Setelah perlombaan berbagi sepeda yang membawa China pada badai dari munculnya perusahaan berbagi sepeda di tahun2016 dan 2018.

Jutaan sepeda dituangkan ke jalan-jalan China oleh beberapa perusahaan swasta.
Tapi sebagian berakhir kebangkrutan dan beberapa di akuisisi, perusahaan teknologi besar sekarang bertaruh pada hal yang sama. namun bisnis kali ini berbeda. Mengunakan e-sepeda atau sepeda listrik.

Mebike berdiri tahun 2014, menjadi salah satu perusahaan lokal pertama yang meluncurkan platform berbagi e-bike.

Ridi yang memanggil raksasa Didi adalah mendukung jaringan Qingju e-bikes, menandatangani kemitraan membuat baterai sepeda listrik Phylion untuk memasok satu juta unit baterai lithium.

Layanan perusahaan raksasa e-bikes akan mengelar sepeda listrik di kota Chengdu dan kota-kota lain akhir tahun 2020.
Hellobike didukung Alibaba, bersama dengan CATL dan Ant Financial, bergabung dalam perlombaan untuk mendirikan usaha patungan komponen baterai e-sepeda.

Sepeda dan skuter listrik sedang trendi saat ini di Cina.

Tetapi menurut data yang dikumpulkan Hellobike, hampir 300 juta kendaraan per hari diselesaikan dengan sepeda konvensional di negara itu sampai tahun 2019.
Artinya lebih dari dua kali lebih banyak perjalanan dilakukan dengan sepeda listrik dan skuter listrik dalam tahun yang sama, atau sekitar 700 juta transportas perhari.

Pergerakan bisnis baru-baru ini dari raksasa teknologi China yang dikombinasikan dengan meningkatnya kendaraan listrik. Membuat pengamat industri bertanya-tanya apakah e-sepeda akan menjadi kegemaran baru di negara China?

Awalnya perusahaan berbagi sepeda Cina dipuji oleh investor, pengguna, dan bahkan oleh pemerintah sebagai alternatif ramah lingkungan untuk transportasi umum yang ramai di sebagian besar kota Cina. Namun, kegemaran berbagi sepeda tidak berakhir dengan cara terbaik.


Meskipun berbagi sepeda bukanlah ide baru di Cina, berbagi “sepeda tanpa docking” adalah inovasi yang disukai semua orang.

Ofo adalah salah satu perusahaan pertama meluncurkan model berbagi sepeda tanpa tempat parkir di Beijing, di mana pengguna dapat mengambil sepeda di mana saja di jalan, dan memarkirkannya di mana pun yang mereka pilih di tempat umum.

Dengan cepat, perusahaan lain seperti Mobike mengambil alih di Shanghai dengan konsep yang sama, sementara banyak startup sepeda-motor lain muncul, dengan dukungan dari pemerintah dan antusiasme pengguna.

Namun, demam berbagi sepeda segera menyebabkan kekacauan di daerah perkotaan kareka sepeda yang berserakan di trotoar kota, kebun apartemen, dan taman.

Awalnya tanda-tanda kurang tertibnya penguna, seperti melarang parkir sepeda muncul di gerbang kompleks apartemen, di distrik komersial, bahkan di taman umum. Kemudian, pemerintah menarik kembali industri ini.

Banyak pemerintah daerah bahkan mulai mengenakan denda ke perusahaan sepeda untuk unit parkir yang sembarangan, yang menyebabkan investor mempertanyakan profitabilitas bisnis.

Perusahaan sepeda berbagi membakar uang dengan menawarkan harga sewa sepeda yang rendah untuk mendapatkan member baru.
Bahkan di awal pembukaan diberikan gratis bagi pengguna baru untuk naik sepeda, dengan harga mulai serendah RMB 1, (USD 15 sen) selama dua jam.

Namun, pendapatan tersebut tidak cukup untuk menutupi kenaikan biaya operasional.

Menurut analisis yang diterbitkan oleh Xinhua, setiap sepeda berharga sekitar RMB 200 untuk produksi dan RMB 10 untuk setiap penyetelan ulang.

Dengan model tersebut, tidak ada pengembalian investasi jangka pendek bagi perusahaan.

Meskipun perusahaan akhirnya mencoba menaikkan harga pemakaian berbagi sepeda di setiap perjalanan, mereka menemukan bahwa permintaan itu elastis, karena pengguna dengan mudah memilih bus atau naik kereta bawah tanah, dengan biaya antara RMB 2 hingga RMB 4 (USD 0,30 hingga 0,60).

Banyak startup sepeda-sharing seperti Ofo, Kuqi Bikes, dan Xiaoming semua bangkrut, hanya menyisakan segelintir perusahaan berbagi sepeda dan sisa sepeda yang jumlahnya jutaan dibuang.

