Goesbike - http://www.goesbike.com
Jalur sepeda Jakarta di uji coba bertahap mulai 20 September 2019
http://www.goesbike.com/articles/3901/1/Jalur-sepeda-Jakarta-di-uji-coba-bertahap-mulai-20-September-2019.html
- -
Screw Man. With cycling hobby, and provide information to everybody with http://Goesbike.com.
 
By - -
Published on 17 September 2019
 
Pemprov DKI menguji coba 17 jalur sepeda selama 2 bulan. Rute jalur sepeda fase 1, Medan Merdeka Selatan, M.H Thamrin, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Proklamasi,  Pramuka, Pemuda
Fase 2, Jenderal Sudirman, Sisingamangaraja, Panglima Polim, RS Fatmawati. Fase 3, Tomang Raya, Cideng Timur, Kebon Sirih, Matraman Raya. Jatinegara Barat. Jatinegara Timur

Pemprov DKI menguji coba 17 jalur sepeda selama 2 bulan.

Fase satu mulai 20 September 2019, uji coba rute jalur sepeda kota Jakarta.

1. Jalan Medan Merdeka Selatan
2. Jalan M.H Thamrin
3. Jalan Imam Bonjol
4. Jalan Pangeran Diponegoro
5. Jalan Proklamasi
6. Jalan Pramuka
7. Jalan Pemuda

Fase 2 ada empat jalur yang akan diujicobakan 12 Oktober-19 November 2019.

1. Jalan Jenderal Sudirman
2. Jalan Sisingamangaraja
3. Jalan Panglima Polim
4. Jalan RS Fatmawati

Fase 3 mulai 2-19 November 2019.
1. Jalan Tomang Raya
2. Jalan Cideng Timur
3. Jalan Kebon Sirih
4. Jalan Matraman Raya
5. Jalan Jatinegara Barat
6. Jalan Jatinegara Timur

Foto milik harian Tempo

17 jalur sepeda Jakarta di uji coba 20 September 2019

Untuk mendorong lebih banyak warga Jakarta beraktivitas menggunakan sepeda. "Kami akan meluncurkan jalur-jalur sepeda yang kita harapkan nanti warga Jakarta lebih banyak lagi menggunakan sepeda," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan Monas

Apakah jalur sepeda ini akan nyaman, mungkin kita dapat berharap.
Melihat negara maju dengan pengalaman membuat jalur sepeda yang nyaman.
Sepertinya jalur sepeda di jakarta aakan rumit, khususnya "kebiasaan" pengemudi sepeda dan pengemudi kendaraan bermotor di Jakarta.

Beberapa kota besar membuat jalur sepeda dengan pembatas. Bukan untuk memisahkan jalur sepeda dengan jalur kendaraan bermotor secara permanen.
Tetapi menghindari kebiasaan 2 jenis moda transportasi agar mengoptimalkan masing-masing jalur yang disediakan.

Pengendara sepeda dapat dengan nyaman di lajur sendiri dengan kecepatan sepeda, dan menikmati jalur sepeda dengan aman yang dijaga dengan pembatasan beton.
Pengedara bermotor seperti motor atau mobil yang ingin parkir tidak dapat menghalangi lajur untuk sepeda.

Demikian juga persepeda tidak dapat melompat keluar dari lajur yang sudah ditentukan. Sehingga keduanya tidak menganggu antara yang bergerak lebih cepat dan lebih lambat.

Sementara jalur sepeda di Jakarta hanya diberikan garis pemisah. Anda bisa bayangkan seperti apa.

Jalur sepeda di negara lain dimana penduduk sudah terbiasa mengunakan sepeda. Memiliki jalur terpisah antara jalan raya dengan jalur sepeda. Jalur sepeda disatukan dengan trotoar pejalan kaki. Kecuali jalan dengan trotoar sempit, dapat dialihkan di samping jalan raya, dilengkapi marka jalan berwarna biru atau warna yang terlihat bagi kendaraan bermotor.

Jalur sepeda di luar negeri

Lajur sepeda bukan berbicara agar orang mau mengunakan sepeda untuk transportasi di dalam kota yang sehat dan bebas polusi.
Membuat jalur sepeda di kota besar yang berpengalaman, harus studi lebih lanjut.
Sampai  mendapatkan cara paling tepat, sampai sebagian masyarakat beralih ke moda transportasi sepeda.

Aturan undang undang tentang lalu lintas telah dibuat

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2009
TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Pasal 62
(1) Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda.
(2) Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Pasal 106
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.

Pasal 122
(1) Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:
a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan;
b. mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan Pengguna Jalan lain; dan/atau
c. menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi Kendaraan Tidak Bermotor.