Bike Light Y1 bila dicari di internet, akan tampil beberapa nama produsen.

Lampu dengan 2 LED dan 2 baterai ini memiliki 5 model. Bagian menarik pada mode biasa, dimana lampu dapat diatur dengan 3 pencahayaan dari redup, medium dan maksimum.

Produsen lampu sepeda Y1 dengan cahaya lebar ini tidak terlalu jelas. Karena ditawarkan dengan berbagai nama, bahkan dari iklannya juga berbeda dengan disain lampu yang ditawarkan. Disebut mengunakan XM-L2 T6, tapi yang kami dapat model XML-T6.

Beberapa nama lampu sepeda Y1 yang ditemukan dibawah ini.
  • Brinyte Y1 menyebut cahaya lampu sampai 600 lumen. Mengunakan tipe LED Cree XML U4
  • Produsen lain GranVela Bike Light menawarkan $24 di Amazon. Dan menyebut kekuatan lampu sampai 1100 lumen.
  • Thiroom Super Bike Light, menyebut kekuatan cahaya 1800 Lumen dijual seharga $29. Merek lain Tansoren menawarkan $35 tapi mengunakan LED Cree XM-L2
  • VastFire salah satu nama dengan model yang sama
  • Di Lazada Malaysia hanya memberi model Y1 dengan 2400 Lumen. Disebutkan memiliki 2 LED tipe XML-2
Lupakan dimana pabrik dan merek asli lampu ini. Karena produsen China akan membuat produk secara masal. Dan di relabel oleh produsen lain. Bisa saja mereka yang menjual meminta spesifikasi khusus agar lampu mereka berbeda dengan model biasa. Kami mengambil sampel lampu Y1 dengan harga termurah dan dipasarkan di Indonesia.



Ukuran lampu dengan panjang 101mm x 48 mm dan tebal 25mm. Di Indonesia ketika lampu di uji, harganya hanya Rp.160 ribu serta sudah dilengkapi bataerai Lithium 18650. Tapi beberapa merek lain menawarkan LED emitter berbeda.

Harga lampu sepeda Y1 Dual LED

Dibanding harga lampu LED tipe XML T6 dan XM-2L T6 dengan port USB, kisaran harga dari 90-120 ribu. Tapi belum termasuk baterai dan cahaya lampu single LED menghasilkan cahaya spot.

Kembali ke disain lampu sepeda Y1
Disain lampu sepeda ini kecil, dan mudah di lepas pasang. Karena baterai dan lampu dikemas dalam satu unit

Model lampu sepeda dual LED Y1

Dibawah ini disain lebar lampu berukuran 5cm. Gambar dibawah ini, bagian atas adalah tempat pemasangan mounting lampu, terdapat satu tutup mini USB untuk poengisian baterai.

Tampialn depan lampu sepeda Y1

Isi lampu Y1. Lampu ini tidak mengunakan reflektor, dan diganti dengan lensa untuk fokus cahaya. Ada 2 lensa yang dipasangkan untuk 2 lampu LED.
Dapat dibuka dengan melepaskan 2 baut dibagian lampu depan sepeda Y1.
Hati hati ketika membuka dan memasang kembali. Karena lampu ini memiliki pelindung karet untuk air.
Dan bagian lampu tidak mengunakan sistem heatsink. Panas lampu diarahkan ke bagian tengah penampang lampu, baru ditranfer ke bagian heatsink di bodi lampu.
Agak riskan melihat disain lampu ini. Dipastikan panas tidak di tranfer dengan baik.
Kami memodifikasi bagian heatsink LED mengunakan thermal compound yang nantinya dapat mengeras. Tujuannya agar bagian di ring lampu dapat direkatkan ke bodi heatsink luar.

