Pertama kali pembuktian dari partikel beracun dari kendaraan diesel dapat masuk ke paru paru dan masuk ke aliran darah. Beresiko meningkatkan serangan jantung dan stroke kata peneliti.

Pengukuran oleh tim riset ini membuktikan dengan alat nanopartikel, dimana peralatan kesehatan pemerintah tidak dapat mengukur. Partikel beracun dapat tinggal di dalam tubuh berbulan bulan dan cenderung terbentuk di daerah yang paling rentan terhadap penyakit.

Ilmuwan sudah mengetahui bila polusi udara itu buruk bagi paru paru manusia. Namun tim peneliti tidak mengetahui mengapa asap knalpot bisa menembus masuk ke dalam tubuh.

Tim peneliti dari universitas Edinburgh kali ini mengunakan peralatan berbeda dengan alat lebih sensitif. Mengunakan bahan nanopartile emas, dai dibuat setingkat diesel. Lalu percobaan kepada manusia dengan simulasi bersepeda di dalam kota.

Dengan melihat sampel tubuh, mereka menemukan kandungan emas terakumulasi di daerah lemak di dalam pembuluh darah.. Dan bagian tersebut berada di daerah paling beresiko seseorang terkena serangan jantung atau stroke.
Berdasarka data penelitian sebelumnya dengan penyakit jantung dan stroke. 80% dari kematian 50 ribu kematian dini setiap tahun disebabkan polusi udara di Inggris.

Dr Nicholas Mills, Profesor Kardiologi di Edinburgh dan salah satu rekan penulis studi ini. Kami menduga partikel nano di udara yang kita hirup memang bisa masuk ke dalam tubuh ketika terhirup oleh paru paru. Tapi tidak bisa dibuktikan.

Polusi knalpot mesin diesel dapat masuk ke paru dan darah

Yang lebih berbahaya lagi, partikel emisi knalpot mobil juga menembus masker yang fungsinya untuk menahan polusi dan digunakan para pengendara sepeda.
Dr Mark Miller, yang memimpin studi di Edinburgh mengatakan sangat mengejutkan partile dari udara untuk kita bernapas, dapat masuk ke dalam darah kita dan dapat membawa mereka ke bagian tubuh lain.

Solusi polusi dari kendaraan diesel juga dipertanyakan. Apakah bisa kendaraan diesel dipasangkan dengan saringan partikel. Karena kinerja kendaraan menjadi tidak efisien dan perlu membakar lebih banyak bahan bakar dan hasilnya lebih mahal. Tim peneliti hanya menyarankan filter knalpot kendaraan seharusnya wajib dipasang.
Mesin diesel menghasilkan gas buang nanopartikel sampai 50x lebih banyak dibanding kendaraan bensin.