Apa yang sekarang mendorong bisnis berbagi e-bike?
Berkat kota-kota besar China seperti Beijing atau Shanghai dengan medan jalan yang relatif datar dan peraturan yang lebih longgar, sepeda listrik dan skuter menjadi sangat populer.

Menurut Global Times, tahun lalu, ada hampir 250 juta skuter listrik pribadi terdaftar di Cina.
Dengan memperhitungkan skuter yang tidak terdaftar, semuanya dapat mencapai 300 juta.

Kemudahan bagi warga negara juga menarik untuk menyewa sepeda listrik.

Misalnya, dengan sedikit biaya RMB 3-15 (USD 0,4 hingga USD 2,15) per perjalanan tergantung pada jarak, pengguna dapat menikmati kendaraan ini tanpa perlu khawatir tentang pengisian baterai sendiri.

Saat ini, sebagian besar platform berbagi e-sepeda seperti Hellobike, sedang menyiapkan stasiun pengisian sendiri, di mana pengendara dapat menukar baterai mereka dengan baterai baru tanpa harus mencolokkan dan menunggu.
Pengguna dapat dengan mudah membayar online melalui platform pembayaran pihak ketiga seperti Alipay dan WeChat Pay.


Bagi warga negara asing juga menarik. Karena tidak perlu membeli skuter atau sepeda listrik pribadi.
Lebih baik menyewa, kata Aysu Bayrak disainer interior asal Turki

Skuter listrik Mebike secara teratur untuk berjalan di sekeliling kota. Saya pikir harganya wajar, dan memberi saya kebebasan untuk beralih  antara berbagai bentuk transportasi.
Misalnya, saya bisa menggunakan Mebike untuk pergi ke suatu tempat, dan kemudian dilanjutkan dengan taksi atau menggunakan transportasi umum.

Sementara untuk platform e-sepeda bersama, pengguna perlu membayar deposit sekitar RMB 300 (USD 22), membeli e-skuter baru akan menelan biaya beberapa ribu yuan.
Skuter listrik kelas menengah Niu misalnya sekitar RMB 3000 hingga 5000, sedangkan kendaraan kelas atas dijual lebih dari RMB 7000.
Kemudahan yang diberikan, sepeda listrik Mebike dapat ditemukan hampir di semua tempat di Beijing.

Apakah pasar sepeda listrik natninya akan menciptakan situasi seperti kekacauan serupa dengan apa yang terjadi dengan sepeda bersama. Namun, pemerintah menetapkan peraturan keselamatan yang lebih tinggi dan perusahaan serta investor harus belajar dari masa lalu.

Tahun 2019, pemerintah menerapkan standar nasional baru sepeda listrik, yang mencakup pembatasan kecepatan, berat sepeda dan tegangan baterai. Persyaratan teknis tambahan termasuk sistem anti-rusak, tahan api, dan perlindungan pada sistem pengisi daya.
Peraturan keselamatan tersebut  akan meningkatkan biaya produksi dan operasional perusahaan e-bike.

Sepeda listrik sewa di China

Selain itu, sebagian besar kota, seperti Shanghai, Shenzhen, dan Beijing, membutuhkan sepeda listrik dan skuter dengan nomor plat, yang mungkin membatasi ekspansi awal perusahaan di kota-kota tersebut.
Pada 2017, operasi Mebike ditangguhkan untuk sementara waktu karena mereka tidak memenuhi standar lisensi untuk sepeda listrik di Beijing.

Kekhawatiran lain adalah bahwa e-sepeda dikhawatirkan dapat memicu tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi dan pelanggaran nyata terhadap peraturan lalu lintas. Melihat sisi suram di periode 2004 sampai 2015, data polisi melaporkan bahwa di China, yang meninggal dengan e-sepeda meningkat lebih dari 11 kali, dari 589 menjadi 6.539, sementara cedera non fatal meningkat 5 kali, dari 5.295 menjadi 30.532 kasus.

Namun, kota-kota kecil tampaknya memiliki peraturan yang lebih longgar, menyebabkan sebagian besar perusahaan e-sepeda bermunculan memilih kota tingkat ketiga dan keempat untuk meluncurkan bisnis e-sepeda mereka.

Sebagai contoh, Hellobike mendistribusikan sepeda listrik di provinsi pinggiran seperti Henan, Jiangsu, Yunnan, dan Hubei.
Didi Qingju mengikuti strategi yang sama, seperti yang dilaporkan berencana untuk memulai operasi di kota-kota China tingkat ketiga dan keempat.

Kita tunggu saja bagaimana model bisnis layanan berbagi sepeda listrik di China. Apakah akan berhasil melihat pengalaman sebelumnya, atau kembali jenuh seperti di era penyewaan sepeda.