Sabtu 30 January 2010

Kring…., kring……; suara HP Esia saya tiba-tiba memecah keheningan dipagi yang sangat dingin disertai gerimis diseputaran Geger Kalong tepat jam 6 pagi sewaktu saya dalam perjalanan menuju Parongpong. “Selamat pagi mas Henry, mohon ijin; perjalanan kami terhambat karena truk kami mengalami pecah ban di KM 88 Tol Panci (padalarang – Cileunyi), mohon ditunggu…!!!” suara tegas yang langsung saya kenali sebagai Mayor Joseph dari Cijantung Cycling Community yang sedang dalam perjalanan menuju Tangkuban Perahu bersama 40 anggotanya; termasuk dalam rombongan Komandan Detasemen Markas Mako Kopassus Letkol Kartika.

“Siap pak…, berita diterima....;kami tunggu diatas....!!!” jawab saya sambil menutup pembicaraan dan mulai sibuk mengendalikan si Carvie (panggilan sayang Honda CRV saya) yang mulai menghadapi beberapa tanjakan berat disertai tikungan tajam yang ditemui mulai dari arah Jalan Gegerkalong menuju jalan Cihanjuang Parongpong tempat pertemuan pertama sebelum berangkat ke lokasi trip hari ini : Cikole – Sukawana – Situ Lembang dan kembali ke Parongpong. Hari ini sudah ditunggu-tunggu oleh puluhan gowesers yang berasal dari Esia Gowes sebagai pengundang acara dan beberapa komunitas undangan. 

Panitia photo bersama dilokasi meeting point dan Finish di Cihanjuang - Parongpong.



Tamu yang hadir dalam acara ini adalah; Cijantung Cycling Community yang anggotanya adalah gabungan dari anggota Kopassus yang bertugas di Detasemen Markas Komando, perwakilan dari Satuan 81 Gultor dan perwakilan dari Group 3 Sandi Yudha yang semuanya bermarkas di Cijantung yang membawa 40 anggota, Batujajar Cycling Community yang beranggotakan pelatih dan pembina dari Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar yang menghadirkan 27 anggotanya dan dipimpin oleh Letkol Iwan Ma’ruf, Komunitas sepeda Lintas Artha, Astra Group dan juga para Broccoli (sebutan untuk gowesers) dari komunitas Goesbikers yang sebagian anggotanya adalah alumni Pangudi Luhur Jakarta tahun 1987. 

Total peserta sewaktu dilepas start ternyata 102 orang...!!!! Jumlah yang cukup fantastis untuk acara penaklukan medan hari itu yang tidak bisa dibilang mudah. Persiapan yang dilakukanpun tidak main-main oleh panitia, selain menyiapkan 2 Truk ayng akan mengangkut sebagian peserta yang berangkat dari Parongpong menuju lokasi Start di Cikole Tangkuban Perahu dan tentunya konsumsi mulai dari start, makan siang dan saat finish, dari panitia juga sudah menyiapkan satu ambulance lapangan jeep 4x4 yang menyertai peserta dilokasi yang sulit, satu kendaraan Mitsubihi L 200 Triton double cabin untuk evakuasi sepeda peserta apabila ada masalah sehingga tidak bisa meneruskan acara, 1 orang dokter medis beserta perlengkapannya dan dokter ini memang mempunyai kwalifikasi SAR (Search and Rescue) di Rimba, serta 2 orang pengendara bersama motor trailnya untuk mengantisipasi bilaman terjadi hal-hal tidak diinginkan ditengah medan sulit yang tidak terjangkau ambulance lapangan maupun bengkel lapangan Mitsubihi L 200 Triton. Persiapan yang sangat perfect dan patut dapat 4 jempol untuk panitia


Pembacaan doa bersama dilokasi Cikole sebelum start 102 peserta.




Wawancara dengan salah satu TV swasta Nasional dan harian Pikiran Rakyat Bandung sebelum start



Acara dibuka dengan doa dan briefing singkat kepada seluruh panitia mengenai kondisi medan yang akan dihadapi. Cukup surprise juga kami dari panitia,  sebagian peserta entah karena belum pernah bersepeda masuk hutan/off road ternyata membawa sepeda dengan spec On Road alias ban slick yang biasa digunakan dijalan raya dengan tebal ban dibawah 1.50…!!!! Bisa dibayangkan bagaimana caranya medan seperti Track Down Hill Cikole dilintasi oleh sepeda sepeda dengan spec untuk On Road……, kalau bukan karena memang fisik dan mentalnya 2 sampai 3 tingkat diatas orang biasa tentu akan langsung menyerah mengingat setelah Track Cikole ini masih dihadapi dengan track tanah merah yang licin, campuran batuan lepas dan kerikil, lintasan kebun teh, bahkan sampai penyebrangan basah melintasi sungai yang berada tepat ditengah perjalanan.

Road Captain kali ini adalah Om Yusron dari team Esia Gowes Bandung, karena beliau yang sudah membuat peta GPS dari seluruh rute beberapa saat sebelumnya, termasuk menyiapkan jalur evakuasi untuk ambulance lapangan, motor trail dan bengkel lapangan kalau terjadi sesuatu masalah dengan peserta ditengah track.

Next laporan perjalanan