Sehat dengan olahraga, mengunakan jam pintar atau smartwatch serta sensor jantung.

Pentingkah alat sensor jantung, tentu saja penting walau bukan untuk semua orang.

Tapi sebagian besar yang beresiko atau sudah usia cukup lanjut.

Banyak yang berolahraga lupa batas, disini alat smartwatch dan ban dapat memberikan peringatan detak jantung kita.

Tetapi apakah akurat, sejauh ini akurat dalam kondisi tertentu.



Produk lain seperti Charge HR, Blaze dan Surge pernah dibawa dituntut karena peralatan mereka tidak mengukur dengan tepat detak jantung pemilik yang mengenakannya.

Dari Bussfeed menguji beberapa perangkat sensor detak jantung, bersama Open Lab Fellow untuk memilah semua data.

Seorang responden mengunakan semua alat dan menguji dengan berlari sprint selama 17 menit

Hasilnya dibawah ini

Akurat atau tidak heart rate monitor smartwatch atau ban yang lebih akurat

Alta HR mengalami kesulitan mencatat detak jantung yang cepat tetapi hanya sedikit lebih rendah 3 BPM
Plar Beaat mengukur sekitar 160 per menit / BPM.
Apple Watch mencatata 161 BPM.

Dalam kondisi normal tanpa aktivitas berat, perangkat heart rate monitor dapat bekerja dengan baik dan lebih akurat.

Pendapat ahli
Jika seseorang masih mudah dan sehat, serta berlatih dengan tepat. Mungkin tidak memerlukan alat seperti ini.

Kata Marc Gillinov ahli bedah jantung klinik Cleveland Ohio. Tidak baik mengetahui detak jantung, karena tidak menguntungkan bagi kesehatan anda.

Bila seseorang ingin menjaga detak jantung pada batas aman, karena faktor usia. Atau mereka yang melakukan maraton, disini berbeda.

Indikator kuat kesehatan jantung anda adalah detak jantung rata rata ketika istirahat. Berapa kali detak jantung anda bekerja. Misalnya sebelum anda bangun dari tempat tidur disana hitungan terbaik.

Bila seseorang memiliki detak jantung sampai 110 bpm ketika baru bangun tidur, mungkin ada yang kurang baik kata Marc.

Bila angkanya 60 tentu sangat baik.

Kadang alat sensor jantung belum tentu mengukur dengan baik ketika beraktivitas.



Karena mengunakan cahaya yang dipantulkan kembali dan tertangkap sensor. Jumlah darah yang mengalir di nadi dan tertangkap sensor dapat bervariasi.

Banyak peralatan sensor detak jantung, kadang tidak seakurat ketika bekerja normal. Misalnya intensitas latihan selama treadmill dapat menganggu kinerja sensor heart rate monitor.

Alasannya peralatan seperti Heart Rate monitor dalam bentuk ban / gelang atau smartwatch yang dipakai dapat ikut bergerak selama latihan seperti naik turun ditangan anda. Membuat hasil ketukan berbeda ketika beraktivitas, dibanding dikenakan ketika berdiam diri.

Untuk mereka yang serius mengenakan sensor detak jantung, sebaiknya mengunakan sensor di bagian dada akan lebih akurat.

Sensor detak jantung bukan berarti tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Hanya saja angkanya dapat berlebihan bahkan lebih rendah bila digunakan selama aktivitas fisik.

Untuk akurasi kesehatan jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.