Goesbike - http://www.goesbike.com
Bersepeda posisi berdiri apakah memberi power besar dijalan menanjak
http://www.goesbike.com/articles/4024/1/Bersepeda-posisi-berdiri-apakah-memberi-power-besar-dijalan-menanjak.html
- -
Screw Man. With cycling hobby, and provide information to everybody with http://Goesbike.com.
 
By - -
Published on 27 July 2020
 
Ketika melintas di jalan menanjak, apakah efektif dengan memberikan daya dorong sepeda dengan posisi berdiri. Prakteknya benar, bahkan memberikan power lebih efisien terhadap bagian tubuh. Dan posisi gravitasi juga berpindah ketika pengendara berdiri.

Ketika perjalanan bersepeda dan kita melihat jalan menanjak, bahkan cukup curam.
Apa yang kita lakukan, tentu saja mulai bergeser, dengan maju kedepan untuk meningkatkan daya dorong pedal.
Dan terakhir dengan berdiri.

Apakah ketika berdiri kemampuan daya dorong memang efektif untuk mempertahankan kecepatan sepeda.

Posisi bersepeda jalan menanjak

Itu benar.
Karena pengendara dapat memberikan kekuatan ekstra dengan gerakan tersebut.
Studi yang di tulis oleh media jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menyebutkan demikian.

Peneliti melakukan uji coba dari 15 orang untuk mengendarai sepeda.
Dan menghitung kekuatan mereka dengan instrumen ergometer.

Peserta diminta berada di sepeda statik, lalu diberikan beban pada pedal.
Disana peneliti mengukur daya output kaki pengendara, dan mekanika tubuh sampai 50% kekuatan maksimum.

Peserta diminta mengendarai sepeda dengan 2 irama berbeda.
Pertama dengan putaran 70 kali permenit, dan kedua dengan 120 putaran permenit
Dari 2 putaran tersebut juga di uji dengan posisi duduk dan berdiri.

Peneliti merekam gerakan seluruh tubuh, aktivitas otot kaki dan kekuatan tekanan pada pedal

Peneliti memberikan informasi yang menarik dibawah ini.
Ross Wilkinson, Ph.D. (c), dari Sekolah Gerakan Manusia dan Ilmu Gizi di Universitas Queensland di Australia. Sebaliknya, semuanya dimulai dengan persendian.

Ketika posisi berdiri menurunkan kekuatan lutut sebesar 15 persen di kedua irama putaran
Menurunkan kekuatn lutut kelihatannya kurang efisiensi ketika bersepeda.

Tetapi tunggu dulu, kondisi tersebut sebenarnya bagus, kata Wilkinson.
Saat kekuatan lutut menurun ada bagian lain yang bergera.
Pinggul dan pergelangan kaki memainkan peran lebih besar, dan sebenarnya menghasilkan lebih banyak kekuatan.

"Hasil kami memberikan bukti bahwa posisi berdiri lebih efektif daripada posisi duduk untuk menghasilkan kekuatan daya dorong pedal yang tinggi, karena lutut memiliki keunggulan mekanis yang lebih baik," katanya.

"Hasil kami juga menunjukkan bahwa mengubah dari posisi duduk ke posisi berdiri mengubah otot yang digunakan selama bersepeda untuk menghasilkan, menyerap, dan mentransfer daya."

Dalam posisi berdiri, pengendara sepeda cenderung untuk memindahkan pinggul mereka lebih tinggi dan lebih maju dalam kaitannya dengan pedal downstroke, tambahnya.

Perubahan perubahan itu menggeser aktivitas quads, glutes, dan betis ke kemudian di downstroke daripada yang dimiliki saat pengendara duduk.
Glutes yang dimaksud otot Glutes

Karena lebih selaras dengan gaya gravitasi, kata Wilkinson, hasil akhirnya menghasilkan lebih banyak daya dorong pedal sepeda, sambil menopang berat badan tubuh pengendara.

Irama memiliki efek besar pada kontribusi daya bersamaan.
Puteran rendah 70 RPM, pengendara akan mengandalkan pergelangan kaki dan otot betis.
Putaran tinggi 120RPM akan lebih mengandalkan pinggul dan bagian otot glutes.

Apakah berdiri memang memberikan kekuatan bersepeda, pengendara harus melatih diri untuk berdiri di atas pelana agar lebih cepat?
Belum tentu, kata Wilkinson.

"Percayalah pada instingmu," katanya.
"Kita masing-masing menggunakan pengalaman mengendarai dalam kondisi yang berbeda untuk menentukan kapan melakukan posisi berdiri dapat membantu kita menjadi lebih efektif."

Jadi pengalaman bersepeda lebih penting dibanding melihat perbandingan dari teknik bersepeda dengan berdiri atau duduk.

Hasil penelitian ini hanya mendukung strategi pergantian singkat antara posisi duduk dan berdiri selama jalan menanjak atau pendakian di jalan yang panjang, karena kemungkinan membantu untuk mendistribusikan kembali kebutuhan daya untuk otot yang berbeda," kata Wilkinson.

Jadi, ketika mendaki jalan yang menanjak atau ingin mempercepat akselerasi bersepeda. Berkendara dengan berdiri tidak ada salahnya.