Goesbike - http://www.goesbike.com
Travel Rindu Alam lagi paket Ojek
http://www.goesbike.com/articles/403/1/Travel-Rindu-Alam-lagi-paket-Ojek.html
Henry Pangemanan
Trainer and Communication
 
By Henry Pangemanan
Published on 8 February 2010
 
Trek Rindu Alam, lagi lagi di lintasi oleh Brocolli dari Goesbike.com tanggal 6 Februari 2010. Kali ini di nikmati Full Ojek, agar lebih santai. Kebetulan berteme dengan Goweser dari Jerman dari baru 3 minggu di Indonesia. Langsung mencoba Trek Rindu Alam. DItambah seorang senior lebih tua, berumur 50 tahun-an. Buat Mr Gary si Biker Jerman bahkan rencananya hendak ke Bali dengan sepeda.


Sabtu 6 February 2010 :

Setelah menaklukan dan tentunya melampirkan kegiatan gowesers di Situ Lembang dan juga Car Free Day minggu lalu, kali ini liputan kita mengenai Rindu Alam kembali; track legendaris yang tidak pernah habis dibicarakan oleh para gowesers Jabodetabek plus Bandung dan sekitarnya tentunya.

Mengapa tidak habis dibicarakan…??? Karena selain butuh ketrampilan tersendiri untuk menaklukan medan yang cukup beragam disini, tentunya diperlukan nyali yang cukup besar dan sepeda yang sangat siap untuk dapat dipergunakan disini. Ada lagi satu hal baru yang kami temukan dengan perjalanan hari Sabtu 6 February yang lalu; “ternyata hujan besar malam sebelumnya benar-benar membuat alur Rindu Alam menjadi medan teror bagi pengendara yang sabtu kemarin mencoba track ini; nikmati kisah lengkapnya berikut ini.


Persiapan :
Seperti biasa meeting point di Sederhana Gadog sudah dipadati para gowesers dari berbagai komunitas untuk berkumpul sebelum sewa angkot menuju titik Start Track Rindu Alam pukul 06.30 pagi itu. Hari itu yang hadir dari goesbikers adalah Bro Agung Bali bersama putranya yakni Dika yang berusia 9 tahun dan ini adalah kali kedua turun di Rindu Alam. Bro Rudi Sutedja sebagai cameramen merangkap videoman untuk goesbikers, Bro Budi Sastro yang juga anggota komunitas H4, Bro Marcus yang baru kali ini gabung dengan Goesbikers di Rindu Alam dan terakhir penulis yang juga mempunyai tugas sebagai PR Goesbikers untuk ke umum selain aktif juga di komuntias sepeda Esia Gowes dan C3

Rindu Alam – Gunung Mas :
Cuaca cerah dan mantaf (kalo di tanah Sunda please huruf F dibaca EP, he he he...) pagi itu alias tidak ada matahari tetapi tidak mendung dalam bentuk awan hitam yang mengandung butiran air banyak. Setelah portal pertama dan tentunya doa bersama, ternyata peringatan dari Om Mahendra yang sempat ketemu diwarung diatas bahwa hujan akan berpengaruh cukup besar di medan mulai terbukti. Tanah merah seakan ambles kedalam bumi ketika kita melintasi diatasnya, bahkan beberapa kali kita menemukan alur air baru memotong lintasan sepeda yang tidak ada pada perjalanan-perjalanan kami yang lalu pada jalur yang sama.

Karena terlalu lengket tanahnya, otomatis sepeda tidak bisa digowes secara full speed. Akhirnya nikmati saja perjalanan sampai masuk ke Kawasan perkebunan PTP Gunung Mas yang saat itu tidak terlalu ramai dikunjungi publik seperti biasanya, tentunya ktia sampai dengan kondisi ujung helm sampai ujung sepatu semua kena lumpur coklat pekat..

Gunung Mas – Saung Nini :
Sama seperti etappe pertama, asli track hari itu berubah menjadi bubur lumpur dibeberapa tempat; sehingga beberapa kali sepeda nancap ditengah lumpur dan begitu kaki pengendara diturunkan ternyata terbenam dalam lumpur sampai batas mata kaki…. Beberapa guyonan sempat terlontar dari para goesbikers…., “Lumpur hidup….., Lumpur hidup……..!!!!!” He,he,he…… pada belum tahu kali, bagaimana rasanya kalo ketemu Lumpur hidup beneran di pedalaman Amazone atau Afrika yang siap menelan semua benda yang berada diatasnya.

Sampai Taman Safari situasi masih terkendali, meskipun cukup lelah karena perlu tenaga extra menuntun sepeda di beberapa tempat yang memang saking becek dan ada patahan/longsor cukup dalam; tetapi secara umum para goesbikers masih tetap konsisten pedaling dan reming (ngerem) khususnya dibeberapa turunan curam tentunya…..

Lewat Taman Safari sesuai kesepakatan awal ada beberapa anggota terutama Dika yang masih berusia 9 tahun yang sepakat untuk ambil paket plus plus yakni Ojek dorong sepeda plus Ojek motor untuk bawa anggota goesbikers keatas. Saya putuskan saat awal untuk tetap gowes semaksimal mungkin…., oleh karena itu segera tancap kaki mengambil tanjakan pertama setelah arah masuk ke Taman Safari Indonesia dengan tanpa menghitung berapa ambil paket dan berapa yang gowes.

