September 2018
Perusahaan berabgi sepeda Ofo berbasis di Tiongkok, dituntut oleh produsen sepeda Shanghai Phoenix Bicycles.

Alasannya belum membayar hutang jatuh tempo sebesar 10 juta dollar.

Ini adalah seri dari masalah perusahaan berbagi sepeda, karena meningkatnya layanan berbagi sepeda.

Dari Financial TImes mengatakan, Ofo telah menandatangani kontrak untuk pemesanana 5 juta sepeda pada Mei 2017.

Tetapi dalam jadwal yang sudah ditentukan, Ofo hanya membeli 2 juta sepeda saja.

Membuat perusahan Phoenix kehilangan pendapatan sampai 55%.

Awal tahun 2018, pabrikan Phoenix hanya mengirim kurang dari 100 ribu sepeda ke Ofo antara Januari sampai April 2018.

Karena perjanjian kontrak sudah dibuat, Phoenix menuntut penyelesaian dengan perusahaan Ofo melalui jalur hukum.

Kondisi tersebut membuat pusing perusahaan Ofo, karena masih ada tantangan lebih besar dengan persaingan layanan sepeda.

Desember 2018
Ofo sebagai pelopor berbagi sepeda di China mempertimbangkan untuk menyerah dan mengajukan bangkrut.

Kepala eksekutif Ofo Dai Wei menjelaskan tantangan perusahaan memberikan surat kepada karyawan. Bahwa investor meminta pengembalian dana.
Eksekutif muda 28 tahun tersebut sedang menimbang untuk mundur dari pasar penyewaan sepeda. Setelah salah membaca pasar yang ada seperti China.

Pendiri Ofo dijuluki sebagai seseorang yang serba bisa ini berhasil mengumpulkan dana 2 miliar dollar dari investor. Termasuk raksasa grup Alibaba sampai Didi Chuxing perusahaan taksi daring.
Ofo berhasil mengembangkan pasar dengan penyewaan sepeda tanpa stasiun dari Beijing sampai Paris.

Usia Ofo baru 4 tahun, dan mencapai nilai 4 miliar dollar. Dan target pasar London serta Moskow untuk proyek lanjutan.

Bersama musuh bebuyutan di pasar sepeda Mobike, akhirnya sepeda Ofo menumpuk menjadi barang tidak terpakai. Sebelumnya beberapa puluh pesaing ikut meramaikan medan perang, dan berakhir menyisakan beberapa pemain besar.

Dai mengatakan perusahaan Ofo gagal mencari dana baru. Mengambil modal untuk membayar biaya.

Keunikan Ofo dimulai dari proyek percobaan untuk mahasiswa dan menjadi perusahaan startup paling terlihat di China.
Dai adalah PhD universitas Peking, mendirikan Ofo tahun 2014 bersama 4 mahasiswa lain dengan puluhan ribua sepeda.
Sepeda datang di kampus dan mulai meramaikan lalulintas jalan.

Dai tidak menjelaskan apa yang dimaksud salah melihat pasar, dan ingin menarik armada mereka dari luar negeri. Diskon besar, kebutuhan untuk memenuhi sepeda di kota besar menjadi puncaknya.
Produsen sepeda China Phoenix mengungkap mereka telah di kontrak untuk menyediakan 5 juta sepeda. Sampai Ofo meninggalkan hutang 68 juta yen yang belum dibayar.

Sepeda Ofo juga menjadi sasaran empuk pencuri dan perusak sepeda. Membutuhkan biaya dan tenaga kerja lebih besar untuk menyediakan sepeda kembali di jalan.