Goesbike - http://www.goesbike.com
Layanan berbagi sepeda bangkrut jadi monumen analisa kegagalan
http://www.goesbike.com/articles/3601/1/Layanan-berbagi-sepeda-bangkrut-jadi-monumen-analisa-kegagalan.html
- -
Screw Man. With cycling hobby, and provide information to everybody with http://Goesbike.com.
 
By - -
Published on 13 January 2021
 
2 layanan berbagi sepeda akhirnya tutup tahun 2020. Wukong Bike adalah layanan berbagi sepeda atau bike share. Hanya 5 bulan setelah diluncurkan tapi sudah merugi sampai $147 ribu. Mengapa di negara lain, layanan berbagi sepeda sukses.

Persaingan dalam bisnis berbagi sepeda juga kompetitif. Kualitas kurang baik maka perusahaan gugur d

2021 Januari
BBC mengulas mengapa banyak perusahaan berbagi sepeda gagal, tapi yang lain tidak. Beberapa kota besar dapat mempertahankan layanan sepeda mereka secara spektakuler.
Di Tiongkok sendiri, ketika perusahaan layanan berbagi sepeda tampil.
Semua memiliki keuangan yang sehat.
Tapi tidak ada aturan jelas, dan pesaing baru masuk ke pusat pusat kota Tiongkok mencapai 40 layanan berbagi sepeda.
Pasokan sepeda terlalu banyak untuk digunakan masyarakat.

Kota Shanghai dan Hangzhou membuat pedoman tersendiri. Agar semua layanan dapat menjaga masing masing.
Tetapi tetap menjadi masalah, ketika muncul sepeda tanpa tempat parkir. Itu kesalahan utama dari pemerintah setempat, melepas sepeda tanpa aturan jelas dan dapat diletakan dimana saja oleh penguna.


Layanan Citi Bike New York, diluncurkan tahun 2013. Tahun 2015 mencapai 10 juta perjalanan dengan sepeda mereka. Termasuk tarif tahunan yang murah untuk penduduk kota.
Program kedua di Taiwan, beberapa layanan bermitra dengan produsen sepeda raksasa Giant.
YouBike Taiwan sukses dan sekarang hadir di semua kota di Taiwan.

Tim peneliti Derlie Mateo-Babiano, dosen senior perencanaan kota di Universitas Melbourne, dan rekan-rekannya di universitas Queensland dan Melbourne menjelaskan mengapa program berbagi sepeda gagal.

Pertama geografi fisik kota
Untuk kota dengan area perbukitan, jalan naik turun tidak kondusif untuk pesepeda. Membuat sepeda akhirnya banyak parkir di daerah rendah.
Mengunakan eBike salah satu solusi untuk kota dengan perbukitan.
Penilaian tersebut diambil dari beberapa faktor, sepertu suhu dan cuaca kota dapat membantu memilih tempat untuk distribusi sepeda.

Kedua terintegrasi.
Transportasi harus terintegrasi, semakin baik infrastruktur jalur sepeda maka semakin baik untuk penguna.
Terbukti di Belanda dan Jerman, berbagi sepeda memiliki layanan terbaik.

Tempat lain yang sukses juga terjadi di beberapa negara.
Tahun 2016 Medina Bike di Maroko, menjadi layanan sepeda pertama di area Timur Tengah.
Kota di Afrika, juga mendapat layanan sepeda baru seperti Afrika Selatan, Rwanda kota lainnya.
Afrika mencapai titik paling berkembang dari perjalanan sepeda di dunia. Karena kota dengan kepadatan tinggi dan kebutuhan sanga tbesar.

Hal utama untuk membawa masyarakat dengan sepeda. Menciptatkan kualitas sistem sepeda dan infrastruktur sebagai alternatif moda lain. Jadi tidak heran bila di tahun 2017, sebagian besar layanan berbagi sepeda di Tiongkok runtuh.





2020
Akhir Desember 2020, satu lagi perusahaan berbagi sepeda di Tiongkok tutup.
Mobike berhenti beroperasi, dan sebagian diambil ke layanan Meituan.
Mobike dan Ofo sebelumnya menjadi pioner dalam penyewaan berbagi sepeda tanpa stasiun.
Dan sepeda dapat dicari mengunakan aplikasi.
Investasi 1 miliar dollar telah berkembang ke 200 kota bahkan di 20 negara seluruh dunia.
Tencent raksasa game online mendukung Mobike tahun 2016. Ofo juga dilirik oleh Xiaomi.
Tetapi tahun 2017, model bisnis yang tidak pasti ternyata tidak berjalan dengan baik.
Kedua perusahaan akhirnya berperang dengan layanan murah $30 per akun.
2018 sekitar 23 juta sepeda dari 77 perusahaan penyewaan sepeda ada di jalan.
Tetapi posisi Ofo dan Mobike mengambil 95% jumlah sepeda disana.