Brrrm…..brrm…. brrrm….., dengan tenang tapi pasti satu persatu ojek berisi penumpang anggota goesbikers melewati saya ditanjakan menuju rumah batu bata merah sebelum sampai ke Saung 1 (tanjakan Ngehe 1). Wiiih…., setelah iseng menghitung ojek yang lewat kok sepertinya gak ada yang sisa dibelakang neh….??? Mulai goyah pikiran tetapi tetap konsisten menggowes dengan menghitung jumlah kayuhan karena makin lama makin tajam tanjakannya… Satu Dua Satu Dua Satu Dua…. Dst….

Akhirnya mental benar benar down sewaktu salah satu ojek yang setia mengikuti dibelakang menyampaikan, “ Om…., kawan-kawannya tunggunya di Saung Nini setelah saung dua lho…., bukan ditunggu di Saung 1…., apa tidak kelamaan om gowes kesana…????? “What….????” Kata saya dalam hati…, ini mah ngerjain temen karena untuk sampai ke Saung Nini setelah Ngehe 1 itu perlu waktu minimal 45 sampai 60 menit paling cepat…

Terpaksa keputusan diambil…., yach sudahlah Mas…., lets enjoy menari dengan motor untuk mengejar teman-teman yang ada didepan alias ambil paket plus plus. Setelah itu jangan dipikir bisa santai diatas motor yang seperti naik Rodeo karena laju sepeda motor harus menghajar batuan makadam cukup besar disepanjang perjalanan…. Bahkan beberapa kali terpaksa saya harus turun dari motor yang terjebak antara tanah merah licin, lubang cukup dalam dan tanjakan curam…

Bener juga, sampai di Saung Nini terlihat muka cengengesan dari Bro Agung, Bro Rudi dan Bro Budi disertai Dika si Junior goesbikers… Mana Markus…???? Ternyata perhitungan saya salah, Markus masih gowes dibelakang meskipun akhirnya memutuskan ambil pake plus alias dorong sepeda sambil jalan kaki mendampingi…. He he he……, pengalaman lucu juga naik Rodeo diseputaran Puncak….


Ketemu dengan Mr. Gary :
Di Saung Nini sempat ketemu dengan satu Bule…, ngaku dari Jerman dan katanya baru 3 minggu punya sepeda di Indonesia.... Ngobrol punya ngobrol ternyata Mr. Gary ini (dipanggil Gary Fisher sama teman-teman), dia sudah 8 tahun di Indonesia dan lancar sekali berbahasa Indonesia. Diluar Indonesia dia sudah sepedaan melintasi beberapa Negara mulai dari Jerman, Swiss sampai ke Italia melewati pegunungan Alpen yang membeku karena salju. Beberapa photo dikasih liat Mr. Gary ini yang terdokumentasi dengan baik di Camera HPnya… Amazing man….!!!!

Ada yang lebih hebat lagi, ternyata Mr. Gary sudah mempunyai rencana touring ke Bali dengan sepeda yang perkiraan waktunya sekitar 10 hari sampai 14 hari dan akan dilaksanakan bulan April..!!! Bahkan dengan cermat beliau mengatakan detail secara hafal tanpa contekan. Seperti kota-kota apa saja yang akan dilewatinya, mulai dari Jakarta, Bogor, Puncak, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Purworejo, Jogjakarta, Solo, Tawangmangu, Sarangan, Magetan, lanjut pantura ke Surabaya dan turun ke Malang, Banyuwangi sampai nyebrang ke Bali dan finish di Denpasar… (he,he,he…….. kita yang orang Indonesia aja belum tentu tau kota-kota apa saja yang harus dilewati dari Jakarta menuju ke Bali kecuali kota-kota yang besarnya saja). Ini menandakan Mr.Gary ini betul-betul sudah siap dan sangat detail action plan sebelum diwujudkan bulan April nanti.. Good luck Mr. Gary…., God Bless You….

Saung Nini – Gadog :
Ceritanya hampir tidak beda dengan Etappe pertama dan Etappe kedua, banyak sekali lubang dan patahan yang cukup dalam dan licin terutama menjelang Bukit Pyramid yang tidak mungkin digowes meskipun turunan. Kalau dipakasakan pasti akan meluncur tanpa terkendali dengan resiko siap-siap sepeda diatas dan badan dibawah karena terbanting diturunan curam dan licin.

Akhirnya tibalah seluruh rombongan di restoran Sederhana lagi kira-kira jam 13.30 siang… Wah…, cepet banget yach kita…. Seru beberapa anggota dengan muka senang karena jarang-jarang jam segitu sudah sampai finish…… Hua ha ha ha ha……., tawa Bro Budi memecah keheranan para gowesers siang itu….., pantas aja cepat....., wong ngambil paket plus-plus tanpa lewat Ngehe 1 dan Ngehe 2....... kekekekek…….. jelas aja lah…….

Siang itu acara ditutup dengan makan sate Kambing kiloan lengkap dengan sopnya yang sangat mengundang selera……. Kabar terakhir beberapa anggota yang sudah cukup dimakan usia ternyata sakit dirumah akibat terlalu banyak makan kambing ini…….. he he he……. Inget umur makanya bro……, sudah usia kita selain olahraga banyak tentunya harus diimbangi dengan makanan yang seimbang juga kan….????


Sampai jumpa di Track berikut,

Salam gowes,

Henry.Pangemanan