Media Bloomberg membuat wawancara dan liputan seperti apa kebangkitan sepeda di London.

Pandemi seakan membuat manusia di perkotaan melihat kembali apa yang sebaiknya dilakukan untuk sebuah kota.

Ketika masyarakat pindah ke sepeda, sepeda di toko habis. Selanjutnya apa ?



Pesepeda mengatakan pemerintah dapat meningkatkan keamanan pesepeda, karena bersepeda lebih sehat.
Digambarkan pergerakan penduduk jauh lebih cepat dengan sepeda, dibanding kemacetan di jalan. Belum dampak polusi bagi kota dari kendaraan bermotor.

Bagian penting adalah keamanan bagi penguna sepeda dengan jalur pemisah dari kendaraan bermotor. Membuat kota yang ramah bagi sepeda, dan aman kata analis.

Bagaimana membangun kota yang ramah bagi pesepeda dan lingkungan.

Sebuah data untuk jalur sepeda 80km membutuhkan biaya 20 juta dollar, menampung 77 ribu perjalanan perhari
Membangun jalur metro sepanjang 18km membutuhkan biaya 900 juta dollar, menampung 44.000 perjalanan perhari.

Pemerintah kota London memiliki inisiatif membuat jalur sementara dengan pembatas dan memisahkan pengendara sepeda dari kendaraan bermotor dan pejalan kaki.

Bukan untuk car free day yang dibuat mingguan, tapi jalur sepeda permanen sementara yang dapat dilalui setiap hari. Termasuk pejalan kaki yang tidak terganggu dengan lalu lalang sepeda.



Setiap kota memiliki cara berbeda.
Tiongkok, setelah pelonggaran penguncian dimulai penduduk mengunakan kendaraan seperti mobil dibanding mengunakan transportasi umum.
Karena kota dengan jumlah penduduk diatas rata rata, membuat kepadatan lebih besar di transportasi umum. Disana lebih merasa aman dengan kendaraan pribadi.

London akhirnya memilih lebih baik dengan sepeda, dan pemerintah London mengantisipasi dengan pengaman di jalan untuk sementara.

Kota Jakarta hati hati tidak mengunakan jalur sepeda akan kena denda. Termasuk kendaraan bermotor yang berada di jalur sepeda.