Nasib kurang baik dari kebiasaan penduduk Tiongkok berdampak dengan bisnis kedua perusahaan yang masih bertahan.
Sepeda dibuang sembarangan di tempat umum, membuat pemerintah di setiap kota pusing kepala dan diberlakukan pembatasan sangat keras bagi penguna sepeda sewaan.
Ofo dan Mobike di tahun 2017 melihat kesempatan bergabung. Tetapi gagal.
Pemain lain yang bertahan dari perusahaan taksi online Didi memiliki layanan Didi Bike.

Tahun 2017 sekitar 2,4 juta sepeda ada di kota Beijing. Tapi tahun 2019 tersisa 900 ribu saja.
Sisa sepeda yang rusak akhirnya menjadi sampah, termasuk dari layanan yang bangkrut terlebih dahulu. Dengan total 24 juta sepeda menjadi besi rongksokan.
Pasar akhirnya jenuh, walau di atas kertas diperkirakan memiliki mobilitas tinggi.

2017
Wukong Bike adalah layanan berbagi sepeda atau bike share.
Hanya 5 bulan setelah diluncurkan tapi sudah merugi sampai $147 ribu.
Perusahaan berbasis di Chongqin mengatakan sepeda mereka tersisa 10% masih dapat dilokasikan keberadannya.



Sisanya dianggap hilang atau di curi oleh masyarakat. Rancangan sepeda Wukong masih berkualitas rendah, dan mudah rusak.

Wukong dioperasikan sebagai layanan berbagi sepeda di kota Chongqing dan kampus universitas. Perusahaan akan mengembalikan sisa dana dari para member setelah mengumumkan penutupan layanannya.

Mobilitas penduduk dengan sepeda semakin meningkat. Didukung oleh Tencent dan Aloaba (dibawah perusahaan Alibaba) mendominasi layanan berbagi sepeda.

  Sebagian lain adalah usaha berbagi sepeda yang relatif kecil, seoerti YouonBike, UBike atau Bluebike ikut berkompetisi berbagi sepeda. Pendiri Wukong, Lei Houyi mengatakan ke media TV. Perusahaan mereka tidak menjamin layanan berkualitas seperti perusahaan berbagi sepeda lain. Sampai akhirnya sebagian sepeda mereka mudah rusak.
Akhirnya perusahaan Wukong keluar dari bisnis, dan menunjukan walau bisnis berbagi sepeda terlihat sederhana. Tetapi sangat kompetitif, dan terbukti pendatang baru memerlukan sepeda dengan kualitas yang baik.

Layanan 3Vbike menjadi layanan berbagi sepeda yang tutup di China. Karena sebagian besar sepeda hilang di curi. Perusahaan berinvestasi $100.000 dengan dananya sendiri untuk membeli 1000 sepeda.

November 2017
Sepeda yang rusak dari lahanan berbagi sepeda akhirnya menjadi monumen.
2 hari setelah perusahaan berbagi sepeda bangkrut, seorang fotografer dari Xiaomen membuat foto kuburan sepeda seperti monumen.

Dimana bangkai sepeda rusak berjumlah ribuan.  Dari perusahaan Mobike, Oto dan Bluegogo sudah tidak beroperasi lagi.

Kota Shanghai memiliki 1,5 juta sepeda ada di jalan. 3x lebih besar dari jumlah Bike Share London.
Tetapi sistem sepeda disana tidak mengunakan docking atau tempat menaruh sepeda, dan masyarakat membiarkan sepeda ada di jalan.



Sebuah media menceritakan mengapa bisnis berbagi sepeda mengalami banyak kegagalan.
Tidak ada yang salah dengan perusahaan sepeda, melakukan bisnis berbagi sepeda untuk kesehatan masyarakat.
Tetapi kesalahan ketika muncul bersamaan dengan industri berbagi sepeda di tempat yang sama.

Nilai investasi mencapai 2,7 miliar dollar Amerika dalam 2 tahun.
Perusahaan Mobiki memiliki 10 juta sepeda, dan Ofo dengan jumlah yang sama 10 juta sepeda, perusahaan Bluegogo dengan 6 juta sepeda, Mingbike 5 juta sepeda. Kedua raksasa penyewaan sepeda tersebut seperti membanjiri unit sepeda ke kota kota di China.

Intensitas perang antar perusahaan sepeda berakhir dengan 3 perusahaan yang mampu bertahan. Ofo, Mobike dan Hellobike
Perusahaan kecil tergerus dan dinyatakan bangkrut. Bluegogo perusahaan nomor 3 terbesar bangkrut dan menyisakan 700 ribu sepeda tidak terpakai.
Ditambah beberapa kota akhirnya membatasi penambahan jumlah sepeda.

Kegagalan disebabkan tarif terlalu murah. 3 bulan dikenakan biaya hanya 0,75 dollar saja. Tujuan tarif murah untuk mengambil user baru di antara perusahaan penyewaan sepeda.
Ketika perusahaan penyewa sepeda menuangkan 17 juta total sepeda mereka di jalan jalan kota. Cukup untuk memberikan 1 sepeda bagi penduduk di Belanda.
Masalah lain beberapa sepeda dirusak, terbengkalai atau di curi.

Pasar jenuh, membuat 2 raksasa penyewa sepeda Mobike dan Ofo memperluas pasar keluar negeri dibanding berkembang di dalam negeri.