Ban apa yang cocok untuk sepeda MTB menjadi sepeda road atau Hyrid.

Bukan merubah menjadi sepeda balap, tapi membuat sepeda MTB lebih nyaman digunakan untuk jarak jauh dan jalan raya. Dibanding mengunakan ban MTB ukuran besar yang memiliki knob untuk sepeda gunung.

Bila memiliki sepeda gunung tipe hardtail, mungkin ada yang tertarik merubah menjadi sepeda jarak dekat.

Beberapa pilihan ban tipe semi slick akan membuat bersepeda lebih ringan. Ukuran lebar ban antara 1.5 - 1.75 inci, semakin kecil lebar ban tentu semakin ringan.

Beberapa pabrik ban membuat ban tipe hyrid. Agar sepeda MTB dapat digunakan di jalan raya.

Kenda dan Maxxis 26 x 1.5 inci sudah sulit ditemui. Model yang tersedia Maxxis Detonator. Harganya juga tidak terlalu murah.

Mengingat di tahun 2009, ketika mencoba Michellin City. Ban Michellin City memiliki disain sangat baik.
Tread bagian ban dibuat lebih runcing, membuat tapak ban minimal hambatan dan ringan.

Michellin menghentikan ban City, dan menganti dengan disain baru.
Disain ban memang bermasalah, komposisi bahan karet ternyata sangat mudah ditembus paku atau metal sekecil apapun.
Selama mengunakan ban Michellin City yang belum mengunakan anti punch. Setidaknya 1-2 kali ban mengalam kebocoran setiap tahun. Walau ban terkena benda tajam seukuran 2mm. Ban Michellin

Tahun 2011 kami masih menyimpan ban Kenda Kwick Roller wired. Bahan Iron Cap dengan lapisan tersebut dapat menghindari terjadi ban bocor ketika tertusuk benda tajam. Model terbaru sudah tersedia tipe Foldable tire.


Kenda Kwick Roller sangat baik mencengkram permukaan jalan. Disain ban mengembung bulat.
Semakin rendah tekanan ban maka tapak ban akan lebih lebar ke permukaan jalan. Membuat hambatan ban menjadi lebih besar, alias membutuhkan kekuatan power untuk memacu sepeda.

Tahun 2019, satu ban yang cukup lama dipasarkan Maxxis High Roller dengan ukuran yang sama dan tipe Foldable.
Ban Maxxis memiliki tread / alur ban sedikit berbeda dibanding Kenda Kwick Roller.

Ban Maxxis Detonator 26 x 1.5 inci untuk road

Tread Maxxis Detonator memiliki bagian tepi untuk mencengkram permukaan jalan lebih baik ketika jalan basah, memberi perlindungan ketika sepeda hendak berbelok.

Seperti gambar dibawah, ban diatas adalah ban Maxxis Detonator. Akan mengembung sedikit lebih besar dalam arti volume lebih besar dibanding Kenda Kwick Roller.
Meredam getaran lebih baik, ketika ban melintas jalan yang tidak rata.

Sedangkan ban Kenda Kwick Roller di gambar kedua. Memiliki tread yang sama dari bagian tengah dan luar.

Ban Maxxis Detonator 26 x 1.5 inci untuk road

Kenda Kwick Roller dan Maxxiss Detonator, kedua ban lebih tepat untuk sepeda komuter.

Dengan tipe ban semi slick, dapat mengurangi hambatan di jalan permukaan rata. Sehingga kita dapat menghemat tenaga, khusus untuk berkendara dengan jarak cukup jauh.

Maxxis Detonator dan Kenda Kwick Roller memiliki teknologi berbeda.
Kenda Kwick Roller memiliki perlindungan dibanding Maxxis Detonator, dan harga lebih murah bahkan separuhnya.
Walau disain tread pada ban Kenda Kwick Roller belum mampu mengalahkan high rolling Maxxis Detonator.
Kenda Kwick Roller lebih bermanfaat dengan meminimalkan resiko ban bocor di perjalanan.

Maxxiss Detonator memiliki tingkat high rolling lebih baik, dengan tread ban yang menyentuh permukaan jalan lebih sempit di bagian tengah.
Memiliki ban lebih kembung, sehingga mampu meredam getaran medan jalan.

Kekurangan ban Maxxiss Detonator sebagai ban sepeda hyrid atau untuk dalam kota tidak memiliki perlindungan.
Kemampuan ban tertusuk benda tajam mungkin lebih sering dialami. Jadi bersiap membawa ban cadangan.







Kesimpulan

Memilih ban sepeda untuk sepeda MTB (sepeda gunung) menjadi sepeda hyrid sangat mudah dengan menganti ban bagi jalan aspal. Tetapi kita harus menentukan tipe ban yang diinginkan, umumnya dipilih tipe ban high roller.

Ban belakang menjadi penting. Bobot pengendara akan lebih banyak berada di roda belakang. Ban belakang harus dipilih lebih ringan dan mampu bergulir dengan cepat. Disain ban Maxxis Detonator adalah pilihan yang baik.

Kelemahan dari disain ban Maxxis relatif sama, rentan terhadap benturan. Disain ban yang tipis memang ringan, tetapi memangkas bahan karet ban.
Pengalaman selama 12 tahun, kerusakan ban Maxxis relatif sama.

Serat benang ban yang putus sering kali keluar di dinding ban dan menembus ban dalam, dan mengakibatkan kebocoran.
Baik ban Maxxis untuk sepeda gunung, dan ban komuter untuk jalan raya, memiliki kerusakan yang sama.
Dapat dijadikan referensi dengan kualitas ban Maxxis.

Maxxis tidak pernah merubah kualitas disain benang TPI di ban.
Benang yang menahan bahan karet sangat rentan putus akibat benturan dan mencuat ke arah dalam.
Putusnya benang pelindung ban, sering kali terjadi tepat dibagian tengah ban, dan mencuat merusak ban dalam sepeda yang mengakibatkan kebocoran

Pemakaian 2 tahun, penguna harus bersiap menghadapi seringnya ban bocor akibat  benang yang menembus ban dalam.
Robetnya ban dengan satu benang usang akan disusul kerusakan benang lain.

Jadi pengendara harus siap mengalami kebocoran ban bila mengunakan ban standar..
Bila dihitung, salah memilih kualitas ban. Nantniya akan sama dengan biaya membeli ban cadangan anda. Sebaik apapun kualitas ban, secepat apapun kita berkendara. Bila ban bocor akan merepotkan.