Celcius lebih. Suhu tersebut seperti orang yang sedang demam tinggi.


Olahraga lari dan dampak bagi kesehatan baik atau buruk

Semakin tinggi suhu tubuh, semakin sulit jantung memompa darah ke otot para pelari. Aliran darah meningkat signifikan ke kulit untuk di dinginkan kata Dr Gregory Lewis direktor laboratorium penguji latihan.

Menjelang akhir lomba, setelah keringat di tubuh pelari mulai mendingin. Suhu inti akan turun, disini mereka dapat mengalami hiptermia. Itu sebabnya beberapa pelari diberikan selimut Mylar untuk menghangatkan badan.

Dr Chirag Parikh mempelajari 22 pelari marathon Harford 2015. Mengumpulkan sampel darah, dan urin di awal dan akhir perlombaan, dan 24 jam kemudian.
Dari data yang dikumpulkan, 82% pelari mengunjukan masalah ginjal akut tahap 1 dimana ginjal gagal menyaring racun dari darah. Kelihatannya berbahaya tapi hanya sementara dan bukan berdampak jangka panjang.

Pendapat Perazella yang turut menulis penelitian tersebut, kerusakan ginjal diakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal selama marathon, ditambah dehidrasi dan kenaikan suhu tubuh. Sama seperti mereka yang mengalami gagal ginjal akut, bedanya pada pelari bersifat sementara.

Belum diketahui apakah masalah ginjal bisa bertahan sampai beberapa hari atau berdampak dalam waktu lama. Karena para pelari cenderung pulih dari cider ginjal dalam waktu 2 minggu kata Perazella.

David Mark Ph.D ahli nutrisi. Tubuh akan membakar cadangan energi, dari karbohidrat yang disimpan sebagai glikogen atau glukosa di oto dan hati menjadi sumber energi utama. Pelari memulai marathon menghabiskan 150 kalori setiapa jam, tapi ketika start naik mencapai 700-800 perjam.

Tubuh rata rata menyimpan 500g glikogen atau setara 2000 kalori glukosa. Dengan rata rata 100 glukosa setiap 1,6km maka 35 km akan membakar semua cadangan energi anda. Disini disebut pelari menabrak dinding. Artinya mereka sudah tidak dapat melangkah lebih jauh lagi.
Otot terkena dampak, semakin jauh berlari maka bagian otot paha depan membutuhkan lebih banyak bantuan, karena semakin membutuhkan oksigen.

John Hadcock Ph.D direktur senior perusahaan farmasi pernah mengikuti 6 kali lomba marathon Boston. Untuk berlari terbaik, lakukan perlahan di awal, dan mempertahankan kecepatan. Cara demikian dapat membantu pembakaran energi lebih rendah sampai 80g kalori.

Desember 2018
Journal of Applied Physiology mempublikasi tulisand ari peneliti universitas Ball State dan membandingkan VO2 dan kebugaran otot 28 pria dan wanita di usia 70 tahun.

Isinya, rahasia awet muda

Responden yang melakukan olahraga lari, berenang, bersepeda dan aktivitas aerobik ketika di usia 50 tahun.
Setidaknya mereka aktif 5 hari seminggu selama setahun.
Dibandingkan dengan pria dan wanita yang tidak aktif pada usia yang sama.
Dan pria wanita yang baru berusia 20 tahun dan masih aktif.

Kesimpulan menariknya.
Pria dan wanita di usia 20 tahun keatas ketika mereka aktif. Awalnya di perkirakan peserta memiliki kesehatan jantung dan otot lebih baik dari kelompok lain. Tetapi yang ditemukan tidak seperti itu.

Sebaliknya, mereka yang lebih tua, bekerja sepanjang hidup mereka, malah memiliki komposisi otot yang sama dengan peserta yang lebih muda.
Termasuk mengalahkan kekuatan otot di usia yang sama.

Apa penyebabnya.
Peneliti menemukan  latihan seumur hidup dapat menjaga kaapiler otot rangka (pembuluh darah) dan enzom aerobik (yang memecahkan glikogen) terlepas dari intensitasnya. Berarti mereka yang usia tua dan aktif mendapatkan fungsi otot yang baik.
Tentu saja mereka akan lebih mampu berlari lebi kuat dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh olahragawan yang seumur hidup aktif, mendapat dorongan V02 maksimum.
Olahragawan yang usianya sudah berumur terlihat memiliki otot VO2 seperti 15 tahun lebih muda dari mreka. Bahkan pria yang aktif memiliki VO2 seperti pria yang berusia 35 tahun lebih muda.

Ph.D Scott Trappe ditektur laboratorium kinerja manusia universitas Ball yang menulis jurnal. mengatakan kepada media Runner World.
Kami melihat orang yang melakukan olahraga teratur dari tahun ke tahun, memiliki kemampuan kesehatan seluruhnya dengan baik.
Orang yang usia 75 tahun , memiliki kesehatan jantung seperti usia 40-45 tahun.

Walau penelitian lebih lanjut diperlukan. Apakah bersepeda dan aktivitas aerobik lain mampu memperbaiki otot, seperti massa atau struktur yang ada dalam tubuh.