Perusahaan sepeda Kamboja menghadapi benturan di jalan

Made in Cambodia adalah label umum untuk pakaian mulai dari kemeja dan rok hingga celana pendek bersepeda, tetapi belakangan ini ada kemungkinan sepeda itu juga dibuat di sana.

Negara Asia Tenggara memanfaatkan pola perdagangan global untuk mendiversifikasi ekonominya, dan sekarang terdaftar sebagai pengekspor sepeda kelima terbesar di dunia setelah Cina, Taiwan, Belanda, dan Jerman.

Tetapi kekhawatiran atas kebebasan demokratis mungkin ada gundukan di jalan di depan.

Di Zona Ekonomi Khusus Bavet, tepat di perbatasan Kamboja dengan Vietnam, hanya 50 km di barat laut Kota Ho Chi Minh, industri ini bersiap-siap untuk memanfaatkan permintaan yang meningkat.

Di dalam sebuah pabrik milik perusahaan Speedtech milik Taiwan, kerangka sepeda menggantung dari kait.

Keterangan gambar Seorang pekerja pabrik Speedtech memeriksa bingkai sebelum mereka menuju ke pencucian kimia

Para pekerja, sebagian dengan kacamata pelindung atau topeng las, asyik dengan tugas mereka di sepanjang jalur produksi, sampai mengabaikan aroma cat semprot yang menggigit.

Gaji awal sebesar $ 350 (£ 268) sebulan sebanding dengan industri garmen, tetapi udaranya lembab dan berat, ketika hujan tiba di sore hari, ada sorak-sorai kegembiraan tetapi produksi tetap jalan terus.

Ketika Speedtech pertama kali tiba di Bavet 2013, pabrik hanya melakukan perakitan akhir, kata wakil manajer umum, Aliette Tong.

Sekarang para pekerja melakukan rancangan sepeda dari tingkat mengelas dan mengecat bingkai juga.

Pabrik dapat menghasilkan hingga 2.000 sepeda sehari jika ada permintaan, tambahnya.

Tetapi industri ini masih memiliki akar yang dangkal.

Industri sepeda Vietnam harus mengikuti siasat pasar

Di Speedtech segala sesuatu selain kerangka masih di impor dari Malaysia, Indonesia, Jepang atau Cina, jelas Mr Tong. Bahkan baja yang digunakan untuk membuat bingkai diimpor dari Cina.

"Dalam periode ini, pembuat suku cadang lebih tertarik berdiri di Vietnam," katanya.

Selain itu, sepeda sepeda di Vietnam untuk di ekspor

Tetapi harus di kirim melalui Kamboja dengan perjalanan 9 jam dari pelabuhan utama Kamboja di Preah Sihanouk
Dan bukan di eksport dari pelabuhan Cat Lai Kota Ho Chi Minh, empat hingga lima jam di sebelah timur dari sini, meskipun itu memerlukan proses bea cukai tambahan di perbatasan.

Apa yang mendorong Speedtech untuk memindahkan operasinya dari Vietnam ke Kamboja, di samping dua pabrikan milik Taiwan lainnya, A & J dan Smart Tech, adalah keputusan oleh Uni Eropa pada 2005 untuk menerapkan tindakan anti-dumping di Vietnam, membuat Ekspor Vietnam lebih mahal.