Bagian dalam lampu sepeda Y1

Seperti keterangan diatas, dibawah ini gambar bagian dalam lampu Y1.
Pada bagian tengah terlihat bagian putih adalah thermal pasta atau thermal compound dari heatsink lampu, dan tranfer panas akan di dinginkan bagian tersebut.
Bisa dibayangkan bila lampu terjadi panas berlebihan, ketika lampu dalam cahaya maksimum sementara kita lupa mematikan lampu ketika berhenti.
Disini tantangan mengunakan lampu sepeda Y1, karena produsen ingin membuat lampu berukuran kecil dan murah.
Disain lebih diutamakan tapi mutu selalu dilupakan untuk menekan biaya produksi. Jadi berhati hati bila suatu saat mengunakan lampu ini.
Lampu sepeda murah, tapi memiliki keterbatasan.



Bagian dalam lampu LED Y1

Setelah kita mengetahui apa yang perlu dipertimbangkan untuk membeli dan mengunakan lampu sepeda Y1
Kami menguji dengan 2 model lampu lain tipe LED XM-L2 T6 dan lampu sepeda LED SSC P7.
Pencahayaan lampu Y1 memiliki spot lebih lebar karena mengunakan 2 lampu LED.
Lampu sepeda dengan Cree XM-L2 T6 yang ada dipasaran dengan powerbank, cenderung memiliki cahaya spot lebih kecil.
Sementara SSC P7 lebih memfokus pada cahaya spot warna cenderung kuning. Lampu sepeda Y1 memiliki cahaya lebih biru.
Kami sendiri tidak yakin apakah lampu sepeda Y1 mengunakan LED tipe Cree XML T6. Karena ada satu produsen LED dari China yang menawarkan ukuran lampu yang sama seperti Cree XML-T6, tapi cahayanya berwana biru dan dijual lebih murah.

Comnpare Bike Light Y1 vs XM-L2 T6 vs SSC P7

Untuk disain mounting lampu Y1. Tidak mengunakan sistem penahan karet seperti lampu LED spot.
Lampu Y1 dibuat praktas dan dengan mudah di lepas pasang. Tapi disain mounting lampu sepeda Y1 cukup meragukan kekuatannya.
Karena dibuat dari plastik yang kapan saja bisa patah akibat benturan. Untuk pemakaian di jalan kota terlihat tidak masalah, untuk medan kasar sepertinya harus dipikirkan kembali bila diperjalan mounting lampu Y1 ternyata tidak tahan dan patah.

Video dibawah ini untuk membandingkan cahaya dari ke 3 lampu sepeda tipe Cree XM-L2 T6 dan SSC P7 dengan cermin reflektor, dan lampu sepeda Y1.
Kami tidak mengatakan model apa yang terbaik. Karena kebutuhan cahaya lampu tergantung dari penguna. Ada yang mengatakan lampu LED spot lebih terang, tapi mengorbankan sisi diluarnya.
Atau memilih lampu sepeda dengan cahaya lebih lebar, walau terlihat kalah terang dibanding lampu spot.
Hal utama dari lampus sepeda, adalah kebutuhan kita agar dapat melihat di jalan tanpa penerangan, dan terlihat oleh pengendara lain.






Rangkuman
Apa yang perlu dipertimbangkan dengan lampu sepeda Y1 :
  • Spot lebar dibanding cahaya lampu Cree XM-L2 T6 atau XML T6. Cahaya lampu memudahkan pengguna kendaraan lain melihat arah sepeda anda.
  • Harga ekonomis, dikemas dengan baterai dan mounting. Anda bisa menganti kapasitas baterai lebih baik bila diperlukan dengan memasang baterai baru di bagian belakang lampu.
  • Disain tahan air
  • Kelemahan pada disain lampu dengan heatasink yang kurang memadai. Kecuali anda mau memodifikasi agar panas heatsink dapat di tranfer lebih baik.
  • Kelemahan pada mounting terlihat rentan patah.
  • Cahaya lampu agak kebiruan.
  • Sebaiknya tidak membuka bagian cap depan lampu, karena sistem heatsink lampu LED tidak mengunakan penahan baut. Bila salah pasang dapat menyebakan lampu LED overheating.