Skuter listrik atau tepatnya otoped listrik adalah kendaraan revolusi di perkotaan.

Tetapi kendaraan ini bukan untuk manusia "bodoh", kata penulis Washington Post.

Layanan berbagi skuter listrik dari Bird dan Spin muncul di Amerika. Tapi perjalanan mereka tidak mulus.

Teknologi Skuter listrik dapat disewa oleh penduduk kota, harganya antara $1 saja. Penguna dapat melihat dari aplikasi keberadaan kendaraan tersebut.
Lalu menemukan dan menyewa mengunakan smartphone untuk membuka kunci.

Perusahaan Start-up dengan teknologi akhirnya mampu membawa pemikiran bagi penduduk kota. Agar mereka meninggalkan kendaraan untuk perjalanan jarak dekat. Atau sekedar jalan jalan di dalam kota.


Pada musim semi lalu, setidaknya 4 perusahaan mulai memasuki masa uji coba komersil. Bird Rides, LimeBike, Spin dan Waybot memberirkan layanan berbagi skuter listrik. Pengemudi tidak memerlukan ijin SIM untuk kendaraan ini. Dan layaknya seperti sepeda.

Masalah adalah pengendara.
Banyak pengendara memiliki perilaku buruk.
Dengan kecepatan 20km perjam lebih, ini bukan mainan anak anak. Lebih cepat 5x dibanding berjalan kaki.
Dengan menyewa pengendara dapat mengunakan skuter listrik. Terserah cara anda berkendara dengan baik atau meninggalkan di tempat parkir di jalan dan meninggalkan dimana saja.

Skuter listrik jadi rumit di kota besar

Pemerintah kota Austin menyita lebih dari 50 skuter, kota San Francisco 66 unit di bulan April 2018.

Mengapa disita ?

Pemerintah kota menyebut layanan skuter listrik telah menganggu masyarakat. Meminta perusahaan menghentikan operasi, dianggap membahayakan kenyamanan dan keamanan publik.

Kota besar masih berjuang untuk mengurangi kendaraan pribadi ada di jalan. Tapi tidak pernah mendapatkan solusi paling tepat.

Skuter listrik memiliki tantangan tersendiri. Pemerintah kota menganggap, bila skuter ditaruh di sembarang tempat, di parkir di depan pintu secara sembarangan dan menganggu kursi roda. Tentu akan menganggu masyarakat.

Kota Santa Monica dan California telah menghentikan pengendara, karena skuter listrik membuat trauma pejalan kaki atau penduduk setempat.
Pengendara banyak yang mengabaikan keselamatan seperti tidak mengenakan helm, jalan di atas trotoar. Sebagian juga terjatuh dari skuternya.

Masalah ijin, sah tidaknya skuter berada di atas trotoar atau harus di jalan. Sampai disiplin pengendara menjadi tantangan perusahaan skuter listrik.

China memiliki masalah untuk transportasi dari perusahaan start-up.
Penyewaan sepeda disana tidak mengunakan tempat parkir khusus. Gagasan bebas, setiap orang boleh membawa sepeda sampai di depan rumah, dan digunakan orang lain. Tapi sebagian besar perusahaan penyewa sepeda berakhir dengan kebangkrutan, ketika jumlah sepeda terlalu banyak dan melebihi permintaan.
Beberapa sepeda menjadi sampah, rusak dan dilempar begitu saja oleh penyewa, entah karena kualitasnya kurang baik.

Ofo layanan berbagi sepeda yang masih bertahan dengan sistem tanpa tempat parkir atau docking mengatakan, solusinya adalah pendidikan.