Maret 2020
Prancis  baru saja memperkenalkan undang-undang yang dapat membuat "pelanggar" ditampar dengan denda maksimum € 30.000 (US $ 34.000), dan satu tahun penjara. Dan SIM mereka bisa ditangguhkan hingga tiga tahun.

Tidak ada peringatan atau celah, lakukan - lakukan apa saja menyetel e-bike agar lebih cepat atau lebih kuat
Tapi bersiap dengan undang-undang baru, yang dikenal sebagai hukum Prancis L317-1. Aturan berlaku untuk importir, distributor, dan dealer.

Kecepatan E-bike mengikuti regulasi di seluruh UE, tetapi batas kecepatan tertinggi 25 km / jam.

Maka, tidak mengherankan jika pengendara mulai memodifikasi sepeda mereka, baik dengan mengubah tampilan atau membuat modifikasi pada perangkat keras seperti sensor kecepatan.

Biasanya, e-bikes hadir dengan dua pengaturan untuk pasar Eropa dan AS. Karena peraturan AS mengizinkan kecepatan hingga 32 km / jam.

E-sepeda populer di Prancis, tetapi pengendara tidak taat menggunakan helm, dan jelas, kecelakaan berkecepatan tinggi lebih berbahaya

E-sepeda dan skuter (yang juga ditindak oleh Perancis) telah terbukti berbahaya bagi pejalan kaki - masalah yang para pejabat berusaha untuk mengekang menjelang pemilihan kota di kota-kota seperti Paris.

Juni 2019 PARIS (Reuters) - Jika Anda menghabiskan waktu di Paris musim panas ini dan memutuskan mencoba 20.000 skuter listrik yang berdengung di sepanjang jalan-jalannya,
Sebaiknya berhati hati ketika ingin parkir

Selama setahun terakhir kota ini telah dibanjiri dengan kendaraan roda dua, dengan 12 perusahaan baru yang menawarkan layanan scooter listrik dengan mengunduh aplikasi dengan biaya lebih murah dari tiket MRT metro.


Tapi popularitas skuter, relatif kurangnya aturan tentang penggunaannya, mendorong Balai Kota untuk memberlakukan pembatasan, denda karena mendorong penguna di trotoar atau memarkirnya di pintu, penyeberangan dan tempat-tempat sibuk lainnya. Intinya salah parkir akan di denda.

Kota Paris skuter listrik salah parkir di denda

Setelah dua kecelakaan dan sejumlah orang yang cedera, penduduk menjadi semakin vokal melawan skuter, yang diperkirakan berjumlah 40.000 pada akhir tahun 2019.

Mulai 1 Juli 2019, denda 35 euro ($ 40) akan dikenakan bagi pengendara yang parkir sembarangan, sementara mereka yang tertangkap di trotoar akan di denda dengan penalti 135 euro. Batas kecepatan 20 km / jam juga diberlakukan di seluruh ibukota.

Bahkan sebelum undang-undang tersebut dimulai, polisi telah meningkatkan upaya pencegahan tersebut.

Lebih dari 1.000 tiket denda telah dikeluarkan dan sekitar 600 skuter disita, kata pihak berwenang, dan pasukan pengawas baru telah dibentuk.

Walikota Paris Anne Hidalgo menggambarkan skuter sebagai "anarkis", sementara menteri transportasi Elisabeth Borne mengatakan kepada Le Parisien bahwa kota itu mengalami "hukum rimba".

 Operator terbesar termasuk Lime, Bird and Jump yang dioperasikan oleh Uber.

Namun terlepas dari upaya untuk mengatur skuter liar, pejalan kaki tetap skeptis.

"Denda itu masuk akal, tetapi bisakah kita menegakkannya dan bagaimana ?," tanya Yuwei Yeh, peritel komersial berusia 47 tahun.

"Mungkin jika kita menggunakan AI dan kamera kita bisa menangkap orang, tetapi kita tidak memiliki cukup petugas polisi dan penjaga keamanan untuk mendenda mereka, jadi itu hanya sebagian kecil."

Karim Coulibaly, seorang karyawan 22 tahun dengan Lime mengatakan dia pikir undang-undang baru tidak akan membatasi penggunaan skuter listrik, tetapi itu adalah hal yang baik mereka dipindahkan dari trotoar dan ke jalan.

Seorang perwakilan Bird mengatakan perusahaan telah memperkenalkan zona parkir yang ditunjuk dan belum melihat sejumlah besar kendaraan yang disita.

Oktober 2019
Perancis memperkenalkan aturan baru agar warga lebih tenang untuk berjalan kaki.
Setelah banyak insiden terjadi akibat pejalan kaki tertabrak kendaraan listrik.

Aturan yang berlaku seperti
Pengendara harus berusia 12 tahun, dan dilarang melintas di trotoar kecuali area tertentu
Satu kendaraan listrik, termasuk moped eletrik hanya dikendarai 1 orang.
Tidak diijinkan mengunakan ponse selama berkendara.
Pengendara dilarang melawan arah, dan harus mengunakan jalur yang telah disediakan.
Pengedara dilarang mengunakan alat musik selama berkendara dengan skuter mereka.
Kecepatan dibatasi sampai 25 km perjam. Untuk kendaraan lebih cepat wajib mengunakan helm dan pakaian yang mudah dilihat.

Pelarangaran dapat dikenakan denda 135 euro sampai 1.500 euro.