|
|
Sabtu 6 February 2010 : Setelah menaklukan dan tentunya melampirkan kegiatan gowesers di Situ Lembang dan juga Car Free Day minggu lalu, kali ini liputan kita mengenai Rindu Alam kembali; track legendaris yang tidak pernah habis dibicarakan oleh para gowesers Jabodetabek plus Bandung dan sekitarnya tentunya. Mengapa tidak habis dibicarakan…??? Karena selain butuh ketrampilan tersendiri untuk menaklukan medan yang cukup beragam disini, tentunya diperlukan nyali yang cukup besar dan sepeda yang sangat siap untuk dapat dipergunakan disini. Ada lagi satu hal baru yang kami temukan dengan perjalanan hari Sabtu 6 February yang lalu; “ternyata hujan besar malam sebelumnya benar-benar membuat alur Rindu Alam menjadi medan teror bagi pengendara yang sabtu kemarin mencoba track ini; nikmati kisah lengkapnya berikut ini.
Rindu Alam – Gunung
Mas : Karena terlalu lengket tanahnya, otomatis sepeda tidak bisa digowes secara full speed. Akhirnya nikmati saja perjalanan sampai masuk ke Kawasan perkebunan PTP Gunung Mas yang saat itu tidak terlalu ramai dikunjungi publik seperti biasanya, tentunya ktia sampai dengan kondisi ujung helm sampai ujung sepatu semua kena lumpur coklat pekat.. Gunung Mas – Saung
Nini : Sampai Taman Safari situasi masih terkendali, meskipun cukup lelah karena perlu tenaga extra menuntun sepeda di beberapa tempat yang memang saking becek dan ada patahan/longsor cukup dalam; tetapi secara umum para goesbikers masih tetap konsisten pedaling dan reming (ngerem) khususnya dibeberapa turunan curam tentunya….. Lewat Taman Safari sesuai kesepakatan awal ada beberapa anggota terutama Dika yang masih berusia 9 tahun yang sepakat untuk ambil paket plus plus yakni Ojek dorong sepeda plus Ojek motor untuk bawa anggota goesbikers keatas. Saya putuskan saat awal untuk tetap gowes semaksimal mungkin…., oleh karena itu segera tancap kaki mengambil tanjakan pertama setelah arah masuk ke Taman Safari Indonesia dengan tanpa menghitung berapa ambil paket dan berapa yang gowes. Brrrm…..brrm…. brrrm….., dengan tenang tapi pasti satu persatu ojek berisi penumpang anggota goesbikers melewati saya ditanjakan menuju rumah batu bata merah sebelum sampai ke Saung 1 (tanjakan Ngehe 1). Wiiih…., setelah iseng menghitung ojek yang lewat kok sepertinya gak ada yang sisa dibelakang neh….??? Mulai goyah pikiran tetapi tetap konsisten menggowes dengan menghitung jumlah kayuhan karena makin lama makin tajam tanjakannya… Satu Dua Satu Dua Satu Dua…. Dst…. Akhirnya mental benar benar down sewaktu salah satu ojek yang setia mengikuti dibelakang menyampaikan, “ Om…., kawan-kawannya tunggunya di Saung Nini setelah saung dua lho…., bukan ditunggu di Saung 1…., apa tidak kelamaan om gowes kesana…????? “What….????” Kata saya dalam hati…, ini mah ngerjain temen karena untuk sampai ke Saung Nini setelah Ngehe 1 itu perlu waktu minimal 45 sampai 60 menit paling cepat… Terpaksa keputusan diambil…., yach sudahlah Mas…., lets enjoy menari dengan motor untuk mengejar teman-teman yang ada didepan alias ambil paket plus plus. Setelah itu jangan dipikir bisa santai diatas motor yang seperti naik Rodeo karena laju sepeda motor harus menghajar batuan makadam cukup besar disepanjang perjalanan…. Bahkan beberapa kali terpaksa saya harus turun dari motor yang terjebak antara tanah merah licin, lubang cukup dalam dan tanjakan curam… Bener juga, sampai di Saung Nini terlihat muka cengengesan dari Bro Agung, Bro Rudi dan Bro Budi disertai Dika si Junior goesbikers… Mana Markus…???? Ternyata perhitungan saya salah, Markus masih gowes dibelakang meskipun akhirnya memutuskan ambil pake plus alias dorong sepeda sambil jalan kaki mendampingi…. He he he……, pengalaman lucu juga naik Rodeo diseputaran Puncak….
Ketemu dengan Mr. Gary : Ada yang lebih hebat lagi, ternyata Mr. Gary sudah mempunyai rencana touring ke Bali dengan sepeda yang perkiraan waktunya sekitar 10 hari sampai 14 hari dan akan dilaksanakan bulan April..!!! Bahkan dengan cermat beliau mengatakan detail secara hafal tanpa contekan. Seperti kota-kota apa saja yang akan dilewatinya, mulai dari Jakarta, Bogor, Puncak, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Purworejo, Jogjakarta, Solo, Tawangmangu, Sarangan, Magetan, lanjut pantura ke Surabaya dan turun ke Malang, Banyuwangi sampai nyebrang ke Bali dan finish di Denpasar… (he,he,he…….. kita yang orang Indonesia aja belum tentu tau kota-kota apa saja yang harus dilewati dari Jakarta menuju ke Bali kecuali kota-kota yang besarnya saja). Ini menandakan Mr.Gary ini betul-betul sudah siap dan sangat detail action plan sebelum diwujudkan bulan April nanti.. Good luck Mr. Gary…., God Bless You….
Saung Nini – Gadog
: Akhirnya tibalah seluruh rombongan di restoran Sederhana lagi kira-kira jam 13.30 siang… Wah…, cepet banget yach kita…. Seru beberapa anggota dengan muka senang karena jarang-jarang jam segitu sudah sampai finish…… Hua ha ha ha ha……., tawa Bro Budi memecah keheranan para gowesers siang itu….., pantas aja cepat....., wong ngambil paket plus-plus tanpa lewat Ngehe 1 dan Ngehe 2....... kekekekek…….. jelas aja lah……. Siang itu acara ditutup dengan makan sate Kambing kiloan lengkap dengan sopnya yang sangat mengundang selera……. Kabar terakhir beberapa anggota yang sudah cukup dimakan usia ternyata sakit dirumah akibat terlalu banyak makan kambing ini…….. he he he……. Inget umur makanya bro……, sudah usia kita selain olahraga banyak tentunya harus diimbangi dengan makanan yang seimbang juga kan….????
Salam gowes, |
|
|||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||